alexametrics
27.6 C
Madiun
Wednesday, June 29, 2022

Pasokan Cabai di Madiun Sedikit, Harga Melejit

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kalangan ibu rumah tangga kembali dihadapkan pada kondisi sulit. Kali ini terkait mahalnya harga cabai. Jenis cabai rawit, misalnya, di Pasar Sayur Caruban kini harus ditebus dengan duit Rp 14 ribu untuk seperempat kilogram. ‘’Ini tergolong mahal,’’ kata Marmi, salah seorang pembeli, Kamis (26/5).

Menurut Marmi, biasanya seperempat kilogram cabai rawit cukup ditebus dengan satu lembar 10 ribuan. Pun, dia menilai kenaikan harga kali ini cukup memberatkan. ‘’Tapi, mau bagaimana lagi, namanya kebutuhan sehari-hari tetap saja dibeli,’’ keluhnya.

Purwanto, salah seorang pedagang, mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai rawit terjadi sejak seminggu terakhir secara bertahap. Saat ini, sekilo cabai rawit dibanderol Rp 56 ribu. ‘’Awalnya hanya Rp 40 ribu, kemudian naik jadi Rp 50 ribu, dan sekarang Rp 56 ribu,’’ tuturnya.

Baca Juga :  10 Bakal CPNS Gagal Pemberkasan

Menurut Purwanto, melejitnya harga cabai kali ini dipicu minimnya pasokan. Kondisi itu dibarengi dengan harga pemasok yang juga naik. ‘’Karena panen juga berkurang kabarnya,’’ sebutnya. ‘’Pasokan kebanyakan dari Kediri, Blitar, dan Mojokerto,’’ imbuhnya.

Tak hanya cabai rawit, kenaikan harga juga terjadi pada jenis cabai merah besar dan keriting. Harga cabai merah besar naik dari Rp 35 ribu-Rp 40 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Sedangkan cabai keriting dari Rp 30 ribu-Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu. ‘’Banyak pelanggan yang biasanya ambil sekilo sekarang jadi setengah kilo,’’ ungkapnya. (den/c1/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kalangan ibu rumah tangga kembali dihadapkan pada kondisi sulit. Kali ini terkait mahalnya harga cabai. Jenis cabai rawit, misalnya, di Pasar Sayur Caruban kini harus ditebus dengan duit Rp 14 ribu untuk seperempat kilogram. ‘’Ini tergolong mahal,’’ kata Marmi, salah seorang pembeli, Kamis (26/5).

Menurut Marmi, biasanya seperempat kilogram cabai rawit cukup ditebus dengan satu lembar 10 ribuan. Pun, dia menilai kenaikan harga kali ini cukup memberatkan. ‘’Tapi, mau bagaimana lagi, namanya kebutuhan sehari-hari tetap saja dibeli,’’ keluhnya.

Purwanto, salah seorang pedagang, mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai rawit terjadi sejak seminggu terakhir secara bertahap. Saat ini, sekilo cabai rawit dibanderol Rp 56 ribu. ‘’Awalnya hanya Rp 40 ribu, kemudian naik jadi Rp 50 ribu, dan sekarang Rp 56 ribu,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Dewan Sarankan Hindari Regrouping Sekolah Minim Siswa di Kabupaten Madiun

Menurut Purwanto, melejitnya harga cabai kali ini dipicu minimnya pasokan. Kondisi itu dibarengi dengan harga pemasok yang juga naik. ‘’Karena panen juga berkurang kabarnya,’’ sebutnya. ‘’Pasokan kebanyakan dari Kediri, Blitar, dan Mojokerto,’’ imbuhnya.

Tak hanya cabai rawit, kenaikan harga juga terjadi pada jenis cabai merah besar dan keriting. Harga cabai merah besar naik dari Rp 35 ribu-Rp 40 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Sedangkan cabai keriting dari Rp 30 ribu-Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu. ‘’Banyak pelanggan yang biasanya ambil sekilo sekarang jadi setengah kilo,’’ ungkapnya. (den/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/