alexametrics
24.5 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Agar Kaum Difabel Produktif, Pria Asal Madiun Ini Produksi Kaki-Tangan Palsu

WONOASRI, Jawa Pos Radar Madiun – Fauzul Baddaroddin layak disebut pahlawan bagi kaum difabel. Itu berkat kepeduliannya membantu mereka agar bisa lebih produktif dengan membuat kaki dan tangan palsu alias prostesis. ”Sudah sejak 2011 saya bikin kaki maupun tangan tiruan,” kata Fauzul, Jumat (25/3).

Pengguna prostesis buatan Fauzul umumnya pasien yang tangan atau kakinya diamputasi akibat kecelakaan maupun penyakit tertentu. ”Saya baru buka praktik sendiri empat bulan lalu, sebelumnya ikut instansi,’’ ujar warga Jalan Parikesit, Klitik, Wonoasri, tersebut.

Proses pembuatan prostesis melalui beberapa tahapan. Dimulai dari pengukuran bagian tubuh pasien secara langsung. Setelah itu, dicetak menggunakan gips. Kemudian, hasil cetakan dibawa pulang untuk disempurnakan.

Baca Juga :  Pilih Berhenti Sementara, Penjual Gorengan Nyentrik yang Videonya Viral

Penyempurnaan itu meliputi berbagai aspek, mulai panjang, berat, hingga warna kulit. Tahapan berikutnya menambahkan spons untuk menggabungkan kulit kaki asli dengan kulit kaki palsu buatannya. ‘’Terakhir finishing,’’ kata Fauzul. ”Pengerjaan dari awal sampai selesai biasanya butuh waktu tiga hari,’’ sebutnya.

Belakangan Fauzul menggagas program prostesis gratis bagi warga kurang mampu. Dia menggandeng Baznas Kabupaten Madiun untuk memberikan bantuan kaki maupun tangan palsu kepada mereka yang membutuhkan secara cuma-cuma. ”Setelah klinik satu tahun buka akan kami berikan gratis bagi warga kurang mampu,” pungkasnya. (tr2/c1/isd/her)

WONOASRI, Jawa Pos Radar Madiun – Fauzul Baddaroddin layak disebut pahlawan bagi kaum difabel. Itu berkat kepeduliannya membantu mereka agar bisa lebih produktif dengan membuat kaki dan tangan palsu alias prostesis. ”Sudah sejak 2011 saya bikin kaki maupun tangan tiruan,” kata Fauzul, Jumat (25/3).

Pengguna prostesis buatan Fauzul umumnya pasien yang tangan atau kakinya diamputasi akibat kecelakaan maupun penyakit tertentu. ”Saya baru buka praktik sendiri empat bulan lalu, sebelumnya ikut instansi,’’ ujar warga Jalan Parikesit, Klitik, Wonoasri, tersebut.

Proses pembuatan prostesis melalui beberapa tahapan. Dimulai dari pengukuran bagian tubuh pasien secara langsung. Setelah itu, dicetak menggunakan gips. Kemudian, hasil cetakan dibawa pulang untuk disempurnakan.

Baca Juga :  Badrun Menahun Jadi Tukang Jahit Keliling

Penyempurnaan itu meliputi berbagai aspek, mulai panjang, berat, hingga warna kulit. Tahapan berikutnya menambahkan spons untuk menggabungkan kulit kaki asli dengan kulit kaki palsu buatannya. ‘’Terakhir finishing,’’ kata Fauzul. ”Pengerjaan dari awal sampai selesai biasanya butuh waktu tiga hari,’’ sebutnya.

Belakangan Fauzul menggagas program prostesis gratis bagi warga kurang mampu. Dia menggandeng Baznas Kabupaten Madiun untuk memberikan bantuan kaki maupun tangan palsu kepada mereka yang membutuhkan secara cuma-cuma. ”Setelah klinik satu tahun buka akan kami berikan gratis bagi warga kurang mampu,” pungkasnya. (tr2/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/