alexametrics
23.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Revitalisasi Pasar Umum Caruban dan Mlilir Nihil Penyasar

MEJAYAN – Proyek revitalisasi Pasar Umum Caruban dan Pasar Mlilir, Dolopo belum ada yang melirik. Hingga Rabu malam (26/6), belum ada rekanan pelaksana yang menyasarkan penawarannya untuk menggarap dua proyek berbiaya total Rp 2,5 miliar tersebut. Slot hingga 24 calon penawar pada laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) masih kosong. ‘’Ya ini kan masih proses dimulainya lelang,’’ kata Plt Kabid Pasar Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun Agus Suyudi.

Agus menjelaskan, saat ini masih tahap menunggu pengajuan para pendaftar. Sebelum kelompok kerja (pokja) dari bagian administasi pengadaan barang dan jasa setdakab mengkaji dokumen penawaran dan pembuktian untuk menentukan pemenang tender. Prosesnya masih panjang dengan jadwal penandatangan kontrak berakhir 19 Juli nanti. ‘’Meski lelangnya bersamaan, jangka kontrak pekerjaan pasar berbeda,’’ ujarnya.

Disperdakop-UM memberi tenggat penyelesaian pekerjaan Pasar Umum Caruban selesai Oktober. Lebih pendek ketimbang Pasar Mlilir yang ditarget tuntas Desember. Perbedaan itu tidak hanya terkait besaran anggaran, tapi juga objek yang bakal diperbaiki. ‘’Lebih berat di Pasar Mlilir,’’ katanya sembari menyebut anggaran Pasar Sayur –sebutan Pasar Umum Caruban– Rp 800 juta dan Rp 1,7 miliar Pasar Mlilir.

Baca Juga :  Dengan Aplikasi Fast Claim, Klaim Pasien RSUD dr Soedono Makin Akurat

Agus menjelaskan, revitalisasi Pasar Sayur berkutat pada los di dalam kompleks pasar. Rencananya, konstruksi los yang sanggup menampung 40 pedagang itu dirobohkan. Atap kios pasar bagian depan juga diperbaiki karena selalu bocor saat hujan. Drainase yang sering membuat aliran air tidak lancat juga diperbaiki. ‘’Tapi leading sector-nya DPUPR (dinas pekerjaan umum dan penataan ruang),’’ ujarnya.

Sedangkan revitalisasi pasar Mlilir, sekitar 30 kios yang bersebelahan dengan jalan bakal ditarik ke belakang sejauh enam meter. Lokasi itu dialihkan sebagai kantong parkir. ‘’Relokasi para pedagang dilakukan bertahap dengan mendirikan tempat jualan sementara tidak jauh dari pasar,’’ katanya. (fat/cor)

MEJAYAN – Proyek revitalisasi Pasar Umum Caruban dan Pasar Mlilir, Dolopo belum ada yang melirik. Hingga Rabu malam (26/6), belum ada rekanan pelaksana yang menyasarkan penawarannya untuk menggarap dua proyek berbiaya total Rp 2,5 miliar tersebut. Slot hingga 24 calon penawar pada laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) masih kosong. ‘’Ya ini kan masih proses dimulainya lelang,’’ kata Plt Kabid Pasar Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun Agus Suyudi.

Agus menjelaskan, saat ini masih tahap menunggu pengajuan para pendaftar. Sebelum kelompok kerja (pokja) dari bagian administasi pengadaan barang dan jasa setdakab mengkaji dokumen penawaran dan pembuktian untuk menentukan pemenang tender. Prosesnya masih panjang dengan jadwal penandatangan kontrak berakhir 19 Juli nanti. ‘’Meski lelangnya bersamaan, jangka kontrak pekerjaan pasar berbeda,’’ ujarnya.

Disperdakop-UM memberi tenggat penyelesaian pekerjaan Pasar Umum Caruban selesai Oktober. Lebih pendek ketimbang Pasar Mlilir yang ditarget tuntas Desember. Perbedaan itu tidak hanya terkait besaran anggaran, tapi juga objek yang bakal diperbaiki. ‘’Lebih berat di Pasar Mlilir,’’ katanya sembari menyebut anggaran Pasar Sayur –sebutan Pasar Umum Caruban– Rp 800 juta dan Rp 1,7 miliar Pasar Mlilir.

Baca Juga :  Pasar Besar Caruban: Tak Instan Bangun Ikon Caruban

Agus menjelaskan, revitalisasi Pasar Sayur berkutat pada los di dalam kompleks pasar. Rencananya, konstruksi los yang sanggup menampung 40 pedagang itu dirobohkan. Atap kios pasar bagian depan juga diperbaiki karena selalu bocor saat hujan. Drainase yang sering membuat aliran air tidak lancat juga diperbaiki. ‘’Tapi leading sector-nya DPUPR (dinas pekerjaan umum dan penataan ruang),’’ ujarnya.

Sedangkan revitalisasi pasar Mlilir, sekitar 30 kios yang bersebelahan dengan jalan bakal ditarik ke belakang sejauh enam meter. Lokasi itu dialihkan sebagai kantong parkir. ‘’Relokasi para pedagang dilakukan bertahap dengan mendirikan tempat jualan sementara tidak jauh dari pasar,’’ katanya. (fat/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/