alexametrics
21.8 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Satpol PP Kabupaten Madiun Berdalih Tak Tahu Ada Pabrik Arjo di Sawahan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pabrik minuman keras (miras) yang digerebek Polres Madiun Kota di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan secara administratif berada di wilayah Kabupaten Madiun.

Namun demikian, pihak Satpol PP Kabupaten Madiun malah tidak tahu-menahu wilayah administrasinya ada industri rumahan minuman beralkohol (minol). Berbagai alibi dikemukakan korps penegak perda setelah aparat kepolisian daerah tetangga membongkar praktik minuman haram yang baru berjalan satu bulan itu.

Mereka beralasan terkendala keberadaan lokasi produksi dan tidak ada informasi dari bawah. ‘’Selama ini tidak ada informasi masuk ke kami terkait produksi miras itu,’’ kata Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kabupaten Madiun Danny Yudi Satriawan, Sabtu (28/5).

Keberadaan rumah produksi miras di Sidomulyo masuk ke telinga satpol PP usai terbongkar. Danny mengaku benar-benar tidak tahu. Artinya, keberadaan pabrik miras jenis arjo itu luput dari pantauan satpol PP. Kendati, produksinya lumayan besar dan sudah berlangsung sekitar satu bulan. ‘’Lokasi ada di perbatasan (Kota-Kabupaten Madiun), sehingga pengawasan agak terkendala,’’ dalihnya.

Baca Juga :  Sah, Tes CPNS Kabupaten Madiun di Kota

Minim informasi masuk juga diklaim jadi kendala lain untuk tindakan pencegahan. Kini, nasi sudah menjadi bubur. Tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah evaluasi dan perbaikan. ‘’Akan dilakukan pemaksimalan fungsi informasi terhadap rekan-rekan di bawah, terutama di wilayah perbatasan,’’ janji Danny.

Sejatinya satpol PP punya kewenangan terkait peredaran minol itu. Selain pencegahan dini, pihaknya juga bakal lebih fokus memetakan peredaran minol tak berizin. Termasuk miras jenis arjo yang sudah jelas melanggar peraturan. ‘’Beberapa lokasi telah kami kantongi. Sesegera mungkin dilakukan penindakan,’’ tegasnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pabrik minuman keras (miras) yang digerebek Polres Madiun Kota di Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan secara administratif berada di wilayah Kabupaten Madiun.

Namun demikian, pihak Satpol PP Kabupaten Madiun malah tidak tahu-menahu wilayah administrasinya ada industri rumahan minuman beralkohol (minol). Berbagai alibi dikemukakan korps penegak perda setelah aparat kepolisian daerah tetangga membongkar praktik minuman haram yang baru berjalan satu bulan itu.

Mereka beralasan terkendala keberadaan lokasi produksi dan tidak ada informasi dari bawah. ‘’Selama ini tidak ada informasi masuk ke kami terkait produksi miras itu,’’ kata Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kabupaten Madiun Danny Yudi Satriawan, Sabtu (28/5).

Keberadaan rumah produksi miras di Sidomulyo masuk ke telinga satpol PP usai terbongkar. Danny mengaku benar-benar tidak tahu. Artinya, keberadaan pabrik miras jenis arjo itu luput dari pantauan satpol PP. Kendati, produksinya lumayan besar dan sudah berlangsung sekitar satu bulan. ‘’Lokasi ada di perbatasan (Kota-Kabupaten Madiun), sehingga pengawasan agak terkendala,’’ dalihnya.

Baca Juga :  Anggaran Pemkab Madiun Digerogoti Covid-19

Minim informasi masuk juga diklaim jadi kendala lain untuk tindakan pencegahan. Kini, nasi sudah menjadi bubur. Tindak lanjut yang dapat dilakukan adalah evaluasi dan perbaikan. ‘’Akan dilakukan pemaksimalan fungsi informasi terhadap rekan-rekan di bawah, terutama di wilayah perbatasan,’’ janji Danny.

Sejatinya satpol PP punya kewenangan terkait peredaran minol itu. Selain pencegahan dini, pihaknya juga bakal lebih fokus memetakan peredaran minol tak berizin. Termasuk miras jenis arjo yang sudah jelas melanggar peraturan. ‘’Beberapa lokasi telah kami kantongi. Sesegera mungkin dilakukan penindakan,’’ tegasnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/