alexametrics
23.8 C
Madiun
Saturday, July 2, 2022

Pemkab Klaim Distribusi Pupuk Bersubsidi di Kabupaten Madiun Lancar

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tingkat serapan pupuk bersubsidi tiap kecamatan di Kabupaten Madiun tahun ini tak seragam. Itu merujuk catatan dinas pertanian dan perikanan (disperta) setempat kurun Januari sampai April. ‘’Sejauh ini tidak ada kendala dalam penyalurannya,’’ kata Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Disperta Kabupaten Madiun Parna, Sabtu (28/5).

Menurut dia, disperta rutin menerima laporan penyaluran dari distributor ke kios. Penyaluran dari kios ke petani juga tak luput dari pengawasan. Yakni, melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL). ‘’Pengawasan tidak dengan KP3 (Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida), karena belum ada hingga kini,’’ ujarnya.

Alokasi pupuk bersubsidi tahun ini sudah di-plotting per kecamatan. Parna mengklaim mayoritas penyaluran ke 15 kecamatan lancar. Sesuai laporan yang diterima dari delapan distributor. Jumlah distributor ini beda dengan versi disperdagkop-UM, yakni sembilan. ‘’Semua distributor sudah menyalurkan sesuai kuota masing-masing,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Tidak Layak untuk Sekelas Jalan Nasional

Kendati lancar, bukan berarti tak ada problem. Perihal ketercukupan kebutuhan bakal ada ketimpangan. Parna menyebutkan, ada beberapa kecamatan yang mengajukan tambahan jatah. Seperti Kecamatan Dolopo yang selama Januari-April telah menyerap 523,750 ton. Sementara jatah kecamatan tersebut masih tersisa 588,25 ton untuk delapan bulan tersisa tahun ini.

Hal itu, lanjut dia, memang diperbolehkan. Jatah subsidi bulan depan diambil sebelum saatnya. Itu diberlakukan mengingat alokasi pupuk bersubsidi tahun ini yang meleset dari usulan. ‘’Untuk serapan bulan ini belum terekap keseluruhan,’’ tuturnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tingkat serapan pupuk bersubsidi tiap kecamatan di Kabupaten Madiun tahun ini tak seragam. Itu merujuk catatan dinas pertanian dan perikanan (disperta) setempat kurun Januari sampai April. ‘’Sejauh ini tidak ada kendala dalam penyalurannya,’’ kata Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Disperta Kabupaten Madiun Parna, Sabtu (28/5).

Menurut dia, disperta rutin menerima laporan penyaluran dari distributor ke kios. Penyaluran dari kios ke petani juga tak luput dari pengawasan. Yakni, melalui penyuluh pertanian lapangan (PPL). ‘’Pengawasan tidak dengan KP3 (Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida), karena belum ada hingga kini,’’ ujarnya.

Alokasi pupuk bersubsidi tahun ini sudah di-plotting per kecamatan. Parna mengklaim mayoritas penyaluran ke 15 kecamatan lancar. Sesuai laporan yang diterima dari delapan distributor. Jumlah distributor ini beda dengan versi disperdagkop-UM, yakni sembilan. ‘’Semua distributor sudah menyalurkan sesuai kuota masing-masing,’’ ungkapnya.

Baca Juga :  Sekolah Haram Tambah Rombel, Pengawasan Pelaksanaan PPDB SMP Diperketat

Kendati lancar, bukan berarti tak ada problem. Perihal ketercukupan kebutuhan bakal ada ketimpangan. Parna menyebutkan, ada beberapa kecamatan yang mengajukan tambahan jatah. Seperti Kecamatan Dolopo yang selama Januari-April telah menyerap 523,750 ton. Sementara jatah kecamatan tersebut masih tersisa 588,25 ton untuk delapan bulan tersisa tahun ini.

Hal itu, lanjut dia, memang diperbolehkan. Jatah subsidi bulan depan diambil sebelum saatnya. Itu diberlakukan mengingat alokasi pupuk bersubsidi tahun ini yang meleset dari usulan. ‘’Untuk serapan bulan ini belum terekap keseluruhan,’’ tuturnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/