alexametrics
27 C
Madiun
Friday, May 27, 2022

Awasi Titik Rawan Kerumunan

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun, TNI, dan Polri bakal kembali sibuk mengantisipasi persebaran Omicron, varian baru Covid-19, di daerah ini. Titik rawan kerumunan masyarakat bakal diawasi lewat operasi gabungan. ‘’Ini tidak sekadar operasi,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami, Selasa (25/1).

Penegasan itu disampaikan Kaji Mbing, sapaan bupati, usai apel gelar pasukan operasi Patroli Motor Penegakan Protokol Kesehatan di Masyarakat (Pamor Keris) di Mapolres Madiun. Menurut dia, surveilans genomik menjadi fokus operasi tersebut. Preventif dan preemtif dikedepankan. 

Sasarannya sejumlah lokasi yang berpotensi kerumunan massa, seperti pasar tradisional. Prediksi ledakan kasus Covid-19 Februari dan Maret melatarbelakangi kegiatan tersebut. ‘’Harus punya strategi khusus untuk pengendalian Omicron yang infeksiusnya lima kali lipat,’’ ujarnya.

Kaji Mbing menuturkan, kedisiplinan masyarakat dalam memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan (3M) perlu ditegakkan kembali. Termasuk penguatan testing, tracing, treatment (3T). Itu akan digalakkan lewat operasi gabungan tiga unsur. ‘’Baik pemkab, TNI, maupun Polri, semua menindaklanjuti hasil operasi ini,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Anggaran Terbatas, Pemkab Madiun Ajukan Bantuan Perbaikan Jalan ke Pemprov

Antisipasi persebaran Omicron mencakup berbagai hal. Mulai kedisiplinan prokes sampai penanganan pasien. Pun, karantina dijalankan kepada kontak erat. Kemudian testing dengan cepat. Tracing lagi dan perujukan bila perlu. ‘’Wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi lonjakan langsung dilakukan pengetatan 3M dan penguatan 3T,’’ tegas Kaji Mbing.

Diketahui, kurva kasus Covid-19 di kabupaten ini kembali merangkak naik beberapa pekan terakhir. Kaji Mbing menyebutkan, sudah ada 19 kasus positif aktif. Terkait dugaan kasus Omicron dari belasan kasus aktif itu, dia berdalih masih dalam pemeriksaan laboratorium di Surabaya.

Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo mengungkapkan, operasi gabungan kali ini serupa operasi yustisi sebelumnya. Titik-titik berpotensi kerumunan masyarakat menjadi sasaran. Petugas di lapangan akan lebih dulu mengingatkan ketika ada pelanggaran prokes. ‘’Kalau terlalu fatal akan ditindak tegas,’’ ujarnya. (den/c1/sat)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemkab Madiun, TNI, dan Polri bakal kembali sibuk mengantisipasi persebaran Omicron, varian baru Covid-19, di daerah ini. Titik rawan kerumunan masyarakat bakal diawasi lewat operasi gabungan. ‘’Ini tidak sekadar operasi,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami, Selasa (25/1).

Penegasan itu disampaikan Kaji Mbing, sapaan bupati, usai apel gelar pasukan operasi Patroli Motor Penegakan Protokol Kesehatan di Masyarakat (Pamor Keris) di Mapolres Madiun. Menurut dia, surveilans genomik menjadi fokus operasi tersebut. Preventif dan preemtif dikedepankan. 

Sasarannya sejumlah lokasi yang berpotensi kerumunan massa, seperti pasar tradisional. Prediksi ledakan kasus Covid-19 Februari dan Maret melatarbelakangi kegiatan tersebut. ‘’Harus punya strategi khusus untuk pengendalian Omicron yang infeksiusnya lima kali lipat,’’ ujarnya.

Kaji Mbing menuturkan, kedisiplinan masyarakat dalam memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan (3M) perlu ditegakkan kembali. Termasuk penguatan testing, tracing, treatment (3T). Itu akan digalakkan lewat operasi gabungan tiga unsur. ‘’Baik pemkab, TNI, maupun Polri, semua menindaklanjuti hasil operasi ini,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Empat Tahun Lagi, TPA Kaliabu Mejayan Overload

Antisipasi persebaran Omicron mencakup berbagai hal. Mulai kedisiplinan prokes sampai penanganan pasien. Pun, karantina dijalankan kepada kontak erat. Kemudian testing dengan cepat. Tracing lagi dan perujukan bila perlu. ‘’Wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi lonjakan langsung dilakukan pengetatan 3M dan penguatan 3T,’’ tegas Kaji Mbing.

Diketahui, kurva kasus Covid-19 di kabupaten ini kembali merangkak naik beberapa pekan terakhir. Kaji Mbing menyebutkan, sudah ada 19 kasus positif aktif. Terkait dugaan kasus Omicron dari belasan kasus aktif itu, dia berdalih masih dalam pemeriksaan laboratorium di Surabaya.

Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo mengungkapkan, operasi gabungan kali ini serupa operasi yustisi sebelumnya. Titik-titik berpotensi kerumunan masyarakat menjadi sasaran. Petugas di lapangan akan lebih dulu mengingatkan ketika ada pelanggaran prokes. ‘’Kalau terlalu fatal akan ditindak tegas,’’ ujarnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/