23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

196 Pelamar PPPK untuk 30 Formasi Guru di Kabupaten Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pendaftaran seleksi calon pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja (CPPPK) guru di Kabupaten Madiun telah selesai. Dari 337 formasi, hanya 30 formasi yang bisa diperebutkan. Sebab, 307 formasi telah dipenuhi guru kategori P-1 (prioritas pertama).

‘’Ada sekitar 196 pelamar dari P-2 dan P-3,’’ kata Kabid Pengembangan Pegawai, Pendidikan dan Pelatihan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Madiun Sri Diana Dewi Kusumaningrum, Jumat (25/11).

Enam pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) hasil seleksi administrasi yang diumumkan 16-17 November lalu. Namun, mereka mengajukan sanggahan pada tiga hari setelah pengumuman. Sementara untuk jawab sanggah administrasi lima hari setelah masa sanggah.

‘’Pengumuman masa sanggah hari ini (26/11). Pada masa sanggah ini masih ada peluang bagi CPPPK TMS bisa MS jika dapat dibuktikan dan diterima panitia,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Tunggu Aturan Main Rekrutmen CPPPK

Menurut Diana, seleksi formasi guru berbeda dengan tenaga kesehatan (nakes). Dasarnya, Surat Keputusan (SK) Kemendikbudristek 249/P/2022 tentang Juknis Seleksi CPPPK untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah Tahun 2022.

Bahwa penilaian dilakukan dengan observasi/kesesuaian oleh aplikasi terhadap kompetensi, kinerja dan latar belakang CPPPK. ‘’Untuk penilaian dilakukan pengawas sekolah, kepala sekolah dan seorang guru senior di masing-masing sekolah, tidak dengan CAT,’’ ungkapnya.

Sedangkan formasi nakes, CPPPK akan mengikuti computer assisted test (CAT) dan tes uji kompetensi lainnya. Sementara, pendaftaran seleksi CPPPK tenaga teknis pertanian hingga saat ini masih belum ada informasi lebih lanjut. ‘’Untuk penilaian guru jadi satu di Caruban, kalau untuk nakes diadakan di Ponorogo serentak se-eks Karesidenan Madiun,’’ jelasnya. (mg3/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pendaftaran seleksi calon pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja (CPPPK) guru di Kabupaten Madiun telah selesai. Dari 337 formasi, hanya 30 formasi yang bisa diperebutkan. Sebab, 307 formasi telah dipenuhi guru kategori P-1 (prioritas pertama).

‘’Ada sekitar 196 pelamar dari P-2 dan P-3,’’ kata Kabid Pengembangan Pegawai, Pendidikan dan Pelatihan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Madiun Sri Diana Dewi Kusumaningrum, Jumat (25/11).

Enam pelamar dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) hasil seleksi administrasi yang diumumkan 16-17 November lalu. Namun, mereka mengajukan sanggahan pada tiga hari setelah pengumuman. Sementara untuk jawab sanggah administrasi lima hari setelah masa sanggah.

‘’Pengumuman masa sanggah hari ini (26/11). Pada masa sanggah ini masih ada peluang bagi CPPPK TMS bisa MS jika dapat dibuktikan dan diterima panitia,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pasar Pagotan Mengenaskan, Sudah 20 Tahun Tak Tersentuh Renovasi

Menurut Diana, seleksi formasi guru berbeda dengan tenaga kesehatan (nakes). Dasarnya, Surat Keputusan (SK) Kemendikbudristek 249/P/2022 tentang Juknis Seleksi CPPPK untuk Jabatan Fungsional Guru pada Instansi Daerah Tahun 2022.

Bahwa penilaian dilakukan dengan observasi/kesesuaian oleh aplikasi terhadap kompetensi, kinerja dan latar belakang CPPPK. ‘’Untuk penilaian dilakukan pengawas sekolah, kepala sekolah dan seorang guru senior di masing-masing sekolah, tidak dengan CAT,’’ ungkapnya.

Sedangkan formasi nakes, CPPPK akan mengikuti computer assisted test (CAT) dan tes uji kompetensi lainnya. Sementara, pendaftaran seleksi CPPPK tenaga teknis pertanian hingga saat ini masih belum ada informasi lebih lanjut. ‘’Untuk penilaian guru jadi satu di Caruban, kalau untuk nakes diadakan di Ponorogo serentak se-eks Karesidenan Madiun,’’ jelasnya. (mg3/sat)

Most Read

Artikel Terbaru