27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

M-Banking Nasabah BRI Madiun Kebobolan, Duit Ratusan Juta Raib

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Entah mimpi apa sebelumnya, nasib apes menimpa Hari Wahyudi, 51, warga Desa Purworejo, Kecamatan Geger. Duit ratusan juta yang tersimpan di rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) miliknya raib. Nahas itu menghampiri setelah Hari menerima telepon seseorang tak dikenal.

Hari menjelaskan, pada 1 September lalu sekitar pukul 11.00 ada telepon masuk dari nomor tak dikenal. Si penelepon yang mengaku bernama Dedi itu menanyakan keberadaan Hari. Namun, saat ditanya Dedi siapa, tidak ada jawaban dari seberang sana.

Merasa tidak kenal, Hari lantas menutup sambungan teleponnya. Nah, beberapa menit berselang ada pesan singkat masuk dari BRI-OTP yang menunjukkan adanya sejumlah transaksi mencurigakan. ‘’Sempat dua kali dia (Dedi, Red) telepon lagi. Setelah itu, BRImo (aplikasi m-banking BRI) saya tidak bisa dibuka lagi,’’ ungkapnya.

Hari menyebutkan, dalam rentang waktu sekitar 50 menit saat itu ada enam kali transaksi. Setelah dicek, saldo rekening miliknya berkurang Rp 222,9 juta. Mengetahui hal itu, Hari lantas melapor ke pihak BRI kantor cabang pembantu (KCP) Sudirman, Kota Madiun. Saat dicek petugas bank, lanjut dia, diketahui aplikasi BRImo miliknya telah jalan sendiri melakukan transaksi di luar kendali.

Baca Juga :  Perkuat Prinsip ESG, BRI Madiun Bagikan 2 Ribu Bibit Pohon

Termasuk uang Rp 100 juta yang baru saja ditransfer Hari ke rekeningnya saat perjalanan menuju kantor BRI ikut amblas. ‘’Terakhir itu ada transaksi keluar Rp 2 juta tapi berhasil diblokir. Total sisanya hanya Rp 3,2 juta,’’ ujarnya sembari menyebutkan bahwa selama 70 menit siang itu terdapat total 10 transaksi yang mengakibatkan saldo rekeningnya berkurang hingga Rp 322,9 juta.

Hari kemudian membuat laporan ke Satreskrim Polres Madiun dan melayangkan pengaduan ke kantor cabang utama (KCU) BRI Kota Madiun. Namun, kata dia, hingga saat ini belum ada solusi dari pihak BRI terkait kasus yang menimpanya tersebut.

Kasatreskrim Polres Madiun AKP Danang Eko Abrianto membenarkan adanya laporan kasus tersebut. Pihaknya kini sedang melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui pihak mana yang melakukan kesalahan. ‘’Pelapor maupun pihak bank masih kami periksa,’’ kata Danang. (mg3/c1/isd)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Entah mimpi apa sebelumnya, nasib apes menimpa Hari Wahyudi, 51, warga Desa Purworejo, Kecamatan Geger. Duit ratusan juta yang tersimpan di rekening Bank Rakyat Indonesia (BRI) miliknya raib. Nahas itu menghampiri setelah Hari menerima telepon seseorang tak dikenal.

Hari menjelaskan, pada 1 September lalu sekitar pukul 11.00 ada telepon masuk dari nomor tak dikenal. Si penelepon yang mengaku bernama Dedi itu menanyakan keberadaan Hari. Namun, saat ditanya Dedi siapa, tidak ada jawaban dari seberang sana.

Merasa tidak kenal, Hari lantas menutup sambungan teleponnya. Nah, beberapa menit berselang ada pesan singkat masuk dari BRI-OTP yang menunjukkan adanya sejumlah transaksi mencurigakan. ‘’Sempat dua kali dia (Dedi, Red) telepon lagi. Setelah itu, BRImo (aplikasi m-banking BRI) saya tidak bisa dibuka lagi,’’ ungkapnya.

Hari menyebutkan, dalam rentang waktu sekitar 50 menit saat itu ada enam kali transaksi. Setelah dicek, saldo rekening miliknya berkurang Rp 222,9 juta. Mengetahui hal itu, Hari lantas melapor ke pihak BRI kantor cabang pembantu (KCP) Sudirman, Kota Madiun. Saat dicek petugas bank, lanjut dia, diketahui aplikasi BRImo miliknya telah jalan sendiri melakukan transaksi di luar kendali.

Baca Juga :  CPNS Kabupaten Madiun: Minta Pemkab Desak Pusat Terbitkan PP  

Termasuk uang Rp 100 juta yang baru saja ditransfer Hari ke rekeningnya saat perjalanan menuju kantor BRI ikut amblas. ‘’Terakhir itu ada transaksi keluar Rp 2 juta tapi berhasil diblokir. Total sisanya hanya Rp 3,2 juta,’’ ujarnya sembari menyebutkan bahwa selama 70 menit siang itu terdapat total 10 transaksi yang mengakibatkan saldo rekeningnya berkurang hingga Rp 322,9 juta.

Hari kemudian membuat laporan ke Satreskrim Polres Madiun dan melayangkan pengaduan ke kantor cabang utama (KCU) BRI Kota Madiun. Namun, kata dia, hingga saat ini belum ada solusi dari pihak BRI terkait kasus yang menimpanya tersebut.

Kasatreskrim Polres Madiun AKP Danang Eko Abrianto membenarkan adanya laporan kasus tersebut. Pihaknya kini sedang melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut guna mengetahui pihak mana yang melakukan kesalahan. ‘’Pelapor maupun pihak bank masih kami periksa,’’ kata Danang. (mg3/c1/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/