alexametrics
28.3 C
Madiun
Tuesday, May 24, 2022

Dewan Soroti Hasil Asesmen Nasional Ratusan SD di Kabupaten Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hasil asesmen nasional (AN) 2021 mendapat sorotan kalangan legislatif. Terutama soal ratusan SD dengan nilai kompetensi numerasi di bawah batas minimal. ‘’Dinas terkait perlu segera menindaklanjuti kondisi ini,’’ kata Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun Hari Puryadi, Sabtu (30/4).

Hasil AN tahun lalu itu, 30 persen SD mendapat nilai kompetensi numerasi di bawah batas minimal. Dari total 406 SD negeri maupun swasta, 118 lembaga masuk kategori rendah. Sedangkan kompetensi literasi jauh lebih baik. Dengan kata lain, keberhasilan pendidikan pelajaran bahasa lebih bagus ketimbang matematika. ‘’Kurang tatap muka karena pandemi Covid-19 bisa jadi salah satu penyebabnya. Memahami ilmu pasti seperti matematika itu perlu diulang-ulang,’’ ungkap Hari.

Baca Juga :  Dewan Minta KPBU Alat Penerangan Jalan di Madiun Beri Manfaat Lebih

Belakangan situasi pandemi mulai membaik. Pembelajaran tatap muka (PTM) kembali diberlakukan 100 persen. Hari menekankan, dinas terkait harus memanfaatkan untuk memaksimalkan kualitas pendidikan. Terutama bidang numerasi. Sebab, matematika menjadi dasar untuk disiplin ilmu yang lain. ‘’Selama ini matematika jadi momok yang ditakuti siswa. Maka, perlu ada inovasi,’’ ujarnya.

Hari menyampaikan bahwa sudah ada patokan dalam kurikulum pendidikan. Porsi pelajaran yang harus diberikan kepada siswa pun telah ditentukan. Akan lebih baik jika pendidik mampu berinovasi. Misal, menciptakan suasana pembelajaran yang tidak kelewat spaneng meski matematika perlu keseriusan. Itu pun bergantung karakter guru. ‘’Mengenalkan dasar-dasar numerasi secara menyenangkan ke anak usia dini juga bisa dilakukan asal sesuai kapasitas,’’ tuturnya. (den/c1/sat/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hasil asesmen nasional (AN) 2021 mendapat sorotan kalangan legislatif. Terutama soal ratusan SD dengan nilai kompetensi numerasi di bawah batas minimal. ‘’Dinas terkait perlu segera menindaklanjuti kondisi ini,’’ kata Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun Hari Puryadi, Sabtu (30/4).

Hasil AN tahun lalu itu, 30 persen SD mendapat nilai kompetensi numerasi di bawah batas minimal. Dari total 406 SD negeri maupun swasta, 118 lembaga masuk kategori rendah. Sedangkan kompetensi literasi jauh lebih baik. Dengan kata lain, keberhasilan pendidikan pelajaran bahasa lebih bagus ketimbang matematika. ‘’Kurang tatap muka karena pandemi Covid-19 bisa jadi salah satu penyebabnya. Memahami ilmu pasti seperti matematika itu perlu diulang-ulang,’’ ungkap Hari.

Baca Juga :  Angka Laka Lantas di Madiun Turun, tapi 111 Nyawa Melayang di Jalan

Belakangan situasi pandemi mulai membaik. Pembelajaran tatap muka (PTM) kembali diberlakukan 100 persen. Hari menekankan, dinas terkait harus memanfaatkan untuk memaksimalkan kualitas pendidikan. Terutama bidang numerasi. Sebab, matematika menjadi dasar untuk disiplin ilmu yang lain. ‘’Selama ini matematika jadi momok yang ditakuti siswa. Maka, perlu ada inovasi,’’ ujarnya.

Hari menyampaikan bahwa sudah ada patokan dalam kurikulum pendidikan. Porsi pelajaran yang harus diberikan kepada siswa pun telah ditentukan. Akan lebih baik jika pendidik mampu berinovasi. Misal, menciptakan suasana pembelajaran yang tidak kelewat spaneng meski matematika perlu keseriusan. Itu pun bergantung karakter guru. ‘’Mengenalkan dasar-dasar numerasi secara menyenangkan ke anak usia dini juga bisa dilakukan asal sesuai kapasitas,’’ tuturnya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/