alexametrics
31 C
Madiun
Thursday, June 30, 2022

Peredaran Minol Marak di Kabupaten Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Peredaran minuman beralkohol (minol) di Kabupaten Madiun ditengarai kian marak. Satpol PP setempat mengklaim bahwa kondisi tersebut tak lepas dari faktor perizinan. ‘’Sekarang, izin menjual minol bisa dilakukan secara online, kami terkendala untuk memantau,’’ kata Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kabupaten Madiun Danny Yudi Satriawan, Minggu (29/5).

Menurut Danny, peredaran minol atau minuman keras (miras) saat ini memang semakin banyak. Termasuk minol golongan A dengan kandungan alkohol kurang dari 5 persen. Jenis minol tersebut ditengarai bebas beredar di berbagai kalangan penjual. ‘’Pantauan kami, mulai toko kelontong sampai angkringan ada yang menjual minol dengan kandungan alkohol kurang lima persen,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Proyek Penggantian Kubah Masjid Quba Meleset dari Jadwal

Danny menyebutkan, ada Perda 5/2015 yang mengatur peredaran minol di Kabupaten Madiun. Salah satu aspek yang diatur adalah perizinan. Namun, maraknya peredaran minol di berbagai jenis pedagang sulit terdeteksi perizinannya. ‘’Sekarang, SIUP sudah tidak keluar lagi. Izin bisa online dan itu mengakibatkan pemantauan kurang maksimal,’’ ungkapnya.

Menyikapi kendala tersebut, Danny menekankan pihaknya bakal lebih intensif melakukan pemantauan di lapangan. Guna menelisik peredaran minol yang berizin maupun tidak. Terutama terhadap kecenderungan peredaran minol langsung ke masyarakat yang semakin banyak. ‘’Sudah ada beberapa target yang kami kunci untuk segera ditindaklanjuti,’’ pungkasnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Peredaran minuman beralkohol (minol) di Kabupaten Madiun ditengarai kian marak. Satpol PP setempat mengklaim bahwa kondisi tersebut tak lepas dari faktor perizinan. ‘’Sekarang, izin menjual minol bisa dilakukan secara online, kami terkendala untuk memantau,’’ kata Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kabupaten Madiun Danny Yudi Satriawan, Minggu (29/5).

Menurut Danny, peredaran minol atau minuman keras (miras) saat ini memang semakin banyak. Termasuk minol golongan A dengan kandungan alkohol kurang dari 5 persen. Jenis minol tersebut ditengarai bebas beredar di berbagai kalangan penjual. ‘’Pantauan kami, mulai toko kelontong sampai angkringan ada yang menjual minol dengan kandungan alkohol kurang lima persen,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Jumlah Penerima Bansos PKH Kabupaten Madiun Berkurang Nyaris 3 Ribu Keluarga

Danny menyebutkan, ada Perda 5/2015 yang mengatur peredaran minol di Kabupaten Madiun. Salah satu aspek yang diatur adalah perizinan. Namun, maraknya peredaran minol di berbagai jenis pedagang sulit terdeteksi perizinannya. ‘’Sekarang, SIUP sudah tidak keluar lagi. Izin bisa online dan itu mengakibatkan pemantauan kurang maksimal,’’ ungkapnya.

Menyikapi kendala tersebut, Danny menekankan pihaknya bakal lebih intensif melakukan pemantauan di lapangan. Guna menelisik peredaran minol yang berizin maupun tidak. Terutama terhadap kecenderungan peredaran minol langsung ke masyarakat yang semakin banyak. ‘’Sudah ada beberapa target yang kami kunci untuk segera ditindaklanjuti,’’ pungkasnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/