27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Belum Kunjung Diaspal, Proyek Perbaikan Jalan Patimura Dikeluhkan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah lubang jalan di sepanjang ruas simpang tiga Jalan Patimura hingga Bajulan, Mejayan, dikeluhkan. Gegara proyek perbaikan jalan yang tak segera dituntaskan. ‘’Keponakan saya sempat terjatuh di jalan itu,’’ kata Sutrisno, salah seorang warga Bangunsari, Mejayan, Selasa (27/9).

Menurut dia, lubang jalan tersebut sudah sejak 10 hari lebih belum ditambal setelah dikeruk. Sehingga, cukup mengganggu dan menyulitkan pengguna jalan yang melintas. ‘’Hanya disiram setiap sore karena tanah dan debu beterbangan terkena angin. Apalagi di kiri-kanan jalan ada penjual makanan,’’ ujarnya.

Bambang, warga setempat lainnya, juga mengeluhkan lamanya proses perbaikan jalan. Sebab, ruas tersebut merupakan jalan provinsi yang cukup padat. Dia berharap perbaikan segera diselesaikan agar aktivitas warga tidak terlalu lama terganggu. ‘’Terutama kalau siang hari panas dan angin, debunya mengotori rumah warga sekitar,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Jalan Tembus Sawoo-Sooko Terancam Putus

Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Anang Tri Tjahjono mengklaim bahwa proses perbaikan jalan itu telah sesuai prosedur. Pengerukan dilakukan karena akan diaspal baru.

Namun, saat ini belum bisa mulai meratakan jalan karena masih menunggu proses pengecoran selesai. Sedangkan, sesuai prosedur, umur beton siap diaspal setelah 28 hari. ‘’Sekarang baru jalan dua minggu, masih kurang dua minggu lagi,’’ terangnya.

Kendati hanya satu sisi badan jalan yang dicor, pengaspalan hanya dilakukan sekali dan langsung menyeluruh dalam satu jalur tersebut. Untuk itu, selama proses menunggu, pihaknya telah mengatur arus lalu lintas di ruas jalan bersangkutan. Mulai memasang rambu-rambu peringatan hingga mengalihkan kendaraan berat ke jalur lain. ‘’Tetap hati-hati jika melintas. Untuk pengaspalan nanti, mungkin dua hari selesai,’’ tuturnya. (mg3/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah lubang jalan di sepanjang ruas simpang tiga Jalan Patimura hingga Bajulan, Mejayan, dikeluhkan. Gegara proyek perbaikan jalan yang tak segera dituntaskan. ‘’Keponakan saya sempat terjatuh di jalan itu,’’ kata Sutrisno, salah seorang warga Bangunsari, Mejayan, Selasa (27/9).

Menurut dia, lubang jalan tersebut sudah sejak 10 hari lebih belum ditambal setelah dikeruk. Sehingga, cukup mengganggu dan menyulitkan pengguna jalan yang melintas. ‘’Hanya disiram setiap sore karena tanah dan debu beterbangan terkena angin. Apalagi di kiri-kanan jalan ada penjual makanan,’’ ujarnya.

Bambang, warga setempat lainnya, juga mengeluhkan lamanya proses perbaikan jalan. Sebab, ruas tersebut merupakan jalan provinsi yang cukup padat. Dia berharap perbaikan segera diselesaikan agar aktivitas warga tidak terlalu lama terganggu. ‘’Terutama kalau siang hari panas dan angin, debunya mengotori rumah warga sekitar,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  952 Buruh Pabrik Rokok dan Petani Tembakau di Madiun Dikucuri BLT DBHCHT

Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Anang Tri Tjahjono mengklaim bahwa proses perbaikan jalan itu telah sesuai prosedur. Pengerukan dilakukan karena akan diaspal baru.

Namun, saat ini belum bisa mulai meratakan jalan karena masih menunggu proses pengecoran selesai. Sedangkan, sesuai prosedur, umur beton siap diaspal setelah 28 hari. ‘’Sekarang baru jalan dua minggu, masih kurang dua minggu lagi,’’ terangnya.

Kendati hanya satu sisi badan jalan yang dicor, pengaspalan hanya dilakukan sekali dan langsung menyeluruh dalam satu jalur tersebut. Untuk itu, selama proses menunggu, pihaknya telah mengatur arus lalu lintas di ruas jalan bersangkutan. Mulai memasang rambu-rambu peringatan hingga mengalihkan kendaraan berat ke jalur lain. ‘’Tetap hati-hati jika melintas. Untuk pengaspalan nanti, mungkin dua hari selesai,’’ tuturnya. (mg3/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/