27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Stok Blangko E-KTP Sisa Seribu Lembar, Disdukcapil Kabupaten Madiun Klaim Aman

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Persediaan blangko KTP elektronik (e-KTP) menipis. Kendati demikian, dinas terkait menjamin tidak akan mengganggu proses pencetakan. ‘’Memang tidak banyak, tapi masih aman,’’ kata Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Madiun Gatot Subono, Jumat (25/9).

Gatot menyebutkan, stok blangko e-KTP saat ini tersisa sekitar 1.000 lembar. Sementara, kebutuhan setiap hari di kisaran 100-200. Menurut penghitungannya, persediaan itu masih mencukupi hingga datangnya tambahan blangko dari pusat. ‘’Selalu kami pantau. Jika tinggal 500 lembar, langsung kami ajukan permintaan kiriman ke pusat,’’ ujarnya.

Dia tidak menampik bahwa ketersediaan blangko e-KTP tidak bisa langsung melimpah. Itu tidak terlapas dari proses pencetakannya yang terpusat. ‘’Wajar jika habis dalam waktu tak lama. Satu orang berpotensi lebih dari tiga kali mencetak e-KTP karena pergantian data diri, status, maupun hilang,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  10 Tahun Rusunawa Dikelola Pemkab Madiun tanpa Perda

Cepat habisnya stok blangko e-KTP di daerah juga dipengaruhi minimnya kiriman dari pusat. ‘’Misalnya kami ajukan permintaan sebanyak 10 ribu lembar, tapi yang datang hanya 2 ribu,’’ imbuh Gatot.

Meski stok blangko e-KTP sering menipis, Gatot mengklaim pihaknya tidak sampai memberikan surat keterangan pengganti kepada pemohon. ‘’Kami usahakan bagaimanapun caranya saat jam pelayanan buka, stok blangko e-KTP cukup dan warga terlayani dengan baik,’’ pungkasnya. (mg3/c1/isd)

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Persediaan blangko KTP elektronik (e-KTP) menipis. Kendati demikian, dinas terkait menjamin tidak akan mengganggu proses pencetakan. ‘’Memang tidak banyak, tapi masih aman,’’ kata Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Madiun Gatot Subono, Jumat (25/9).

Gatot menyebutkan, stok blangko e-KTP saat ini tersisa sekitar 1.000 lembar. Sementara, kebutuhan setiap hari di kisaran 100-200. Menurut penghitungannya, persediaan itu masih mencukupi hingga datangnya tambahan blangko dari pusat. ‘’Selalu kami pantau. Jika tinggal 500 lembar, langsung kami ajukan permintaan kiriman ke pusat,’’ ujarnya.

Dia tidak menampik bahwa ketersediaan blangko e-KTP tidak bisa langsung melimpah. Itu tidak terlapas dari proses pencetakannya yang terpusat. ‘’Wajar jika habis dalam waktu tak lama. Satu orang berpotensi lebih dari tiga kali mencetak e-KTP karena pergantian data diri, status, maupun hilang,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem, BPBD Kabupaten Madiun Siaga 24 Jam

Cepat habisnya stok blangko e-KTP di daerah juga dipengaruhi minimnya kiriman dari pusat. ‘’Misalnya kami ajukan permintaan sebanyak 10 ribu lembar, tapi yang datang hanya 2 ribu,’’ imbuh Gatot.

Meski stok blangko e-KTP sering menipis, Gatot mengklaim pihaknya tidak sampai memberikan surat keterangan pengganti kepada pemohon. ‘’Kami usahakan bagaimanapun caranya saat jam pelayanan buka, stok blangko e-KTP cukup dan warga terlayani dengan baik,’’ pungkasnya. (mg3/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/