alexametrics
25.8 C
Madiun
Monday, May 23, 2022

Kasus Covid-19 Meledak, Bupati Madiun: PTM Bisa Kembali PJJ

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di Kabupaten Madiun dibayangi kasus Omicron. Persebaran varian baru Covid-19 itu bisa saja ”merumahkan” kembali siswa yang belum genap sebulan belajar di sekolah. ‘’Karena itu, kesadaran masyarakat amat penting,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami, Jumat (28/1).

Menurut Kaji Mbing, sapaan bupati, potensi ledakan Omicron berisiko dalam pelaksanaan full PTM. Kendati demikian, dia mewanti-wanti agar hal tersebut jangan sampai terjadi. Pun, berbagai upaya dilakukan pemkab. ‘’Kami bangun koneksitas dari hulu sampai hilir, biar anak-anak sekolah tidak jadi korban,’’ ujarnya.

Antisipasi dan penanganan kasus Covid-19 ditingkatkan. Termasuk kerja sama berbagai pihak. Mulai sekolah, desa, kecamatan, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga lingkungan sekitar. Tujuannya, agar penularan Covid-19 dapat ditekan maksimal. Salah satunya, warga dari luar negeri dan luar daerah perlu isolasi mandiri. ‘’Kalau ada tanda-tanda, tim kesehatan sudah  disiapkan untuk tindak lanjut dengan tes,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pemkab Madiun Dapat Alokasi DAK Pendidikan Rp 67 Miliar

Bupati menambahkan, PTM penuh merupakan tonggak kebangkitan dunia pendidikan di masa pandemi. Namun, bisa saja kembali ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) jika terjadi ledakan kasus Omicron. Untuk itu, dibutuhkan kesadaran masyarakat dalam kerja sama saat ada kasus maupun pencegahan dengan disiplin protokol kesehatan. ‘’Jika tidak ada kesadaran, bisa saja sekolah tutup lagi atau disesuaikan ketentuan yang berlaku,’’ tegasnya. (den/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di Kabupaten Madiun dibayangi kasus Omicron. Persebaran varian baru Covid-19 itu bisa saja ”merumahkan” kembali siswa yang belum genap sebulan belajar di sekolah. ‘’Karena itu, kesadaran masyarakat amat penting,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami, Jumat (28/1).

Menurut Kaji Mbing, sapaan bupati, potensi ledakan Omicron berisiko dalam pelaksanaan full PTM. Kendati demikian, dia mewanti-wanti agar hal tersebut jangan sampai terjadi. Pun, berbagai upaya dilakukan pemkab. ‘’Kami bangun koneksitas dari hulu sampai hilir, biar anak-anak sekolah tidak jadi korban,’’ ujarnya.

Antisipasi dan penanganan kasus Covid-19 ditingkatkan. Termasuk kerja sama berbagai pihak. Mulai sekolah, desa, kecamatan, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga lingkungan sekitar. Tujuannya, agar penularan Covid-19 dapat ditekan maksimal. Salah satunya, warga dari luar negeri dan luar daerah perlu isolasi mandiri. ‘’Kalau ada tanda-tanda, tim kesehatan sudah  disiapkan untuk tindak lanjut dengan tes,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Omicron Bergejala Ringan, tapi Jauh Lebih Infeksius

Bupati menambahkan, PTM penuh merupakan tonggak kebangkitan dunia pendidikan di masa pandemi. Namun, bisa saja kembali ke pembelajaran jarak jauh (PJJ) jika terjadi ledakan kasus Omicron. Untuk itu, dibutuhkan kesadaran masyarakat dalam kerja sama saat ada kasus maupun pencegahan dengan disiplin protokol kesehatan. ‘’Jika tidak ada kesadaran, bisa saja sekolah tutup lagi atau disesuaikan ketentuan yang berlaku,’’ tegasnya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/