alexametrics
27.8 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Diseruduk Xpander, Terios Terbalik di Tol Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kembali terjadi di tol ruas Ngawi-Kertosono. Pukul 07.45 kemarin (29/3), insiden terjadi lagi di Km 628 B masuk Desa Pajaran, Saradan. Satu mobil terbalik diseruduk mobil lain dari belakang. ‘’Tidak ada korban jiwa,’’ kata Kanit Penegakkan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Madiun Ipda Roni Susanto.

Daihatsu Terios nopol W 1790 QH yang dikemudikan Anggi Prasojo, 26, warga Desa/Kecamatan Kedensari, Sidoarjo, terbalik. Mobil silver itu melaju dari timur ke barat di jalur lambat. Saat bersamaan, meluncur Mitsubishi Xpander AG 1126 FU yang disopiri Rifvan Prasetyo, 42, warga Desa Tulungrejo, Pare, Kediri. ‘’Xpander melaju di jalur cepat,’’ ungkap Roni.

Xpander tiba-tiba menyeruduk Terios dari belakang. Terjadi tumburan keras pada bagian moncong dan buritan dua kendaraan tersebut. Saking kerasnya, Terios terpelanting dan terguling hingga berhenti dalam posisi terbalik. ‘’Pengemudi Xpander kurang konsentrasi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Sasar Vaksinasi PKL di Madiun

Roni menyebutkan, pengemudi Terios hanya luka ringan. Pun, seorang penumpang usia sembilan tahun luka-luka. Sedangkan sopir Xpander sehat jasmani dan rohani. Dua kendaraan mengalami kerusakan di beberapa bagian. ‘’Total kerugian ditaksir Rp 50 juta. Dua kendaraan terlibat laka sudah diamankan sebagai barang bukti,’’ ungkapnya.

Laka lantas ini merupakan insiden ke-14 sepanjang 2022 hingga kemarin. PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) mencatat lima korban jiwa kurun tiga bulan terakhir. ‘’Sesuai data kami, penyebab kecelakaan karena pengendara kurang antisipasi dan mengantuk,’’ kata Humas JNK Ujang Rohmana.

Pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan laka lantas. Mulai memasang berbagai peringatan sampai rambu tambahan di sejumlah titik rawan. Termasuk pemasangan satu kamera pengintai alias closed-circuit television (CCTV) per kilometer. Atau total ada 105 unit. ‘’Pun, dua unit smart CCTV yang dapat mendeteksi kecepatan kendaraan sekaligus nopol kendaraan,’’ bebernya. (den/c1/sat/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) kembali terjadi di tol ruas Ngawi-Kertosono. Pukul 07.45 kemarin (29/3), insiden terjadi lagi di Km 628 B masuk Desa Pajaran, Saradan. Satu mobil terbalik diseruduk mobil lain dari belakang. ‘’Tidak ada korban jiwa,’’ kata Kanit Penegakkan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Madiun Ipda Roni Susanto.

Daihatsu Terios nopol W 1790 QH yang dikemudikan Anggi Prasojo, 26, warga Desa/Kecamatan Kedensari, Sidoarjo, terbalik. Mobil silver itu melaju dari timur ke barat di jalur lambat. Saat bersamaan, meluncur Mitsubishi Xpander AG 1126 FU yang disopiri Rifvan Prasetyo, 42, warga Desa Tulungrejo, Pare, Kediri. ‘’Xpander melaju di jalur cepat,’’ ungkap Roni.

Xpander tiba-tiba menyeruduk Terios dari belakang. Terjadi tumburan keras pada bagian moncong dan buritan dua kendaraan tersebut. Saking kerasnya, Terios terpelanting dan terguling hingga berhenti dalam posisi terbalik. ‘’Pengemudi Xpander kurang konsentrasi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Nihil Pendaftar, Pilkades Tiga Desa di Madiun Terancam Gagal

Roni menyebutkan, pengemudi Terios hanya luka ringan. Pun, seorang penumpang usia sembilan tahun luka-luka. Sedangkan sopir Xpander sehat jasmani dan rohani. Dua kendaraan mengalami kerusakan di beberapa bagian. ‘’Total kerugian ditaksir Rp 50 juta. Dua kendaraan terlibat laka sudah diamankan sebagai barang bukti,’’ ungkapnya.

Laka lantas ini merupakan insiden ke-14 sepanjang 2022 hingga kemarin. PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) mencatat lima korban jiwa kurun tiga bulan terakhir. ‘’Sesuai data kami, penyebab kecelakaan karena pengendara kurang antisipasi dan mengantuk,’’ kata Humas JNK Ujang Rohmana.

Pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalkan laka lantas. Mulai memasang berbagai peringatan sampai rambu tambahan di sejumlah titik rawan. Termasuk pemasangan satu kamera pengintai alias closed-circuit television (CCTV) per kilometer. Atau total ada 105 unit. ‘’Pun, dua unit smart CCTV yang dapat mendeteksi kecepatan kendaraan sekaligus nopol kendaraan,’’ bebernya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/