23.6 C
Madiun
Sunday, November 27, 2022

Siswa MTsN 3 Madiun Ciptakan Motif Batik Magersari

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Petani Kecamatan Kebonsari kini memiliki ’’seragam’’ kebesaran. Itu seiring lahirnya motif Magersari ciptaan Nurul Fahma Maulida, siswi MTsN 3 Madiun. Motif tersebut terinspirasi lingkungan pondok pesantren (ponpes) yang dikelilingi hamparan lahan pertanian warga setempat.

Nurul menjelaskan, ada sembilan unsur yang membentuk motif batik Magersari. Yakni, kain nila dari tanaman Indigofera yang merupakan salah satu tumbuhan khas Kabupaten Madiun. Kemudian, hiasan motif jagung, bunga mangga, gembrung, kue manco, kunyit, atap sirap joglo Mangunarso, bunga soka, Pendapa Muda Graha, dan logo Kampung Pesilat. ‘’Sengaja menonjolkan kekhasan Kebonsari,’’ ujar Nurul, Sabtu (24/9).

Nurul mengungkapkan, ide menciptakan motif Magersari muncul saat hendak mengikuti program Madrasah Young Research (Myres) 2022 di madrasahnya. Setelah melakukan riset, dia memilih membuat batik tulis yang mengangkat unsur daerah setempat.

Baca Juga :  Hanya Tiga Motif Batik Asal Kabupaten Madiun yang Kantongi Hak Cipta

Siswa kelas IX itu lantas menggandeng delapan temannya yang tergabung dalam ekstrakurikuler batik untuk membuat motif Magersari. ‘’Pembuatan desain kurang lebih tiga jam dengan masukan para guru pembina ekstra,’’ ujar warga Desa Purworejo, Geger, tersebut.

Nurul mengakui bahwa pembuatan batik itu memakan waktu cukup lama lantaran dikerjakan di sela kesibukan belajarnya. Proses nyanting, misalnya, mencapai seminggu. ‘’Ini sedang proses ikut lomba batik tingkat Jawa Timur mewakili Kabupaten Madiun. Akhir bulan ini pengumumannya,’’ imbuh Nurul. (mg3/c1/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Petani Kecamatan Kebonsari kini memiliki ’’seragam’’ kebesaran. Itu seiring lahirnya motif Magersari ciptaan Nurul Fahma Maulida, siswi MTsN 3 Madiun. Motif tersebut terinspirasi lingkungan pondok pesantren (ponpes) yang dikelilingi hamparan lahan pertanian warga setempat.

Nurul menjelaskan, ada sembilan unsur yang membentuk motif batik Magersari. Yakni, kain nila dari tanaman Indigofera yang merupakan salah satu tumbuhan khas Kabupaten Madiun. Kemudian, hiasan motif jagung, bunga mangga, gembrung, kue manco, kunyit, atap sirap joglo Mangunarso, bunga soka, Pendapa Muda Graha, dan logo Kampung Pesilat. ‘’Sengaja menonjolkan kekhasan Kebonsari,’’ ujar Nurul, Sabtu (24/9).

Nurul mengungkapkan, ide menciptakan motif Magersari muncul saat hendak mengikuti program Madrasah Young Research (Myres) 2022 di madrasahnya. Setelah melakukan riset, dia memilih membuat batik tulis yang mengangkat unsur daerah setempat.

Baca Juga :  Sulit Tentukan Standarisasi Harga Jual Porang

Siswa kelas IX itu lantas menggandeng delapan temannya yang tergabung dalam ekstrakurikuler batik untuk membuat motif Magersari. ‘’Pembuatan desain kurang lebih tiga jam dengan masukan para guru pembina ekstra,’’ ujar warga Desa Purworejo, Geger, tersebut.

Nurul mengakui bahwa pembuatan batik itu memakan waktu cukup lama lantaran dikerjakan di sela kesibukan belajarnya. Proses nyanting, misalnya, mencapai seminggu. ‘’Ini sedang proses ikut lomba batik tingkat Jawa Timur mewakili Kabupaten Madiun. Akhir bulan ini pengumumannya,’’ imbuh Nurul. (mg3/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/