27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Mobil Listrik Jadi Kendaraan Dinas, Pemkab Madiun Masih Wait and See

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kabar seputar rencana pemerintah pusat terkait penggunaan kendaraan listrik untuk operasional kedinasaan di daerah santer terdengar. Meski begitu, Pemkab Madiun sejauh ini masih cenderung wait and see. ‘’Mengenai kendaraan listrik itu kami baru sebatas mikir-mikir,’’ kata Sekdakab Madiun Tontro Pahlawanto, Minggu (25/9).

Menurut dia, pemkab bukan tidak setuju dengan rencana tersebut. Namun, daerah saat ini belum bisa menindaklanjuti lantaran belum ada regulasi yang dapat dijadikan pegangan. ‘’Pedoman sebelumnya kan berdasarkan cc. Kalau beralih ke listrik tentu perlu penyesuaian,’’ ujarnya.

Masih ada jalan panjang terkait rencana penggunaan kendaraan listrik untuk aktivitas kedinasan. Sebab, sejumlah hal dari berbagai aspek juga perlu diperhatikan. Tak terkecuali dengan kesiapan daerah. ‘’Kalau nanti daerah diwajibkan pengadaan kendaraan listrik, akan ditindaklanjuti,’’ tegas Tontro.

Baca Juga :  Halte Bus di Kabupaten Madiun ”Dibiarkan” Kotor Tak Terawat

Disinggung kondisi akses jalan di daerah yang dinilai tidak tepat untuk kendaraan listrik, Tontro menjawab diplomatis. Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik lebih ke pemberian contoh kepada masyarakat. ‘’Ke depan, saat situasi BBM naik ada alternatif kendaraan yang bisa dipakai,’’ pungkasnya. (den/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kabar seputar rencana pemerintah pusat terkait penggunaan kendaraan listrik untuk operasional kedinasaan di daerah santer terdengar. Meski begitu, Pemkab Madiun sejauh ini masih cenderung wait and see. ‘’Mengenai kendaraan listrik itu kami baru sebatas mikir-mikir,’’ kata Sekdakab Madiun Tontro Pahlawanto, Minggu (25/9).

Menurut dia, pemkab bukan tidak setuju dengan rencana tersebut. Namun, daerah saat ini belum bisa menindaklanjuti lantaran belum ada regulasi yang dapat dijadikan pegangan. ‘’Pedoman sebelumnya kan berdasarkan cc. Kalau beralih ke listrik tentu perlu penyesuaian,’’ ujarnya.

Masih ada jalan panjang terkait rencana penggunaan kendaraan listrik untuk aktivitas kedinasan. Sebab, sejumlah hal dari berbagai aspek juga perlu diperhatikan. Tak terkecuali dengan kesiapan daerah. ‘’Kalau nanti daerah diwajibkan pengadaan kendaraan listrik, akan ditindaklanjuti,’’ tegas Tontro.

Baca Juga :  Halte Bus di Kabupaten Madiun ”Dibiarkan” Kotor Tak Terawat

Disinggung kondisi akses jalan di daerah yang dinilai tidak tepat untuk kendaraan listrik, Tontro menjawab diplomatis. Menurutnya, penggunaan kendaraan listrik lebih ke pemberian contoh kepada masyarakat. ‘’Ke depan, saat situasi BBM naik ada alternatif kendaraan yang bisa dipakai,’’ pungkasnya. (den/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/