23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Pemkab Madiun Prioritaskan Penanganan Stunting Anak di Bawah Dua Tahun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penanganan stunting di Kabupaten Madiun mendapat sorotan dari dewan setempat. Terutama, kasus pada anak usia di bawah dua tahun. ‘’Itu memnag harus lebih diprioritaskan,’’ kata Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu Widayat, Jumat (25/11).

Hanya, Wahyu agak heran, karena baru 350 anak kelompok usia tersebut yang terintervensi dengan pemberian susu nutrinidrink. Sementara, total stunting kelompok itu sekitar 1.200 anak.

‘’Kalau memang anak-anak usia di bawah dua tahun itu masih bisa lepas dari stunting, mestinya penanganan lebih diutamakan,’’ ujarnya.

Diketahui, penanganan anak dengan gangguan tumbuh kembang merupakan tugas dinas kesehatan (dinkes) setempat. Mereka memanfaatkan total anggaran Rp 1,2 miliar. Sebagian untuk pengadaan alat timbang serta monitoring dan evaluasi penanganan. ‘’Tahun depan, intervensi stunting pada anak usia di bawah dua tahun harus ter-cover semua,’’ pintanya.

Baca Juga :  Akademisi Sayangkan Penghentian Obat Sirup

Data dinkes, masih ada sekitar 850 anak stunting kelompok usia tersebut yang belum terintervensi. Jika sasaran tahun depan sama seperti tahun ini, ada 500 anak tak tersentuh penanganan.

‘’Kalau tahun depan tidak tertangani semua, usia anak-anak itu keburu bertambah. Tidak lagi masuk kategori yang masih bisa lepas dari stunting,’’ ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, 350 anak stunting usia di bawah dua tahun mendapat susu nutrinidrink dari dinkes. Per anak 90 botol selama tiga bulan. Atau total pengadaan 31.500 botol tahun ini. ‘’Soal keperluan peralatan, itu tidak habis pakai. Yang lebih penting intervensi gizi itu,’’ tegasnya. (den/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penanganan stunting di Kabupaten Madiun mendapat sorotan dari dewan setempat. Terutama, kasus pada anak usia di bawah dua tahun. ‘’Itu memnag harus lebih diprioritaskan,’’ kata Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu Widayat, Jumat (25/11).

Hanya, Wahyu agak heran, karena baru 350 anak kelompok usia tersebut yang terintervensi dengan pemberian susu nutrinidrink. Sementara, total stunting kelompok itu sekitar 1.200 anak.

‘’Kalau memang anak-anak usia di bawah dua tahun itu masih bisa lepas dari stunting, mestinya penanganan lebih diutamakan,’’ ujarnya.

Diketahui, penanganan anak dengan gangguan tumbuh kembang merupakan tugas dinas kesehatan (dinkes) setempat. Mereka memanfaatkan total anggaran Rp 1,2 miliar. Sebagian untuk pengadaan alat timbang serta monitoring dan evaluasi penanganan. ‘’Tahun depan, intervensi stunting pada anak usia di bawah dua tahun harus ter-cover semua,’’ pintanya.

Baca Juga :  Dua Pekan, Empat Warga Kabupaten Madiun Meninggal karena Covid-19

Data dinkes, masih ada sekitar 850 anak stunting kelompok usia tersebut yang belum terintervensi. Jika sasaran tahun depan sama seperti tahun ini, ada 500 anak tak tersentuh penanganan.

‘’Kalau tahun depan tidak tertangani semua, usia anak-anak itu keburu bertambah. Tidak lagi masuk kategori yang masih bisa lepas dari stunting,’’ ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, 350 anak stunting usia di bawah dua tahun mendapat susu nutrinidrink dari dinkes. Per anak 90 botol selama tiga bulan. Atau total pengadaan 31.500 botol tahun ini. ‘’Soal keperluan peralatan, itu tidak habis pakai. Yang lebih penting intervensi gizi itu,’’ tegasnya. (den/sat)

Most Read

Artikel Terbaru