alexametrics
24 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

21 Desa di Kabupaten Madiun Terdampak Banjir

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun sulit terlepas dari banjir setiap musim penghujan. Terbaru, banjir merendam beberapa wilayah Kamis malam (23/12) hingga Jumat pagi kemarin (24/12). ‘’Total 388 KK (kepala keluarga, Red) terdampak banjir,’’ kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Muhamad Zahrowi.

Banjir menggenangi sebagian wilayah 21 desa di lima kecamatan. Ketinggian air beragam mulai 10 sentimeter sampai 150 sentimeter. Dampaknya, merendam akses jalan hingga masuk rumah warga. ‘’Hasil pendataan, paling parah di Desa Kaliabu, Mejayan. Ketinggian air mencapai 1,5 meter,’’ ungkapnya, Sabtu (25/12).

Zahrowi menyebutkan, banjir disebabkan hujan intensitas sedang sampai lebat di seluruh wilayah kabupaten ini. Hujan berlangsung sejak pukul 16.00 sampai 22.00 atau enam jam. Kendati demikian, tidak ada warga yang sampai mengungsi. ‘’Di beberapa titik sudah mulai surut pada malam maupun dini hari. Di Desa Kaliabu mulai surut pukul 21.00,’’ terangnya.

Baca Juga :  Penyampaian Visi-Misi Hanya Diikuti 50 Cakades

Namun, tidak demikian dengan sejumlah wilayah desa di Kecamatan Balerejo. Hingga kemarin pagi masih kebanjiran. ‘’Beberapa titik yang masih banjir itu mayoritas menggenangi jalan,’’ ujarnya. (den/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun sulit terlepas dari banjir setiap musim penghujan. Terbaru, banjir merendam beberapa wilayah Kamis malam (23/12) hingga Jumat pagi kemarin (24/12). ‘’Total 388 KK (kepala keluarga, Red) terdampak banjir,’’ kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Muhamad Zahrowi.

Banjir menggenangi sebagian wilayah 21 desa di lima kecamatan. Ketinggian air beragam mulai 10 sentimeter sampai 150 sentimeter. Dampaknya, merendam akses jalan hingga masuk rumah warga. ‘’Hasil pendataan, paling parah di Desa Kaliabu, Mejayan. Ketinggian air mencapai 1,5 meter,’’ ungkapnya, Sabtu (25/12).

Zahrowi menyebutkan, banjir disebabkan hujan intensitas sedang sampai lebat di seluruh wilayah kabupaten ini. Hujan berlangsung sejak pukul 16.00 sampai 22.00 atau enam jam. Kendati demikian, tidak ada warga yang sampai mengungsi. ‘’Di beberapa titik sudah mulai surut pada malam maupun dini hari. Di Desa Kaliabu mulai surut pukul 21.00,’’ terangnya.

Baca Juga :  Pelaku Tabrak Lari di Tol Madiun Tertangkap, Pecahan Spion Jadi Petunjuk

Namun, tidak demikian dengan sejumlah wilayah desa di Kecamatan Balerejo. Hingga kemarin pagi masih kebanjiran. ‘’Beberapa titik yang masih banjir itu mayoritas menggenangi jalan,’’ ujarnya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/