alexametrics
24 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Vaksinasi Anak Ditarget 60 Hari, Dindik Kabupaten Madiun Yakin Rampung

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Madiun dipastikan digelar tahun depan (2022). Alasannya, Desember 2021 tinggal menghitung hari. Pun, penyuntikan vaksin antikorona masih butuh kepastian selesainya interval bulan imunisasi anak sekolah (BIAS). ‘’Tinggal pelaksanaan,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Madiun Siti Zubaidah, Senin (27/12).

Sebab, pendataan dan sosialisasi ihwal kesiapan sekolah sudah dilakukan Jumat lalu (24/12). Pun, terkait izin orang tua. ‘’Pelaksanaannya Januari (2022) setelah libur sekolah. Kami memastikan seluruh siswa siap untuk divaksin. Termasuk memastikan interval siswa yang imunisasi bulan ini,’’ ujarnya.

Sesuai data dari Pemprov Jatim, di Kabupaten Madiun terdapat 58.147 murid sasaran vaksinasi anak. Dengan target 60 hari harus rampung, dispendikbud dan dinas kesehatan (dinkes) setempat berhitung minimal mampu menyuntik sekitar 990 siswa per hari. ‘’Tapi, dengan kemampuan dinkes sejauh ini, kami rasa bisa. Bahkan, lebih dari itu,’’ yakinnya.

Baca Juga :  Puluhan Pelaku UMKM yang Punya NIB dan NPWP Digelontor Migor Murah

Siti mengantongi informasi bahwa satu puskesmas mampu menyuntik 100 sasaran dalam sehari. Jika capaian itu diratakan pada 26 puskesmas di Kabupaten Madiun, maka 2.600 sasaran dapat disuntik setiap hari. ‘’Itu masih hitungan kasarnya. Teknis pelaksanaan tetap wewenang dinkes,’’ jelasnya.

Pihaknya sudah menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk menyegerakan kesiapan murid beserta orang tua. Sebab, pihaknya juga mendapat instruksi dari Bupati Ahmad Dawami untuk me-manage pelaksanaan lebih cepat dari target pemprov. ‘’Kami terus lakukan komunikasi dengan dinkes dan beberapa lembaga yang menaungi satuan pendidikan TK dan SD,’’ sebutnya. (mg4/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun di Kabupaten Madiun dipastikan digelar tahun depan (2022). Alasannya, Desember 2021 tinggal menghitung hari. Pun, penyuntikan vaksin antikorona masih butuh kepastian selesainya interval bulan imunisasi anak sekolah (BIAS). ‘’Tinggal pelaksanaan,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Madiun Siti Zubaidah, Senin (27/12).

Sebab, pendataan dan sosialisasi ihwal kesiapan sekolah sudah dilakukan Jumat lalu (24/12). Pun, terkait izin orang tua. ‘’Pelaksanaannya Januari (2022) setelah libur sekolah. Kami memastikan seluruh siswa siap untuk divaksin. Termasuk memastikan interval siswa yang imunisasi bulan ini,’’ ujarnya.

Sesuai data dari Pemprov Jatim, di Kabupaten Madiun terdapat 58.147 murid sasaran vaksinasi anak. Dengan target 60 hari harus rampung, dispendikbud dan dinas kesehatan (dinkes) setempat berhitung minimal mampu menyuntik sekitar 990 siswa per hari. ‘’Tapi, dengan kemampuan dinkes sejauh ini, kami rasa bisa. Bahkan, lebih dari itu,’’ yakinnya.

Baca Juga :  Antisipasi Omicron, Masifkan Vaksinasi

Siti mengantongi informasi bahwa satu puskesmas mampu menyuntik 100 sasaran dalam sehari. Jika capaian itu diratakan pada 26 puskesmas di Kabupaten Madiun, maka 2.600 sasaran dapat disuntik setiap hari. ‘’Itu masih hitungan kasarnya. Teknis pelaksanaan tetap wewenang dinkes,’’ jelasnya.

Pihaknya sudah menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk menyegerakan kesiapan murid beserta orang tua. Sebab, pihaknya juga mendapat instruksi dari Bupati Ahmad Dawami untuk me-manage pelaksanaan lebih cepat dari target pemprov. ‘’Kami terus lakukan komunikasi dengan dinkes dan beberapa lembaga yang menaungi satuan pendidikan TK dan SD,’’ sebutnya. (mg4/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/