alexametrics
28.4 C
Madiun
Monday, June 27, 2022

Dewan Desak Pemkab Madiun Lebih Intens Mengantisipasi Sebaran Kasus PMK

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus positif penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Madiun mengundang perhatian kalangan wakil rakyat setempat. Pun, legislatif mendesak pemkab lebih intens melakukan antisipasi. ‘’Jangan sampai kecolongan PMK lagi,’’ kata Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu Widayat, Kamis (26/5).

Ya, ada tiga ekor hewan ternak di Kabupaten Madiun yang positif PMK. Yakni, dua sapi dan satu kambing milik warga Desa Sambirejo, Saradan. Usut punya usut, dua ekor sapi itu baru dibeli dari Ngawi. Beberapa hari kemudian, ternak jatuh sakit.

Si pemilik menghubungi mantri hewan setempat. Ditemukan tanda-tanda menyerupai PMK. Kemudian, sampel diambil dan dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Jogjakarta. Senin (23/5) lalu uji laboratorium selesai dengan hasil positif PMK. ‘’PMK harus disikapi serius, jangan sampai bertambah,’’ tegas Wahyu.

Baca Juga :  Hasil Panen Tanaman Kakao Turun Drastis

Dia berharap, kasus positif PMK tiga ternak itu menjadi yang pertama dan terakhir. Wahyu menekankan, pengawasan terhadap keluar-masuk hewan ternak di Kabupaten Madiun tidak boleh teledor. ‘’Langkah-langkah preventif harus benar-benar dijalankan. Mulai pemberian obat atau suntikan sampai disinfeksi di pasar-pasar hewan,’’ ujarnya.

Selain mendesak eksekutif memaksimalkan antisipasi dan penanganan PMK, wakil rakyat juga meminta masyarakat ikut berperan. Terutama mereka yang memiliki atau memelihara ternak. Mulai menjaga kebersihan hewan maupun kandang hingga rajin memantau kondisi kesehatan dan perkembangan ternaknya. ‘’Masyarakat juga wajib hati-hati saat membeli sapi, apalagi yang dari luar daerah,’’ tandasnya. (den/c1/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus positif penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Madiun mengundang perhatian kalangan wakil rakyat setempat. Pun, legislatif mendesak pemkab lebih intens melakukan antisipasi. ‘’Jangan sampai kecolongan PMK lagi,’’ kata Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu Widayat, Kamis (26/5).

Ya, ada tiga ekor hewan ternak di Kabupaten Madiun yang positif PMK. Yakni, dua sapi dan satu kambing milik warga Desa Sambirejo, Saradan. Usut punya usut, dua ekor sapi itu baru dibeli dari Ngawi. Beberapa hari kemudian, ternak jatuh sakit.

Si pemilik menghubungi mantri hewan setempat. Ditemukan tanda-tanda menyerupai PMK. Kemudian, sampel diambil dan dikirim ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates, Jogjakarta. Senin (23/5) lalu uji laboratorium selesai dengan hasil positif PMK. ‘’PMK harus disikapi serius, jangan sampai bertambah,’’ tegas Wahyu.

Baca Juga :  Kaji Mbing: Setiap Pimpinan Itu Punya Karakter Berbeda

Dia berharap, kasus positif PMK tiga ternak itu menjadi yang pertama dan terakhir. Wahyu menekankan, pengawasan terhadap keluar-masuk hewan ternak di Kabupaten Madiun tidak boleh teledor. ‘’Langkah-langkah preventif harus benar-benar dijalankan. Mulai pemberian obat atau suntikan sampai disinfeksi di pasar-pasar hewan,’’ ujarnya.

Selain mendesak eksekutif memaksimalkan antisipasi dan penanganan PMK, wakil rakyat juga meminta masyarakat ikut berperan. Terutama mereka yang memiliki atau memelihara ternak. Mulai menjaga kebersihan hewan maupun kandang hingga rajin memantau kondisi kesehatan dan perkembangan ternaknya. ‘’Masyarakat juga wajib hati-hati saat membeli sapi, apalagi yang dari luar daerah,’’ tandasnya. (den/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/