alexametrics
28.3 C
Madiun
Wednesday, May 25, 2022

Dua Bulan Nihil Pasien Covid-19, RSL Joglo Dungus Bakal Dinonaktifkan

WUNGU, Jawa Pos Radar Madiun – Akhir 2021 riwayat Rumah Sakit Lapangan (RSL) Joglo Dungus bakal tamat. Kontrak seluruh sumber daya manusia (SDM)-nya habis tahun depan. ‘’Hanya, sampai sekarang belum ada keputusan dari provinsi terkait ke depannya,’’ kata Koordinator Umum RSL Joglo Dungus Muhidin kemarin (28/12).

RSL Joglo Dungus nihil pasien Covid-19 sejak dua bulan terakhir. Sejumlah relawan kontrak bulanan telah mengundurkan diri. Namun, sebagian SDM seperti sekuriti, kebersihan, dan lain-lain tetap bekerja lantaran kontrak habis akhir Desember. ‘’Kemungkinan RSL Joglo akan dinonaktifkan,’’ ungkap Muhidin.

RSL Joglo Dungus berdiri di lahan RS Paru Dungus. Kelak beberapa bangunan itu akan memberi dampak positif bagi pengembangan RS Paru Dungus. Status rumah sakit milik Pemrov Jatim itu bakal naik kelas. ‘’Kalau sudah ada kepastian seperti itu (dihibahkan ke RS Paru, Red), ke depan akan digunakan peningkatan tipe rumah sakit,’’ ujarnya.

Baca Juga :  101 Hektare Lahan Pertanian Mengering

Muhidin menyebutkan, RS Paru Dungus saat ini bertipe D. Salah satu faktor penyebabnya, daya tampung pasien belum banyak. Sementara, RSL Joglo Dungus dapat menampung 137 pasien Covid-19. ‘’Kalau nanti dihibahkan, RS Paru Dungus bisa naik tipe C,’’ beber pria yang juga menjabat Kasi UKM RS Paru Dungus itu.

Besar kemungkinan keberadaan RSL Paru Dungus bakal berakhir. Syaratnya, pandemi Covid-19 juga selesai. Muhidin menekankan bahwa kebijakan ada di pihak pemprov. ‘’Setelah 2021 habis, RSL kemungkinan akan dinonaktifkan. Tapi, masih tetap disiagakan sebagai antisipasi kalau lonjakan Covid-19 terjadi lagi,’’ tuturnya. (den/c1/sat/her)

WUNGU, Jawa Pos Radar Madiun – Akhir 2021 riwayat Rumah Sakit Lapangan (RSL) Joglo Dungus bakal tamat. Kontrak seluruh sumber daya manusia (SDM)-nya habis tahun depan. ‘’Hanya, sampai sekarang belum ada keputusan dari provinsi terkait ke depannya,’’ kata Koordinator Umum RSL Joglo Dungus Muhidin kemarin (28/12).

RSL Joglo Dungus nihil pasien Covid-19 sejak dua bulan terakhir. Sejumlah relawan kontrak bulanan telah mengundurkan diri. Namun, sebagian SDM seperti sekuriti, kebersihan, dan lain-lain tetap bekerja lantaran kontrak habis akhir Desember. ‘’Kemungkinan RSL Joglo akan dinonaktifkan,’’ ungkap Muhidin.

RSL Joglo Dungus berdiri di lahan RS Paru Dungus. Kelak beberapa bangunan itu akan memberi dampak positif bagi pengembangan RS Paru Dungus. Status rumah sakit milik Pemrov Jatim itu bakal naik kelas. ‘’Kalau sudah ada kepastian seperti itu (dihibahkan ke RS Paru, Red), ke depan akan digunakan peningkatan tipe rumah sakit,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tumpukan Sampah di Tempursari Urusan Pemdes

Muhidin menyebutkan, RS Paru Dungus saat ini bertipe D. Salah satu faktor penyebabnya, daya tampung pasien belum banyak. Sementara, RSL Joglo Dungus dapat menampung 137 pasien Covid-19. ‘’Kalau nanti dihibahkan, RS Paru Dungus bisa naik tipe C,’’ beber pria yang juga menjabat Kasi UKM RS Paru Dungus itu.

Besar kemungkinan keberadaan RSL Paru Dungus bakal berakhir. Syaratnya, pandemi Covid-19 juga selesai. Muhidin menekankan bahwa kebijakan ada di pihak pemprov. ‘’Setelah 2021 habis, RSL kemungkinan akan dinonaktifkan. Tapi, masih tetap disiagakan sebagai antisipasi kalau lonjakan Covid-19 terjadi lagi,’’ tuturnya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/