23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Pencuri Komputer di SMPN 2 Geger, Sudah 2 Bulan Lalu Tertangkap di Batu

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Komplotan pencuri komputer di SMP Negeri 2 Geger, Sabtu (27/8) lalu, ternyata telah diringkus. Bahkan, sudah sejak Rabu (21/9) lalu, kawanan itu ditangkap di Kota Batu. Namun, Polres Madiun baru merilisnya dua bulan kemudian atau, Jumat (25/11).

Wakapolres Madiun Kompol Ricky Tri Darma mengatakan para tersangka ditangkap saat akan beraksi di Kota Batu. Total lima tersangka, yakni CN, 28; MST, 30; TIT, 32, ketiganya warga Maluku Tengah. Sementara dua lainnya AM, 20, warga Bekasi dan AP, 35, warga Depok.

Adapun otak aksi pencurian tersebut adalah CN yang mengajak empat orang lainnya. Sasaran pencurian dilakukan secara acak melalui google maps. ‘’Sekitar pukul 23.30, Jumat (26/8), mereka sampai di exit Tol Dumpil, AP mengganti pelat nomor mobil Xenia dari B 1067 KIQ dengan B 2989 TYY,’’ ungkap Ricky.

Tepat pukul 01.45,  mereka berhenti di area persawahan belakang sekolah. CN, MST, TIT dan AM turun dan masuk area sekolah dengan membawa dua batang linggis, satu batang kunci L dan satu buah tang. Sementara AP menunggu di mobil dan mengawasi keadaan.

Mereka pun berpencar mencari ruang berisi komputer. Selanjutnya merusak kunci pintu dan mencabut semua kabel komputer. Mereka membawa komputer keluar melalui jalan masuk secara estafet di balik pagar ke mobil. ‘’Langsung menuju Bogor untuk menjual komputer tersebut Rp 34,2 juta,’’ bebernya.

Baca Juga :  Sugeng Rahayu Terguling di Madiun, 20 Penumpang Luka-Luka

Selain tersangka pencurian komputer, tim gabungan Polres Madiun dan Polres Ponorogo juga l menangkap komplotan pencuri mobil pikap pada Kamis (25/8) di Jalan Raya Madiun – Surabaya Desa Ngepeh, Saradan. Mereka adalah R, 32 dan Z, 30, warga Sampang.

Seorang lainnya ditahan di Mapolres Ponorogo, MS, 38, warga Sampang. Sementara seorang lagi H, warga Sampang, masih buron. ‘’R, Z, MS ditangkap pada pukul 21.30, Jumat (14/10) saat mengisi bensin di SPBU Bangunsari, Mejayan. Sedangkan H kabur saat penangkapan,’’ ujarnya.

Setelah berkasi, mereka langsung kembali ke Madura. Mereka telah melakukan pencurian empat kali mobil jenis pikap, dua kali di Kabupaten Madiun dan dua kali di Ponorogo.

‘’Barang dijual oleh H kepada U yang saat ini sama-sama buron. H membagi hasil kepada R Rp 5 juta, MS Rp 3 juta dan Z hanya diberi uang rokok,” kata Ricky sembari menambahkan para tersangka pencurian komputer maupun pikap terancam kurungan penjara maksimal tujuh tahun. (mg3/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Komplotan pencuri komputer di SMP Negeri 2 Geger, Sabtu (27/8) lalu, ternyata telah diringkus. Bahkan, sudah sejak Rabu (21/9) lalu, kawanan itu ditangkap di Kota Batu. Namun, Polres Madiun baru merilisnya dua bulan kemudian atau, Jumat (25/11).

Wakapolres Madiun Kompol Ricky Tri Darma mengatakan para tersangka ditangkap saat akan beraksi di Kota Batu. Total lima tersangka, yakni CN, 28; MST, 30; TIT, 32, ketiganya warga Maluku Tengah. Sementara dua lainnya AM, 20, warga Bekasi dan AP, 35, warga Depok.

Adapun otak aksi pencurian tersebut adalah CN yang mengajak empat orang lainnya. Sasaran pencurian dilakukan secara acak melalui google maps. ‘’Sekitar pukul 23.30, Jumat (26/8), mereka sampai di exit Tol Dumpil, AP mengganti pelat nomor mobil Xenia dari B 1067 KIQ dengan B 2989 TYY,’’ ungkap Ricky.

Tepat pukul 01.45,  mereka berhenti di area persawahan belakang sekolah. CN, MST, TIT dan AM turun dan masuk area sekolah dengan membawa dua batang linggis, satu batang kunci L dan satu buah tang. Sementara AP menunggu di mobil dan mengawasi keadaan.

Mereka pun berpencar mencari ruang berisi komputer. Selanjutnya merusak kunci pintu dan mencabut semua kabel komputer. Mereka membawa komputer keluar melalui jalan masuk secara estafet di balik pagar ke mobil. ‘’Langsung menuju Bogor untuk menjual komputer tersebut Rp 34,2 juta,’’ bebernya.

Baca Juga :  Sugeng Rahayu Terguling di Madiun, 20 Penumpang Luka-Luka

Selain tersangka pencurian komputer, tim gabungan Polres Madiun dan Polres Ponorogo juga l menangkap komplotan pencuri mobil pikap pada Kamis (25/8) di Jalan Raya Madiun – Surabaya Desa Ngepeh, Saradan. Mereka adalah R, 32 dan Z, 30, warga Sampang.

Seorang lainnya ditahan di Mapolres Ponorogo, MS, 38, warga Sampang. Sementara seorang lagi H, warga Sampang, masih buron. ‘’R, Z, MS ditangkap pada pukul 21.30, Jumat (14/10) saat mengisi bensin di SPBU Bangunsari, Mejayan. Sedangkan H kabur saat penangkapan,’’ ujarnya.

Setelah berkasi, mereka langsung kembali ke Madura. Mereka telah melakukan pencurian empat kali mobil jenis pikap, dua kali di Kabupaten Madiun dan dua kali di Ponorogo.

‘’Barang dijual oleh H kepada U yang saat ini sama-sama buron. H membagi hasil kepada R Rp 5 juta, MS Rp 3 juta dan Z hanya diberi uang rokok,” kata Ricky sembari menambahkan para tersangka pencurian komputer maupun pikap terancam kurungan penjara maksimal tujuh tahun. (mg3/sat)

Most Read

Artikel Terbaru