alexametrics
29.7 C
Madiun
Thursday, January 20, 2022

Dinsos Ogah Disalahkan Aksi Pembacokan ODGJ di Dolopo

WUNGU, Jawa Pos Radar Caruban – Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Candimulyo, Dolopo, ngamuk dan membacok warga. Instansi berwenang setempat enggan disudutkan terkait peristiwa tersebut. ‘’Penanganan ODGJ tidak hanya tanggung jawab dinsos,’’ kata Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun Agung Budiarto, Senin (29/11).

Agung mengungkapkan, total ada 2.072 ODGJ di Kabupaten Madiun. Terkait penanganan ribuan pemerlu kesejahteraan sosial (PKS) itu, dia mengklaim sudah melaksanakan tanggung jawab sebagaimana mestinya. ‘’Tugas kami itu pascarehabilitasi medis. Memasyarakatkan kembali mereka (ODGJ, Red), baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,’’ dalihnya.

ODGJ dapat disembuhkan dengan berbagai tahapan. Namun, benar-benar butuh penanganan ekstra. Salah satunya melalui pengobatan dan selanjutnya direhabilitasi. Jika kondisinya mulai membaik, perawatan dilanjutkan keluarga yang bersangkutan. ‘’Pendampingan keluarga dan semisal pemberian santunan, saat ini bisa kami cover. Tapi, kalau tidak ada obat, ada potensi ODGJ berhalusinasi dan berbuat yang tidak-tidak,’’ ungkapnya.

Soal amuk ODGJ di Desa Candimulyo, Agung menyebut merupakan tanggung jawab bersama berbagai pihak. Penanganan ODGJ, lanjutnya, tidak bisa selesai jika hanya ditopang dinsos. Sebab, butuh serangkaian tindakan dari berbagai aspek. ‘’Saat ini kami sedang koordinasi dengan UPT Kaliabu untuk rehabilitasi ODGJ yang mengamuk itu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  PPDB: Gigit Jari Salah Rekomendasi

Pihaknya enggan dituding kejadian pembacokan tersebut sebagai bukti kegagalan pemkab menangani ODGJ. Kendati begitu, pihaknya tidak memungkiri masih adanya minus. Pertama, belum beroperasinya klinik kejiwaan. Sehingga, ODGJ ngamuk itu mesti dirujuk ke Ngawi untuk penanganan medisnya.

Agung juga menyebut bahwa dinsos belum punya selter untuk menampung ODGJ dan PKS lain. ‘’Kalau dibilang gagal, bisa iya bisa tidak. Yang jelas, akan ada evaluasi ke depan terkait masalah penanganan ODGJ,’’ tuturnya.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Dolopo AKP Muslich Bawani menjelaskan aksi amuk ODGJ di Desa Candimulyo yang terjadi Jumat lalu (26/11). Tasmin, 43, ODGJ, itu membacok Endang Choirunnisa, 39. Tasmin tiba-tiba menyabetkan arit gedhe ke kepala Endang hingga terluka. Warga langsung mengamankan Tasmin yang bersembunyi di dalam rumah usai pembacokan. ‘’Korban (Endang, Red) dirawat di Bathil (RSUD Dolopo),’’ terang Kapolsek. (den/c1/sat/her)

WUNGU, Jawa Pos Radar Caruban – Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Candimulyo, Dolopo, ngamuk dan membacok warga. Instansi berwenang setempat enggan disudutkan terkait peristiwa tersebut. ‘’Penanganan ODGJ tidak hanya tanggung jawab dinsos,’’ kata Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Madiun Agung Budiarto, Senin (29/11).

Agung mengungkapkan, total ada 2.072 ODGJ di Kabupaten Madiun. Terkait penanganan ribuan pemerlu kesejahteraan sosial (PKS) itu, dia mengklaim sudah melaksanakan tanggung jawab sebagaimana mestinya. ‘’Tugas kami itu pascarehabilitasi medis. Memasyarakatkan kembali mereka (ODGJ, Red), baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat,’’ dalihnya.

ODGJ dapat disembuhkan dengan berbagai tahapan. Namun, benar-benar butuh penanganan ekstra. Salah satunya melalui pengobatan dan selanjutnya direhabilitasi. Jika kondisinya mulai membaik, perawatan dilanjutkan keluarga yang bersangkutan. ‘’Pendampingan keluarga dan semisal pemberian santunan, saat ini bisa kami cover. Tapi, kalau tidak ada obat, ada potensi ODGJ berhalusinasi dan berbuat yang tidak-tidak,’’ ungkapnya.

Soal amuk ODGJ di Desa Candimulyo, Agung menyebut merupakan tanggung jawab bersama berbagai pihak. Penanganan ODGJ, lanjutnya, tidak bisa selesai jika hanya ditopang dinsos. Sebab, butuh serangkaian tindakan dari berbagai aspek. ‘’Saat ini kami sedang koordinasi dengan UPT Kaliabu untuk rehabilitasi ODGJ yang mengamuk itu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  RDP Bahas Pilkades Serentak di Kabupaten Madiun Memanas

Pihaknya enggan dituding kejadian pembacokan tersebut sebagai bukti kegagalan pemkab menangani ODGJ. Kendati begitu, pihaknya tidak memungkiri masih adanya minus. Pertama, belum beroperasinya klinik kejiwaan. Sehingga, ODGJ ngamuk itu mesti dirujuk ke Ngawi untuk penanganan medisnya.

Agung juga menyebut bahwa dinsos belum punya selter untuk menampung ODGJ dan PKS lain. ‘’Kalau dibilang gagal, bisa iya bisa tidak. Yang jelas, akan ada evaluasi ke depan terkait masalah penanganan ODGJ,’’ tuturnya.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Dolopo AKP Muslich Bawani menjelaskan aksi amuk ODGJ di Desa Candimulyo yang terjadi Jumat lalu (26/11). Tasmin, 43, ODGJ, itu membacok Endang Choirunnisa, 39. Tasmin tiba-tiba menyabetkan arit gedhe ke kepala Endang hingga terluka. Warga langsung mengamankan Tasmin yang bersembunyi di dalam rumah usai pembacokan. ‘’Korban (Endang, Red) dirawat di Bathil (RSUD Dolopo),’’ terang Kapolsek. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru