alexametrics
29.9 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Grojogan Londho Jadi Jujukan Wisata Baru

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Grojogan Londho, objek wisata baru di Desa Kebonagung, Mejayan, sedang hit. Pada hari-hari biasa didatangi kurang lebih 100 pengunjung. Namun, bisa tiga kali lipat saat akhir pekan. ‘’Hari ini kurang lebih 300 pengunjung yang datang ke sini,’’ kata Puguh Setyawan, ketua pengelola Wisata Grojogan Londho, Senin (30/8).

Kendati begitu, kondisi tersebut justru membuat dilematis pihaknya. Di satu sisi senang karena banyak pengunjung. Di sisi lain pihaknya khawatir karena saat ini tengah pandemi Covid-19. ‘’Karena itu, pengunjung selalu kami imbau untuk disiplin protokol kesehatan. Kami siapkan masker dan hand sanitizer juga,’’ ujarnya.

Sejatinya, Grojogan Londho sudah mulai dikenal sejak 2019. Lokasi tersebut kerap dipakai lokasi foto prewedding. Sebab, view-nya indah berupa hamparan sawah dan sunset. Menangkap potensi tersebut, sekitar dua bulan lalu kelompok masyarakat (pokmas) setempat coba mengelolanya. ‘’Pengunjung semakin hari semakin banyak sejak dua bulan lalu itu. Informasi cepat beredar melalui media sosial,’’ ungkapnya. (den/c1/sat/her)

Baca Juga :  Pupuk Bersubsidi Kurang, Nonsubsidi Mahal

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Grojogan Londho, objek wisata baru di Desa Kebonagung, Mejayan, sedang hit. Pada hari-hari biasa didatangi kurang lebih 100 pengunjung. Namun, bisa tiga kali lipat saat akhir pekan. ‘’Hari ini kurang lebih 300 pengunjung yang datang ke sini,’’ kata Puguh Setyawan, ketua pengelola Wisata Grojogan Londho, Senin (30/8).

Kendati begitu, kondisi tersebut justru membuat dilematis pihaknya. Di satu sisi senang karena banyak pengunjung. Di sisi lain pihaknya khawatir karena saat ini tengah pandemi Covid-19. ‘’Karena itu, pengunjung selalu kami imbau untuk disiplin protokol kesehatan. Kami siapkan masker dan hand sanitizer juga,’’ ujarnya.

Sejatinya, Grojogan Londho sudah mulai dikenal sejak 2019. Lokasi tersebut kerap dipakai lokasi foto prewedding. Sebab, view-nya indah berupa hamparan sawah dan sunset. Menangkap potensi tersebut, sekitar dua bulan lalu kelompok masyarakat (pokmas) setempat coba mengelolanya. ‘’Pengunjung semakin hari semakin banyak sejak dua bulan lalu itu. Informasi cepat beredar melalui media sosial,’’ ungkapnya. (den/c1/sat/her)

Baca Juga :  Separo Siswa SMPN 3 Saradan dari Luar Daerah

Most Read

Artikel Terbaru

/