alexametrics
31 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Agrowisata Sambung Tuwuh Mulai Curi Perhatian

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ada spot wisata baru di Kabupaten Madiun. Samirin, warga Desa Kedondong, Kebonsari, menyulap lahan sawah miliknya seluas 3.300 meter persegi di desa setempat menjadi kawasan agrowisata yang diberi nama Sambung Tuwuh.

Kini, lahan tersebut berubah hamparan berbagai pepohonan, buah-buahan, dan bunga. Mulai jambu air, jambu kristal, pisang, belimbing, alpukat, hingga anggur ada di sana. ”Ini murni inisiatif saya pribadi,’’ ujar Samirin, Sabtu (26/3).

Selain aneka tanaman, agrowisata itu juga dilengkapi wahana permainan anak, kolam renang, dan beberapa spot foto. ‘’Beberapa pejabat seperti bupati dan Kadisparpora sudah pernah ke sini,’’ ungkapnya. ‘’Banyak juga pengunjung dari luar daerah seperti Magetan dan Tulungagung,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Diskominfo Kabupaten Madiun Beri Stempel Hoax Puluhan Berita Palsu

Ide membangun agrowisata itu bermula saat Samirin bekerja di Jakarta. Kala itu dia sempat melihat empang milik bosnya disulap menjadi objek wisata. Nah, ketika pulang merantau dari ibu kota pada pertengahan 2019 lalu, muncul gagasannya menyulap sawah miliknya menjadi tempat pelesiran.

Awalnya, langkah Samirin itu sempat berbuah tanggapan miring beberapa tetangga. Namun, pria 59 tahun itu bergeming. ”Saya pernah dikatakan gila saat membangun agrowisata ini,’’ kenangnya. (tr2/c1/isd/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ada spot wisata baru di Kabupaten Madiun. Samirin, warga Desa Kedondong, Kebonsari, menyulap lahan sawah miliknya seluas 3.300 meter persegi di desa setempat menjadi kawasan agrowisata yang diberi nama Sambung Tuwuh.

Kini, lahan tersebut berubah hamparan berbagai pepohonan, buah-buahan, dan bunga. Mulai jambu air, jambu kristal, pisang, belimbing, alpukat, hingga anggur ada di sana. ”Ini murni inisiatif saya pribadi,’’ ujar Samirin, Sabtu (26/3).

Selain aneka tanaman, agrowisata itu juga dilengkapi wahana permainan anak, kolam renang, dan beberapa spot foto. ‘’Beberapa pejabat seperti bupati dan Kadisparpora sudah pernah ke sini,’’ ungkapnya. ‘’Banyak juga pengunjung dari luar daerah seperti Magetan dan Tulungagung,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Diskominfo Kabupaten Madiun Beri Stempel Hoax Puluhan Berita Palsu

Ide membangun agrowisata itu bermula saat Samirin bekerja di Jakarta. Kala itu dia sempat melihat empang milik bosnya disulap menjadi objek wisata. Nah, ketika pulang merantau dari ibu kota pada pertengahan 2019 lalu, muncul gagasannya menyulap sawah miliknya menjadi tempat pelesiran.

Awalnya, langkah Samirin itu sempat berbuah tanggapan miring beberapa tetangga. Namun, pria 59 tahun itu bergeming. ”Saya pernah dikatakan gila saat membangun agrowisata ini,’’ kenangnya. (tr2/c1/isd/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/