alexametrics
24.1 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Pemkab Madiun Gamang Pasang Target Vaksinasi Booster

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kesadaran masyarakat Kabupaten Madiun ikut vaksinasi booster cenderung baik. Kendati pemkab setempat tak pasang target, ribuan warga telah divaksin dosis ketiga sepekan terakhir. ‘’Ikut (booster, Red) agar terhindar korona, terutama Omicron,’’ kata Dian Ambarwati usai divaksin booster di Puskesmas Mojopurno kemarin (27/1).

Dian sudah memenuhi syarat ikut booster. Yakni, tuntas dosis pertama dan kedua. Dia terdorong lantaran kabar tentang varian baru Covid-19 yang lebih cepat menular. Dia pun lebih tenang usai mendapat suntikan vaksin antibodi itu. ‘’Jadi tidak khawatir lagi,’’ ujar aparatur sipil negara (ASN) di Kecamatan Wungu tersebut.

Vaksinasi antikorona dosis ketiga dimulai sejak sepekan lalu. Banyak masyarakat yang bersedia dengan alasan lebih tenang di tengah potensi ledakan Omicron. ‘’Sudah 1.500-an yang di-booster untuk sasaran masyarakat umum dan lansia,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan, Jumat (28/1).

Baca Juga :  Ribuan Dosis Vaksin Stok Dinkes Kabupaten Madiun Kedaluwarsa

Antusiasme masyarakat cukup baik, namun pemkab setempat belum pasang target. Djaka mengatakan, fokus vaksinasi masih untuk anak usia 6-11 tahun dan lansia. Kendati demikian, bukan berarti tak ada layanan booster. ‘’Sebelumnya ngoyo dosis pertama dan kedua,’’ ungkapnya.

Djaka menjelaskan, booster bertujuan untuk penguatan imun. Namun, khusus untuk yang sudah tuntas vaksinasi primer alias dosis pertama dan kedua. ‘’Vaksinasi booster bisa di puskesmas setempat’’ ujarnya.

Vaksinasi booster di kabupaten ini menggunakan Pfizer. Sekali suntik sekitar 0,15 mililiter atau separo dosis vaksin primer. Saat ini tersedia 10 ribu dosis Pfizer. ‘’Stok itu bisa untuk 20 ribu suntikan booster,’’ jelasnya. (den/c1/sat/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kesadaran masyarakat Kabupaten Madiun ikut vaksinasi booster cenderung baik. Kendati pemkab setempat tak pasang target, ribuan warga telah divaksin dosis ketiga sepekan terakhir. ‘’Ikut (booster, Red) agar terhindar korona, terutama Omicron,’’ kata Dian Ambarwati usai divaksin booster di Puskesmas Mojopurno kemarin (27/1).

Dian sudah memenuhi syarat ikut booster. Yakni, tuntas dosis pertama dan kedua. Dia terdorong lantaran kabar tentang varian baru Covid-19 yang lebih cepat menular. Dia pun lebih tenang usai mendapat suntikan vaksin antibodi itu. ‘’Jadi tidak khawatir lagi,’’ ujar aparatur sipil negara (ASN) di Kecamatan Wungu tersebut.

Vaksinasi antikorona dosis ketiga dimulai sejak sepekan lalu. Banyak masyarakat yang bersedia dengan alasan lebih tenang di tengah potensi ledakan Omicron. ‘’Sudah 1.500-an yang di-booster untuk sasaran masyarakat umum dan lansia,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Anies Djaka Karyawan, Jumat (28/1).

Baca Juga :  Terbelit Ekonomi dan Pihak Ketiga, 1.185 Istri di Kabupaten Madiun Pegat Suami

Antusiasme masyarakat cukup baik, namun pemkab setempat belum pasang target. Djaka mengatakan, fokus vaksinasi masih untuk anak usia 6-11 tahun dan lansia. Kendati demikian, bukan berarti tak ada layanan booster. ‘’Sebelumnya ngoyo dosis pertama dan kedua,’’ ungkapnya.

Djaka menjelaskan, booster bertujuan untuk penguatan imun. Namun, khusus untuk yang sudah tuntas vaksinasi primer alias dosis pertama dan kedua. ‘’Vaksinasi booster bisa di puskesmas setempat’’ ujarnya.

Vaksinasi booster di kabupaten ini menggunakan Pfizer. Sekali suntik sekitar 0,15 mililiter atau separo dosis vaksin primer. Saat ini tersedia 10 ribu dosis Pfizer. ‘’Stok itu bisa untuk 20 ribu suntikan booster,’’ jelasnya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/