alexametrics
23.8 C
Madiun
Wednesday, July 6, 2022

Ketika Satu Warga Tak Patuh Protokol Kesehatan, Bisa Rugi Bersama

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pilih patuh protokol kesehatan atau hilang pemasukan karena pembatasan aktivitas. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Madiun Suyadi menekankan hal itu kepada masyarakat yang belum tertib mengenakan masker. ‘’Jangan sampai ketidakdisiplinan malah mengganggu perputaran ekonomi,’’ katanya Minggu (27/9).

Sebelumnya, pemkab sempat menutup sejumlah pasar tradisional yang pedagangnya positif korona. Pembatasan aktivitas juga diterapkan di beberapa wilayah terpapar Covid-19. Kini, pemkab mulai memulihkan daya beli masyarakat di masa transisi adaptasi kebiasaan baru (AKB). ‘’Upaya ini seharusnya dibarengi peran masyarakat melawan korona,’’ ujarnya.

Suyadi menyebut, pemulihan ekonomi di berbagai sektor dengan menerapkan pembatasan. Pedagang kaki lima (PKL), misalnya. Tempat berjualan dilengkapi sarana dan prasarana (sarpras) protokol kesehatan. Pedagang dan pembeli punya tanggung jawab sama. Ketika ada satu tak patuh, derita kerugian bisa berjamaah. ‘’Contohnya ketika pedagang Pasar Nglames positif korona, pasar itu ditutup sementara. Pedagang lain tidak bisa jualan, warga tidak bisa berbelanja,’’ bebernya.

Baca Juga :  Sebagian Rumah Ambles karena Longsor, Untung Sedang Tidak Beruntung

Menurut dia, operasi yustisi bentuk edukasi. Pasalnya, masih ada warga yang menganggap disiplin protokol kesehatan itu tuntutan. Banyak pengguna jalan terjaring operasi yustisi menjadi buktinya. Salah satunya saat operasi di kawasan Alun-Alun Reksogati, Caruban, Sabtu malam (26/9). ‘’Operasi yustisi bukan mempersulit warga,’’ tekannya.

Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kabupaten Madiun Danny Yudi Satriawan menyebut ada 10 pelanggar terjaring operasi Sabtu malam. Semuanya diberi sanksi sosial. Selama enam kali operasi yustisi, ada 110 pelanggar protokol kesehatan. ‘’Sanksi sebagai efek jera dan memunculkan kesadaran bersama,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pilih patuh protokol kesehatan atau hilang pemasukan karena pembatasan aktivitas. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Madiun Suyadi menekankan hal itu kepada masyarakat yang belum tertib mengenakan masker. ‘’Jangan sampai ketidakdisiplinan malah mengganggu perputaran ekonomi,’’ katanya Minggu (27/9).

Sebelumnya, pemkab sempat menutup sejumlah pasar tradisional yang pedagangnya positif korona. Pembatasan aktivitas juga diterapkan di beberapa wilayah terpapar Covid-19. Kini, pemkab mulai memulihkan daya beli masyarakat di masa transisi adaptasi kebiasaan baru (AKB). ‘’Upaya ini seharusnya dibarengi peran masyarakat melawan korona,’’ ujarnya.

Suyadi menyebut, pemulihan ekonomi di berbagai sektor dengan menerapkan pembatasan. Pedagang kaki lima (PKL), misalnya. Tempat berjualan dilengkapi sarana dan prasarana (sarpras) protokol kesehatan. Pedagang dan pembeli punya tanggung jawab sama. Ketika ada satu tak patuh, derita kerugian bisa berjamaah. ‘’Contohnya ketika pedagang Pasar Nglames positif korona, pasar itu ditutup sementara. Pedagang lain tidak bisa jualan, warga tidak bisa berbelanja,’’ bebernya.

Baca Juga :  169 Tempat Tidur Pasien Covid-19 di RSUD Caruban-Dolopo Kosong

Menurut dia, operasi yustisi bentuk edukasi. Pasalnya, masih ada warga yang menganggap disiplin protokol kesehatan itu tuntutan. Banyak pengguna jalan terjaring operasi yustisi menjadi buktinya. Salah satunya saat operasi di kawasan Alun-Alun Reksogati, Caruban, Sabtu malam (26/9). ‘’Operasi yustisi bukan mempersulit warga,’’ tekannya.

Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kabupaten Madiun Danny Yudi Satriawan menyebut ada 10 pelanggar terjaring operasi Sabtu malam. Semuanya diberi sanksi sosial. Selama enam kali operasi yustisi, ada 110 pelanggar protokol kesehatan. ‘’Sanksi sebagai efek jera dan memunculkan kesadaran bersama,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/