23.6 C
Madiun
Sunday, November 27, 2022

Minim Permintaan, Kegiatan Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Madiun Kian Sepi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman Covid-19 di Kabupaten Madiun belum hilang. Ironisnya, kegiatan vaksinasi antikorona kian sepi. Itu terindikasi dari minimnya permintaan vaksin ke dinas kesehatan (dinkes) setempat. ‘’Tersedia jenis Pfizer dan Sinopharm untuk dosis satu sampai empat. Sinovac, AZ, dan Moderna sudah lama kosong,’’ kata Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Madiun Agung Dodik Pujianto, Sabtu (24/9).

Dodik menyebutkan, untuk kemarin stok vaksin Pfizer tercatat sebanyak 130 vial. Sedangkan Sinopharm tersisa 28 vial. ‘’Biasanya kami minta ke provinsi sekitar 1.500 sampai 2.000 vial setiap kali persediaan mulai menipis,’’ ujarnya.

Diakuinya, pihaknya sengaja tidak minta terlalu banyak vaksin ke provinsi. Selain karena minimnya permintaan, masa penyimpanan menjadi pertimbangan. Bahkan, terkadang jika sudah mendekati masa expired, dinkes memberikan ke daerah lain yang membutuhkan. ‘’Jadi, tidak terbuang sia-sia karena rusak,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Kantor BPJS Kesehatan Madiun Di-Lockdown?

Ditanya capaian vaksinasi di Kabupaten Madiun, Dodik menyebut angka kisaran 60 persen untuk dosis pertama dan kedua. Sementara, dosis ketiga baru sekitar 22 persen dari total sasaran. ‘’Paling sulit itu lansia dan yang tempat tinggalnya di pelosok,’’ ungkapnya.

Dari segi populasi, kata dia, per kemarin vaksinasi dosis pertama telah menjangkau 487.482 warga, kedua 432.594, dan ketiga 118.104. Sementara, dosis keempat yang dikhususkan bagi kelompok tenaga kesehatan mencapai 1.713 orang. (mg3/c1/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ancaman Covid-19 di Kabupaten Madiun belum hilang. Ironisnya, kegiatan vaksinasi antikorona kian sepi. Itu terindikasi dari minimnya permintaan vaksin ke dinas kesehatan (dinkes) setempat. ‘’Tersedia jenis Pfizer dan Sinopharm untuk dosis satu sampai empat. Sinovac, AZ, dan Moderna sudah lama kosong,’’ kata Kasi Surveilans dan Imunisasi Dinkes Kabupaten Madiun Agung Dodik Pujianto, Sabtu (24/9).

Dodik menyebutkan, untuk kemarin stok vaksin Pfizer tercatat sebanyak 130 vial. Sedangkan Sinopharm tersisa 28 vial. ‘’Biasanya kami minta ke provinsi sekitar 1.500 sampai 2.000 vial setiap kali persediaan mulai menipis,’’ ujarnya.

Diakuinya, pihaknya sengaja tidak minta terlalu banyak vaksin ke provinsi. Selain karena minimnya permintaan, masa penyimpanan menjadi pertimbangan. Bahkan, terkadang jika sudah mendekati masa expired, dinkes memberikan ke daerah lain yang membutuhkan. ‘’Jadi, tidak terbuang sia-sia karena rusak,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Dewan Tekankan Faktor Kesiapan Vaksinasi Anak

Ditanya capaian vaksinasi di Kabupaten Madiun, Dodik menyebut angka kisaran 60 persen untuk dosis pertama dan kedua. Sementara, dosis ketiga baru sekitar 22 persen dari total sasaran. ‘’Paling sulit itu lansia dan yang tempat tinggalnya di pelosok,’’ ungkapnya.

Dari segi populasi, kata dia, per kemarin vaksinasi dosis pertama telah menjangkau 487.482 warga, kedua 432.594, dan ketiga 118.104. Sementara, dosis keempat yang dikhususkan bagi kelompok tenaga kesehatan mencapai 1.713 orang. (mg3/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/