alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Minim Pasokan, Harga Tomat Naik Dua Kali Lipat di Madiun

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Harga tomat naik drastis. Bukan lantaran kaya vitamin C sehingga diburu masyarakat di masa pandemi untuk meningkatkan imun. Tapi, lantaran pasokan komoditas itu minim. ‘’Tomat sekarang mahal, harga terus naik sejak sekitar satu minggu lalu,’’ kata Silviana Normah, seorang pedagang di Pasar Sayur Caruban, Minggu (25/7).

Normah mengungkapkan, harga saat ini mencapai Rp 16 ribu per kilogram. Itu dua kali lipat dibanding harga normal Rp 8.000 per kilogram. Pedagang asli Caruban itu tak banyak tahu mengapa harga tomat naik. ‘’Yang jelas, barangnya (tomat) saat ini sedikit sekali. Kulakan tidak bisa banyak,’’ ujar perempuan 22 tahun itu.

Baca Juga :  Mudik Lebaran, Polres Madiun Tiadakan Penyekatan atau Pembatasan

Naiknya harga tomat diamini Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun. Dinas ini juga mencatat harga mulai naik sejak sepekan lalu. ‘’Karena barang tidak ada. Petani gagal panen karena faktor cuaca,’’ ungkap Kabid Perdagangan Disperdakop-UM Kabupaten Madiun Toni Eko Prasetyo. (den/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Harga tomat naik drastis. Bukan lantaran kaya vitamin C sehingga diburu masyarakat di masa pandemi untuk meningkatkan imun. Tapi, lantaran pasokan komoditas itu minim. ‘’Tomat sekarang mahal, harga terus naik sejak sekitar satu minggu lalu,’’ kata Silviana Normah, seorang pedagang di Pasar Sayur Caruban, Minggu (25/7).

Normah mengungkapkan, harga saat ini mencapai Rp 16 ribu per kilogram. Itu dua kali lipat dibanding harga normal Rp 8.000 per kilogram. Pedagang asli Caruban itu tak banyak tahu mengapa harga tomat naik. ‘’Yang jelas, barangnya (tomat) saat ini sedikit sekali. Kulakan tidak bisa banyak,’’ ujar perempuan 22 tahun itu.

Baca Juga :  Persinga Ngawi Saatnya Tentukan Nasib

Naiknya harga tomat diamini Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun. Dinas ini juga mencatat harga mulai naik sejak sepekan lalu. ‘’Karena barang tidak ada. Petani gagal panen karena faktor cuaca,’’ ungkap Kabid Perdagangan Disperdakop-UM Kabupaten Madiun Toni Eko Prasetyo. (den/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/