alexametrics
23.8 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

ASN Tidak Disiplin, Punishment Ditegakkan

FONDASI kedisiplinan Aparatur Sipil Negara Pemkab Madiun rapuh. Untuk itu, Bupati Madiun Ahmad Dawami-Wakil Bupati (Wabup) Hari Wuryanto bakal fokus membenahi internal birokrasinya. Itu disinggung wabup dalam paparan refleksi satu tahun pemerintahannya di Pendopo Ronggo Djoemeno Puspem Caruban Selasa (24/9). ‘’Saya lihat kedisiplinan masih kurang,’’ kata Hari Wur, sapaan Hari Wuryanto, di hadapan ratusan ASN eselon II hingga IV.

Meski tidak membeber data, Hari Wur mengklaim mengetahui sikap tidak disiplin sejumlah ASN. Paling sering tidak patuh jam datang dan pulang kantor. Hasil interaksi, wabup menerima jawaban yang sejatinya tidak bisa ditoleransi. Seperti alasan masih dalam perjalanan atau mandi. Padahal, kedisiplinan bisa membantu memperoleh penghargaan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan (SAKIP) predikat AA. ‘’Kami berharap kedisiplinan dalam tugas apa pun,’’ pintanya.

Sikap tidak terpuji itu terlihat dalam pertemuan kemarin. Belasan ASN tiba-tiba meninggalkan pendopo saat hiburan berlangsung. Bupati yang mengetahui hal itu lantas meminta petugas satpol PP memanggil mereka untuk kembali. Pasalnya, kendati acara pemaparan telah selesai, hiburan itu bagian rangkaian refleksi. Sengaja dikemas sebagai kesempatan ASN berkumpul menjaga kebersamaan. ‘’Kebersamaan harus selalu diupayakan. Entah pertemuan kerja atau bukan dan acara dinas formal atau nonformal,’’ kata Kaji Mbing, sapaan bupati.

Baca Juga :  21 Karya Batik Storytelling Diajukan ke Pemkab Madiun

Dia menyatakan, pembentukan fondasi birokrasi pemerintahannya telah berjalan cukup baik. Ditandai kerja para ASN menghasilkan sejumlah capaian apik. Namun, evaluasi dan peningkatan perlu dilakukan. Salah satunya kedisiplinan dan etika. Itu penting sebagai pijakan ke depan. ‘’Perbaikan itu harus dari kesadaran masing-masing ASN. Memahami bahwa bekerja amanah yang ditunggu masyarakat,’’ ujarnya.

Apalagi, kedisiplinan bagian penilaian ASN. Bukan hanya jam kerja, melainkan tugas sehari-hari. Kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga kepala puskesmas diminta memperhatikan betul perilaku anak buahnya di kantor. ‘’Internal harus kuat dan kompak,’’ tegasnya.

Kaji Mbing menyebut, bakal ada perubahan inspeksi mendadak (sidak). Bila tahun pertama kunjungannya sekadar ”bermain”. Tanpa punishment ketika mendapati ASN tidak disiplin. Untuk tahun kedua sudah tidak berlaku lagi. ‘’Sengaja belum ada punishment untuk menghindari stigma bahwa saya tidak suka ASN tertentu,’’ ungkapnya.

Sidak bakal dilakukan tanpa mengenal jam kerja untuk instansi tertentu. Pemkab telah menyiapkan form khusus untuk mengakomodasi konsekuensi ASN yang tidak tertib. ‘’Tim sidak resmi dipimpin wabup dan sekda,’’ jelasnya. (cor/c1/sat)

FONDASI kedisiplinan Aparatur Sipil Negara Pemkab Madiun rapuh. Untuk itu, Bupati Madiun Ahmad Dawami-Wakil Bupati (Wabup) Hari Wuryanto bakal fokus membenahi internal birokrasinya. Itu disinggung wabup dalam paparan refleksi satu tahun pemerintahannya di Pendopo Ronggo Djoemeno Puspem Caruban Selasa (24/9). ‘’Saya lihat kedisiplinan masih kurang,’’ kata Hari Wur, sapaan Hari Wuryanto, di hadapan ratusan ASN eselon II hingga IV.

Meski tidak membeber data, Hari Wur mengklaim mengetahui sikap tidak disiplin sejumlah ASN. Paling sering tidak patuh jam datang dan pulang kantor. Hasil interaksi, wabup menerima jawaban yang sejatinya tidak bisa ditoleransi. Seperti alasan masih dalam perjalanan atau mandi. Padahal, kedisiplinan bisa membantu memperoleh penghargaan sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan (SAKIP) predikat AA. ‘’Kami berharap kedisiplinan dalam tugas apa pun,’’ pintanya.

Sikap tidak terpuji itu terlihat dalam pertemuan kemarin. Belasan ASN tiba-tiba meninggalkan pendopo saat hiburan berlangsung. Bupati yang mengetahui hal itu lantas meminta petugas satpol PP memanggil mereka untuk kembali. Pasalnya, kendati acara pemaparan telah selesai, hiburan itu bagian rangkaian refleksi. Sengaja dikemas sebagai kesempatan ASN berkumpul menjaga kebersamaan. ‘’Kebersamaan harus selalu diupayakan. Entah pertemuan kerja atau bukan dan acara dinas formal atau nonformal,’’ kata Kaji Mbing, sapaan bupati.

Baca Juga :  Jelang Porprov Jatim, Cabor Muaythai Merasa Minim Support

Dia menyatakan, pembentukan fondasi birokrasi pemerintahannya telah berjalan cukup baik. Ditandai kerja para ASN menghasilkan sejumlah capaian apik. Namun, evaluasi dan peningkatan perlu dilakukan. Salah satunya kedisiplinan dan etika. Itu penting sebagai pijakan ke depan. ‘’Perbaikan itu harus dari kesadaran masing-masing ASN. Memahami bahwa bekerja amanah yang ditunggu masyarakat,’’ ujarnya.

Apalagi, kedisiplinan bagian penilaian ASN. Bukan hanya jam kerja, melainkan tugas sehari-hari. Kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga kepala puskesmas diminta memperhatikan betul perilaku anak buahnya di kantor. ‘’Internal harus kuat dan kompak,’’ tegasnya.

Kaji Mbing menyebut, bakal ada perubahan inspeksi mendadak (sidak). Bila tahun pertama kunjungannya sekadar ”bermain”. Tanpa punishment ketika mendapati ASN tidak disiplin. Untuk tahun kedua sudah tidak berlaku lagi. ‘’Sengaja belum ada punishment untuk menghindari stigma bahwa saya tidak suka ASN tertentu,’’ ungkapnya.

Sidak bakal dilakukan tanpa mengenal jam kerja untuk instansi tertentu. Pemkab telah menyiapkan form khusus untuk mengakomodasi konsekuensi ASN yang tidak tertib. ‘’Tim sidak resmi dipimpin wabup dan sekda,’’ jelasnya. (cor/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/