23.7 C
Madiun
Sunday, January 29, 2023

Pengelola Pasar Dungus Tanggapi Dingin Keresahan Oknum Pedagang

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pihak pengelola Pasar Dungus tanggapi dingin sikap sejumlah pedagang yang keberatan dengan penataan pasar darurat.

Meski, beberapa di antaranya nekat kembali melapak di pasar lama yang terbakar awal September lalu. ‘’Semua sesuai kesepakatan. Sudah nyaman di sini (pasar darurat),’’ kata Kepala Pasar Dungus Sumardi, Jumat (25/11).

Namun, menurut dia, memang ada oknum pedagang yang berjualan di pasar lama. Hanya, saat pagi berjualan di pasar darurat. Kemudian, ketika siang berpindah ke pasar lama. ‘’Sebenarnya sudah dilarang, bahaya karena tembok dan atapnya rapuh sehingga rawan roboh,’’ ujarnya.

Saat ini, pihaknya tengah berupaya untuk menutup pasar lama agar tidak ada lagi pedagang yang mencuri-curi kesempatan berjualan lagi. ‘’Ini masih kami ajukan untuk penganggaran, kalau sudah turun akan kami tutup,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Pemkot Madiun Hentikan Sementara Subsidi Bapokting

Saat pembangunan kembali pasar dimulai, pasar lama tidak lagi bisa untuk berjualan. Selain ditutup, butuh tempat untuk material proyek.

‘’Kami sudah berusaha memberi fasilitas sementara dengan baik agar para pedagang bisa terus berjualan. Harapannya, dimanfaatkan sebaik mungkin dan dijaga bersama-sama,’’ tuturnya.

Diketahui, beberapa pedagang pasar dungus nekat hengkang dari pasar darurat kembali ke pasar lama. Itu mereka lakukan karena di pasar darurat kurang menguntungkan. Alasannya, penataan kurang tepat dan terlalu banyak akses jalan. Sehingga, sebagian kelompok pedagang sepi pengunjung. (mg3/sat) 

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pihak pengelola Pasar Dungus tanggapi dingin sikap sejumlah pedagang yang keberatan dengan penataan pasar darurat.

Meski, beberapa di antaranya nekat kembali melapak di pasar lama yang terbakar awal September lalu. ‘’Semua sesuai kesepakatan. Sudah nyaman di sini (pasar darurat),’’ kata Kepala Pasar Dungus Sumardi, Jumat (25/11).

Namun, menurut dia, memang ada oknum pedagang yang berjualan di pasar lama. Hanya, saat pagi berjualan di pasar darurat. Kemudian, ketika siang berpindah ke pasar lama. ‘’Sebenarnya sudah dilarang, bahaya karena tembok dan atapnya rapuh sehingga rawan roboh,’’ ujarnya.

Saat ini, pihaknya tengah berupaya untuk menutup pasar lama agar tidak ada lagi pedagang yang mencuri-curi kesempatan berjualan lagi. ‘’Ini masih kami ajukan untuk penganggaran, kalau sudah turun akan kami tutup,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Harga Cabai di Pacitan Kelewat “Pedas”

Saat pembangunan kembali pasar dimulai, pasar lama tidak lagi bisa untuk berjualan. Selain ditutup, butuh tempat untuk material proyek.

‘’Kami sudah berusaha memberi fasilitas sementara dengan baik agar para pedagang bisa terus berjualan. Harapannya, dimanfaatkan sebaik mungkin dan dijaga bersama-sama,’’ tuturnya.

Diketahui, beberapa pedagang pasar dungus nekat hengkang dari pasar darurat kembali ke pasar lama. Itu mereka lakukan karena di pasar darurat kurang menguntungkan. Alasannya, penataan kurang tepat dan terlalu banyak akses jalan. Sehingga, sebagian kelompok pedagang sepi pengunjung. (mg3/sat) 

Most Read

Artikel Terbaru