27.2 C
Madiun
Friday, December 9, 2022

Realisasi Target PBB-P2 2022 Kabupaten Madiun, Tinggal 2 Hari, Minus 25 Persen

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Realisasi pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Madiun minus 25 persen. Padahal, jatuh tempo pembayaran tinggal dua hari lagi. ‘’Capaian PBB-P2 saat ini 75 persen,’’ kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun Hadi Sutikno, Kamis (29/9).

Target pendapatan dari PBB-P2 tahun ini Rp 25,5 miliar. Saat ini sekitar Rp 19 miliar telah terbayarkan. Sehingga, masih Rp 6,5 miliar piutang PBB-P2. ‘’Jatuh tempo pembayaran PBB-P2 bulan ini, September,’’ ujarnya.

Kendati begitu, pihaknya bakal memaksimalkan capaian hingga tutup buku akhir tahun ini. Hanya, bapenda tak berani pasang target maksimal alias realisasi 100 persen. ‘’Mudah-mudahan bisa 85 persen sampai tutup buku nanti,’’ harapnya.

Extratime pasca-jatuh tempo kali ini deja vu tahun sebelumnya. Pada 2021 lalu, bapenda butuh tambahan waktu untuk menyelesaikan piutang PBB-P2 dari total target Rp 24 miliar. Bahkan, hingga jatuh tempo saat itu baru terealisasi 30 persen. ‘’Yang belum (membayar) akan disanksi administrasi berupa denda,’’ tuturnya.

Baca Juga :  DKPP Kabupaten Madiun Sebut Tingkat Kematian PMK Hanya 5 Persen

Menurut Sutikno, ada sejumlah kendala di lapangan hingga target PBB-P2 tak tuntas. Antara lain, adanya surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) ganda. Pun, perihal pemutakhiran data. Baik terhadap wajib pajak maupun kondisi terbaru objek pajak. ‘’Pemutakhiran data terkait PBB-P2 akan dilakukan awal tahun depan,’’ sebutnya.

Pemutakhiran data, lanjut dia, bakal dilaksanakan maksimal. Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan mulai tahun ini. Salah satunya, mematangkan opsi bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pemutakhiran. ‘’Kalau memang petugas sendiri tidak cukup, kami akan menggandeng pihak ketiga di lapangan,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Realisasi pajak bumi dan bangunan perdesaan dan perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Madiun minus 25 persen. Padahal, jatuh tempo pembayaran tinggal dua hari lagi. ‘’Capaian PBB-P2 saat ini 75 persen,’’ kata Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Madiun Hadi Sutikno, Kamis (29/9).

Target pendapatan dari PBB-P2 tahun ini Rp 25,5 miliar. Saat ini sekitar Rp 19 miliar telah terbayarkan. Sehingga, masih Rp 6,5 miliar piutang PBB-P2. ‘’Jatuh tempo pembayaran PBB-P2 bulan ini, September,’’ ujarnya.

Kendati begitu, pihaknya bakal memaksimalkan capaian hingga tutup buku akhir tahun ini. Hanya, bapenda tak berani pasang target maksimal alias realisasi 100 persen. ‘’Mudah-mudahan bisa 85 persen sampai tutup buku nanti,’’ harapnya.

Extratime pasca-jatuh tempo kali ini deja vu tahun sebelumnya. Pada 2021 lalu, bapenda butuh tambahan waktu untuk menyelesaikan piutang PBB-P2 dari total target Rp 24 miliar. Bahkan, hingga jatuh tempo saat itu baru terealisasi 30 persen. ‘’Yang belum (membayar) akan disanksi administrasi berupa denda,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Spanduk Erick Thohir Bertebaran di Jalanan Madiun

Menurut Sutikno, ada sejumlah kendala di lapangan hingga target PBB-P2 tak tuntas. Antara lain, adanya surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) ganda. Pun, perihal pemutakhiran data. Baik terhadap wajib pajak maupun kondisi terbaru objek pajak. ‘’Pemutakhiran data terkait PBB-P2 akan dilakukan awal tahun depan,’’ sebutnya.

Pemutakhiran data, lanjut dia, bakal dilaksanakan maksimal. Pihaknya telah melakukan berbagai persiapan mulai tahun ini. Salah satunya, mematangkan opsi bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pemutakhiran. ‘’Kalau memang petugas sendiri tidak cukup, kami akan menggandeng pihak ketiga di lapangan,’’ jelasnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/