27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Terima Hibah dan Titipan Konservasi, Tambah Koleksi Satwa Madiun Umbul Square

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Madiun Umbul Square (MUS) kembali membuka pintu hibah maupun titipan satwa konservasi. Menyusul kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak yang cenderung melandai. ‘’kami telah menerima dua ekor satwa hibahan,’’ kata Kepala Divisi Operasional dan Pemeliharaan Sarana Prasarana MUS Mohamad Santoso, Rabu (28/9).

Yakni, seekor rusa tutul jantan dari Dinas Sosial Kabupaten Madiun. Sementara seekor binturung Jawa jantan hibahan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pacitan. ‘’Rusa tutul datang sekitar dua minggu lalu, sedangkan binturung sebelumnya,’’ ujarnya.

Santoso menyampaikan, saat ini kandang konservasi telah terisi semua. Total ada sekitar 155 ekor satwa dari 53 jenis. Pihaknya masih bisa menerima hibah dan titipan satwa, kecuali jenis reptil seperti buaya. Sebab, sudah banyak dan kapasitas kandangnya telah menipis. ‘’Kalau jenis mamalia atau aves masih bisa kami terima,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Terkait Izin WDR, Ombudsman Turun Tangan

Penerimaan hibah dan titipan satwa konservasi mempertimbangkan dua hal. Yaitu, melihat kapasitas kandang dan jumlah satwa yang sudah ada. Jika satwa yang dihibahkan belum ada, akan diterima. Pihaknya juga mempertimbangkan kesehatan dan kondisi satwa.

Santoso menambahkan, untuk satwa yang baru datang butuh proses pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan dikarantina terlebih dahulu. Tujuannya, agar tidak stres dan bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. ‘

’Karantina sekitar satu bulan. Tapi, dilihat juga perkembangan satwa sudah layak dilepas di kandang atau belum,’’ jelas Santoso sembari menyampaikan bahwa seluruh satwa di MUS sehat dan telah divaksin PMK hewan berkuku belah.

Diketahui, objek wisata pelat merah milik Pemkab Madiun di Dolopo itu juga dikenal dengan kebun binatang mininya. Belakangan, MUS juga menjadi lembaga konservasi satwa. (mg3/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Madiun Umbul Square (MUS) kembali membuka pintu hibah maupun titipan satwa konservasi. Menyusul kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak yang cenderung melandai. ‘’kami telah menerima dua ekor satwa hibahan,’’ kata Kepala Divisi Operasional dan Pemeliharaan Sarana Prasarana MUS Mohamad Santoso, Rabu (28/9).

Yakni, seekor rusa tutul jantan dari Dinas Sosial Kabupaten Madiun. Sementara seekor binturung Jawa jantan hibahan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pacitan. ‘’Rusa tutul datang sekitar dua minggu lalu, sedangkan binturung sebelumnya,’’ ujarnya.

Santoso menyampaikan, saat ini kandang konservasi telah terisi semua. Total ada sekitar 155 ekor satwa dari 53 jenis. Pihaknya masih bisa menerima hibah dan titipan satwa, kecuali jenis reptil seperti buaya. Sebab, sudah banyak dan kapasitas kandangnya telah menipis. ‘’Kalau jenis mamalia atau aves masih bisa kami terima,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Nihil Hiburan, Madiun Umbul Square Sepi Wisatawan

Penerimaan hibah dan titipan satwa konservasi mempertimbangkan dua hal. Yaitu, melihat kapasitas kandang dan jumlah satwa yang sudah ada. Jika satwa yang dihibahkan belum ada, akan diterima. Pihaknya juga mempertimbangkan kesehatan dan kondisi satwa.

Santoso menambahkan, untuk satwa yang baru datang butuh proses pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan dikarantina terlebih dahulu. Tujuannya, agar tidak stres dan bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya. ‘

’Karantina sekitar satu bulan. Tapi, dilihat juga perkembangan satwa sudah layak dilepas di kandang atau belum,’’ jelas Santoso sembari menyampaikan bahwa seluruh satwa di MUS sehat dan telah divaksin PMK hewan berkuku belah.

Diketahui, objek wisata pelat merah milik Pemkab Madiun di Dolopo itu juga dikenal dengan kebun binatang mininya. Belakangan, MUS juga menjadi lembaga konservasi satwa. (mg3/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/