alexametrics
25.2 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Kesasar, Ertiga Terperosok di Tengah Hutan Wungu

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Peribahasa malu bertanya sesat di jalan terbukti masih relevan di zaman serbateknologi seperti sekarang. Akibat terlalu memercayai Google Maps dan enggan bertanya kepada orang sekitar, Khoirul Hadi, 33, warga Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Jombang, nyasar di tengah hutan Wungu kemarin (29/5).

Mobil Suzuki Ertiga S 1587 XH yang dia kemudikan terperosok dan baru dapat dievakuasi kemarin siang. ‘’Baru bisa dievakuasi setelah dibantu paguyuban mobil off-road,’’ kata Purno Heru Wicaksono, koordinator lapangan pemadam kebakaran (damkar) Satpol PP Kabupaten Madiun.

Hadi hendak mengantarkan Yopi Putra, warga Mojokerto, untuk menjemput istrinya di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu. Berbekal info lokasi ang dibagikan sang istri, mereka malah tersasar hingga masuk hutan. ‘’Sempat ngopi saat sampai di Madiun. Karena lupa jalan, minta shareloc (berbagi info lokasi, Red) ke istri,’’ jelas Purno.

Baca Juga :  Ribuan Disabilitas Tak Teperhatikan, Pemkab Madiun Berdalih Anggaran Terbatas

Saran rute tercepat versi Google Maps dijadikan acuan. Apes, roda depan malah terperosok saat mobil sudah melaju sekitar dua kilometer di dalam hutan. Muhammad Zodan Hikmahtyar, penumpang lain di dalam mobil, juga tak dapat berbuat banyak. Kebingungan, mereka memutuskan meninggalkan mobil untuk mencari pertolongan. Petugas damkar sampai polsek setempat dihubungi.

Sialnya, petugas tak dapat berbuat banyak. Beruntung tak jauh dari lokasi terdapat paguyuban mobil off-road. Empat unit mobil off-road datang memberi bantuan. Mobil kesasar itu akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 12.00. Kapolsek Wungu Agung Darmawan mengatakan, mobil diamankan ke mapolsek usai berhasil dievakuasi. Sopir dan dua penumpang dimintai keterangan. ‘’Jalan itu memang bisa menuju lokasi yang mereka tuju. Tapi, tidak bisa dilalui mobil,’’ jelas Kapolsek. (den/c1/naz)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Peribahasa malu bertanya sesat di jalan terbukti masih relevan di zaman serbateknologi seperti sekarang. Akibat terlalu memercayai Google Maps dan enggan bertanya kepada orang sekitar, Khoirul Hadi, 33, warga Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Jombang, nyasar di tengah hutan Wungu kemarin (29/5).

Mobil Suzuki Ertiga S 1587 XH yang dia kemudikan terperosok dan baru dapat dievakuasi kemarin siang. ‘’Baru bisa dievakuasi setelah dibantu paguyuban mobil off-road,’’ kata Purno Heru Wicaksono, koordinator lapangan pemadam kebakaran (damkar) Satpol PP Kabupaten Madiun.

Hadi hendak mengantarkan Yopi Putra, warga Mojokerto, untuk menjemput istrinya di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu. Berbekal info lokasi ang dibagikan sang istri, mereka malah tersasar hingga masuk hutan. ‘’Sempat ngopi saat sampai di Madiun. Karena lupa jalan, minta shareloc (berbagi info lokasi, Red) ke istri,’’ jelas Purno.

Baca Juga :  Polisi Sasar Vaksinasi PKL di Madiun

Saran rute tercepat versi Google Maps dijadikan acuan. Apes, roda depan malah terperosok saat mobil sudah melaju sekitar dua kilometer di dalam hutan. Muhammad Zodan Hikmahtyar, penumpang lain di dalam mobil, juga tak dapat berbuat banyak. Kebingungan, mereka memutuskan meninggalkan mobil untuk mencari pertolongan. Petugas damkar sampai polsek setempat dihubungi.

Sialnya, petugas tak dapat berbuat banyak. Beruntung tak jauh dari lokasi terdapat paguyuban mobil off-road. Empat unit mobil off-road datang memberi bantuan. Mobil kesasar itu akhirnya berhasil dievakuasi sekitar pukul 12.00. Kapolsek Wungu Agung Darmawan mengatakan, mobil diamankan ke mapolsek usai berhasil dievakuasi. Sopir dan dua penumpang dimintai keterangan. ‘’Jalan itu memang bisa menuju lokasi yang mereka tuju. Tapi, tidak bisa dilalui mobil,’’ jelas Kapolsek. (den/c1/naz)

Artikel SebelumnyaAfirmasi Produk Lokal
Artikel Selanjutnya Perizinan Usaha Minim Pengawasan

Most Read

Artikel Terbaru

/