alexametrics
23.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Piutang PBB-P2 Kabupaten Madiun Tahun Lalu Capai Rp 1,5 M

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Madiun sisakan piutang 2021 lalu. Kendati demikian, pemkab setempat berani mematok target lebih tinggi 2022 ini. ‘’Target PPB-P2 tahun ini Rp 25,5 miliar,’’ kata Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun Ari Nursurahmat, Sabtu (26/2).

Target dinaikkan Rp 1,5 miliar. Menurut Ari, peningkatan itu merupakan tanggung jawab bapenda. Percepatan bakal dilakukan untuk menuntaskannya. Antara lain penyiapan surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT). ‘’Sampai saat ini SPPT sudah jadi 80 persen, akan langsung didistribusikan ke WP (wajib pajak) setelah selesai,’’ ujarnya.

Tahun ini, lanjut dia, bakal penuh tantangan. Sebab, berbagai kendala tahun-tahun sebelumnya juga harus diselesaikan. Seperti masalah SPPT dobel serta kejelasan status objek pajak karena alih fungsi menjadi fasilitas umum. Pun, dilakukan inventarisasi pemutakhiran data. ‘’Hasilnya untuk PPB-P2 tahun depan agar lebih maksimal,’’ terangnya.

Baca Juga :  Terdampak Pandemi Covid-19, Angka Kemiskinan di Kabupaten Madiun Naik

Pemutakhiran data juga untuk menentukan besaran nilai pajak. Hal tersebut dilakukan agar target PPB-P2 di tahun berjalan terealisasi 100 persen. ‘’Misal masih ada kendala, kami berkomitmen untuk menyelesaikan di tahun selanjutnya. Seperti terhadap sejumlah piutang tahun lalu,’’ ungkap Ari.

Ari mengatakan, target PBB-P2 2021 lalu Rp 24 miliar. Hingga tutup tahun hanya terkumpul Rp 21,4 miliar. Alhasil, masih ada piutang sekitar Rp 2,6 miliar. Pihaknya coba menagih sejak Januari lalu. Hasilnya, sudah terbayar Rp 1,1 miliar. ‘’Jadi, masih ada piutang sekitar Rp 1,5 miliar,’’ sebutnya.

Ari menegaskan, sisa piutang PBB-P2 tahun lalu bakal segera diselesaikan. Kalau tidak, WP juga bakal kena imbas. Sebab, ada denda dua persen dari nominal pajak. Denda bakal berlipat karena persentase berlaku per bulan. ‘’Supaya tuntas, akan dilakukan penarikan piutang tahun lalu door-to-door tahun ini,’’ tuturnya. (den/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) Kabupaten Madiun sisakan piutang 2021 lalu. Kendati demikian, pemkab setempat berani mematok target lebih tinggi 2022 ini. ‘’Target PPB-P2 tahun ini Rp 25,5 miliar,’’ kata Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun Ari Nursurahmat, Sabtu (26/2).

Target dinaikkan Rp 1,5 miliar. Menurut Ari, peningkatan itu merupakan tanggung jawab bapenda. Percepatan bakal dilakukan untuk menuntaskannya. Antara lain penyiapan surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT). ‘’Sampai saat ini SPPT sudah jadi 80 persen, akan langsung didistribusikan ke WP (wajib pajak) setelah selesai,’’ ujarnya.

Tahun ini, lanjut dia, bakal penuh tantangan. Sebab, berbagai kendala tahun-tahun sebelumnya juga harus diselesaikan. Seperti masalah SPPT dobel serta kejelasan status objek pajak karena alih fungsi menjadi fasilitas umum. Pun, dilakukan inventarisasi pemutakhiran data. ‘’Hasilnya untuk PPB-P2 tahun depan agar lebih maksimal,’’ terangnya.

Baca Juga :  Tagih Janji PT GWI, Warga Ngampel Tuntut Pembangunan Irigasi 

Pemutakhiran data juga untuk menentukan besaran nilai pajak. Hal tersebut dilakukan agar target PPB-P2 di tahun berjalan terealisasi 100 persen. ‘’Misal masih ada kendala, kami berkomitmen untuk menyelesaikan di tahun selanjutnya. Seperti terhadap sejumlah piutang tahun lalu,’’ ungkap Ari.

Ari mengatakan, target PBB-P2 2021 lalu Rp 24 miliar. Hingga tutup tahun hanya terkumpul Rp 21,4 miliar. Alhasil, masih ada piutang sekitar Rp 2,6 miliar. Pihaknya coba menagih sejak Januari lalu. Hasilnya, sudah terbayar Rp 1,1 miliar. ‘’Jadi, masih ada piutang sekitar Rp 1,5 miliar,’’ sebutnya.

Ari menegaskan, sisa piutang PBB-P2 tahun lalu bakal segera diselesaikan. Kalau tidak, WP juga bakal kena imbas. Sebab, ada denda dua persen dari nominal pajak. Denda bakal berlipat karena persentase berlaku per bulan. ‘’Supaya tuntas, akan dilakukan penarikan piutang tahun lalu door-to-door tahun ini,’’ tuturnya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/