27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Harga Minyak Goreng Kemasan Naik Rp 2.000 Per Liter, Warga Beralih Curah

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Efek domino kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) semakin terasa. Salah satunya, pada harga minyak goreng (migor) yang ikut-ikutan melonjak. ‘’Sudah hampir satu minggu ini naiknya,’’ kata Sukirah, salah seorang pedagang di Pasar Sayur Caruban, Senin (26/9).

Sukirah menyebutkan, harga migor kemasan semula Rp 17 ribu per liter. Kini naik Rp 2.000 menjadi Rp 19 ribu per liter. ‘’Yang kemasan itu biasanya satu karton sehari habis, sekarang dua sampai tiga hari baru habis,’’ ujarnya.

Mahalnya harga migor kemasan menjadikan permintaan migor curah meningkat. Selain itu, migor kemasan bersubsidi pemerintah merek Minyakita juga diburu konsumen karena lebih murah. ‘’Minyakita dan curah stabil Rp 14 ribu per liter,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Pemkab Madiun Klaim Tidak Ada Masalah Distribusi Pupuk Subsidi

Hal sama dirasakan Ana Mariana, salah seorang pedagang di Pasar Pagotan, Geger. Akhir-akhir ini dia harus mengurangi kulakan migor kemasan dan mengganti curah atau Minyakita. ‘’Banyak yang cari bantalan dan curah. Minyakita bisa sehari habis stoknya, kadang sampai ada yang tidak kebagian,’’ beber Ana.

Ana sudah memprediksi produk pabrikan akan naik harga. Sementara, untuk komoditas nonpabrik cenderung stabil. Dia berharap harga-harga tidak naik bersamaan. Sebab, akan menyulitkan para pedagang dan konsumen. ‘’Jika harga (barang pabrikan) tidak naik, biasanya volumenya yang dikurangi,’’ jelasnya. (mg3/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Efek domino kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) semakin terasa. Salah satunya, pada harga minyak goreng (migor) yang ikut-ikutan melonjak. ‘’Sudah hampir satu minggu ini naiknya,’’ kata Sukirah, salah seorang pedagang di Pasar Sayur Caruban, Senin (26/9).

Sukirah menyebutkan, harga migor kemasan semula Rp 17 ribu per liter. Kini naik Rp 2.000 menjadi Rp 19 ribu per liter. ‘’Yang kemasan itu biasanya satu karton sehari habis, sekarang dua sampai tiga hari baru habis,’’ ujarnya.

Mahalnya harga migor kemasan menjadikan permintaan migor curah meningkat. Selain itu, migor kemasan bersubsidi pemerintah merek Minyakita juga diburu konsumen karena lebih murah. ‘’Minyakita dan curah stabil Rp 14 ribu per liter,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Kapolres Madiun Sebut Operasi Pasar Migor Kurang Sosialisasi

Hal sama dirasakan Ana Mariana, salah seorang pedagang di Pasar Pagotan, Geger. Akhir-akhir ini dia harus mengurangi kulakan migor kemasan dan mengganti curah atau Minyakita. ‘’Banyak yang cari bantalan dan curah. Minyakita bisa sehari habis stoknya, kadang sampai ada yang tidak kebagian,’’ beber Ana.

Ana sudah memprediksi produk pabrikan akan naik harga. Sementara, untuk komoditas nonpabrik cenderung stabil. Dia berharap harga-harga tidak naik bersamaan. Sebab, akan menyulitkan para pedagang dan konsumen. ‘’Jika harga (barang pabrikan) tidak naik, biasanya volumenya yang dikurangi,’’ jelasnya. (mg3/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/