23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Tepat Sasaran Tepat Manfaat, Dewan Sarankan BLT BBM dalam Bentuk Barang

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Legislatif wanti-wanti langkah eksekutif terkait bantuan langsung tunai (BLT) dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pengalokasian anggaran hasil Perubahan APBD (P-APBD) 2022 harus tepat sasaran. ‘’Kami sarankan, kalau bisa diberikan berupa barang,’’ kata Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono, Sabtu (24/9).

Alasannya, calon penerima BLT BBM tersebut berasal dari berbagai kalangan dan usia. Yakni, disabilitas, yatim piatu, dan lansia. ‘’Misal yang menerima anak yatim, biar tidak digunakan untuk yang kurang perlu. Seperti beli pulsa, misalnya,’’ ujarnya.

Tepat sasaran bukan cuma soal mereka yang memang berhak mendapatkan. Namun, pemanfaatannya juga perlu diperhatikan. Sehingga, maksud dan tujuan tercapai. ‘’Kemarin itu, dinsos (dinas sosial) kami kasih anggaran untuk penanganan inflasi akibat kenaikan BBM. Memang mau tunai, tapi kami sarankan lebih teliti lagi agar tidak salah sasaran atau peruntukannya,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Bupati Aji Pantau Penyaluran BLT BBM, Penyaluran Bantuan Harus Tepat Sasaran

Fery mengungkapkan, bantuan merupakan salah satu kegiatan konkret untuk sektor perekonomain akhir tahun ini. Calon penerimanya adalah yang belum mendapatkan bantuan dari pusat maupun dana desa (DD). ‘’Terkait kenaikan BBM itu, bagaimana nanti inflasi Kabupaten Madiun bisa di bawah nasional,’’ ungkapnya.

Diketahui, dinsos bertanggung jawab atas anggaran bantuan Rp 3 miliar itu. Saat ini, pihak kecamatan dan desa tengah menjaring nama-nama calon penerimanya. Rencananya, bantuan menyasar 7.000 warga. Tiap penerima bakal mendapat Rp 150 ribu per bulan selama tiga kali, Oktober sampai Desember. ‘’Segala sesuatu mengenai bantuan itu harus betul-betul dipantau, agar tepat sasaran dan memberi dampak positif sesuai maksud dan tujuan,’’ tuturnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Legislatif wanti-wanti langkah eksekutif terkait bantuan langsung tunai (BLT) dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pengalokasian anggaran hasil Perubahan APBD (P-APBD) 2022 harus tepat sasaran. ‘’Kami sarankan, kalau bisa diberikan berupa barang,’’ kata Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono, Sabtu (24/9).

Alasannya, calon penerima BLT BBM tersebut berasal dari berbagai kalangan dan usia. Yakni, disabilitas, yatim piatu, dan lansia. ‘’Misal yang menerima anak yatim, biar tidak digunakan untuk yang kurang perlu. Seperti beli pulsa, misalnya,’’ ujarnya.

Tepat sasaran bukan cuma soal mereka yang memang berhak mendapatkan. Namun, pemanfaatannya juga perlu diperhatikan. Sehingga, maksud dan tujuan tercapai. ‘’Kemarin itu, dinsos (dinas sosial) kami kasih anggaran untuk penanganan inflasi akibat kenaikan BBM. Memang mau tunai, tapi kami sarankan lebih teliti lagi agar tidak salah sasaran atau peruntukannya,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  P-APBD Magetan Digedok, Bantuan PPKS Segera Cair

Fery mengungkapkan, bantuan merupakan salah satu kegiatan konkret untuk sektor perekonomain akhir tahun ini. Calon penerimanya adalah yang belum mendapatkan bantuan dari pusat maupun dana desa (DD). ‘’Terkait kenaikan BBM itu, bagaimana nanti inflasi Kabupaten Madiun bisa di bawah nasional,’’ ungkapnya.

Diketahui, dinsos bertanggung jawab atas anggaran bantuan Rp 3 miliar itu. Saat ini, pihak kecamatan dan desa tengah menjaring nama-nama calon penerimanya. Rencananya, bantuan menyasar 7.000 warga. Tiap penerima bakal mendapat Rp 150 ribu per bulan selama tiga kali, Oktober sampai Desember. ‘’Segala sesuatu mengenai bantuan itu harus betul-betul dipantau, agar tepat sasaran dan memberi dampak positif sesuai maksud dan tujuan,’’ tuturnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru