alexametrics
25.4 C
Madiun
Sunday, May 15, 2022

Pencairan BLT DD Tak Jelas, Warga Gading Geruduk Kantor Desa

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kantor Desa Gading, Balerejo, Kabupaten Madiun digeruduk sejumlah warga kemarin (30/3). Mereka mempertanyakan pencairan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa (DD) triwulan pertama 2022. ‘’Kami ke sini minta penjelasan,’’ kata Bukari, salah seorang warga penerima BLT DD.

Puluhan warga keluarga penerima manfaat (KPM) itu membentangkan poster bertuliskan desakan agar BLT DD segera dicairkan. Padahal, sebelumnya mereka telah mendapat undangan pencairan pada Senin (28/3). ‘’Warga datang hari itu, tapi katanya (pihak desa, Red) ditunda,’’ kesal Bukari.

Setelah itu, tak kunjung ada kabar kapan penyaluran BLT DD. Sementara, mereka juga mendengar bantuan serupa telah cair di desa lain. Sehingga, warga semakin bertanya-tanya. Saat mendatangi kantor desa, mereka juga membawa surat undangan pencairan tersebut.

Kendati begitu, bantuan Rp 300 ribu per KPM per bulan yang dicairkan tiga bulan sekali itu belum diterima warga. Di desa ini, total ada 125 KPM untuk bantuan tersebut. ‘’Ini bukan aksi, cuma minta penjelasan kapan (BLT DD, Red) dicairkan,’’ ujar Bukari.

Baca Juga :  Dua Rumah Warga di Madiun Rusak Diterjang Banjir

Duit Rp 300 ribu itu amat dibutuhkan KPM. Momen menjelang Ramadan jadi salah satu alasannya. Selain itu, banyak petani gagal panen. Pada saat bersamaan, harga berbagai kebutuhan pokok malah naik. ‘’Ini tadi, lurah (Kades, Red) menjelaskan kalau ada perubahan pendataan,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Kades Gading Budi Purwanto mengatakan bahwa duit BLT DD telah diambil dari bank untuk disalurkan Senin (28/3). Namun, pemerintah desa (pemdes) setempat membatalkannya. Sejumlah warga penerima yang telanjur datang diminta kembali. ‘’Senin itu, banyak warga yang keberatan,’’ dalih Budi.

Alasannya, ada keberatan dari sejumlah warga. Mereka adalah penerima BLT DD 2021 yang tahun ini tidak dapat. Jadi, ada dua kelompok masyarakat yang membuat pemdes setempat pusing tujuh keliling. Rapat dadakan pun dilaksanakan dengan sejumlah pihak terkait. ‘’Akan dilakukan musdes (musyawarah desa) ulang. Maksimal Jumat (1/4) dibagikan,’’ janji Kades. (den/her)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kantor Desa Gading, Balerejo, Kabupaten Madiun digeruduk sejumlah warga kemarin (30/3). Mereka mempertanyakan pencairan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa (DD) triwulan pertama 2022. ‘’Kami ke sini minta penjelasan,’’ kata Bukari, salah seorang warga penerima BLT DD.

Puluhan warga keluarga penerima manfaat (KPM) itu membentangkan poster bertuliskan desakan agar BLT DD segera dicairkan. Padahal, sebelumnya mereka telah mendapat undangan pencairan pada Senin (28/3). ‘’Warga datang hari itu, tapi katanya (pihak desa, Red) ditunda,’’ kesal Bukari.

Setelah itu, tak kunjung ada kabar kapan penyaluran BLT DD. Sementara, mereka juga mendengar bantuan serupa telah cair di desa lain. Sehingga, warga semakin bertanya-tanya. Saat mendatangi kantor desa, mereka juga membawa surat undangan pencairan tersebut.

Kendati begitu, bantuan Rp 300 ribu per KPM per bulan yang dicairkan tiga bulan sekali itu belum diterima warga. Di desa ini, total ada 125 KPM untuk bantuan tersebut. ‘’Ini bukan aksi, cuma minta penjelasan kapan (BLT DD, Red) dicairkan,’’ ujar Bukari.

Baca Juga :  Migor Langka, Pabrik Kerupuk di Madiun Gantung Wajan

Duit Rp 300 ribu itu amat dibutuhkan KPM. Momen menjelang Ramadan jadi salah satu alasannya. Selain itu, banyak petani gagal panen. Pada saat bersamaan, harga berbagai kebutuhan pokok malah naik. ‘’Ini tadi, lurah (Kades, Red) menjelaskan kalau ada perubahan pendataan,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Kades Gading Budi Purwanto mengatakan bahwa duit BLT DD telah diambil dari bank untuk disalurkan Senin (28/3). Namun, pemerintah desa (pemdes) setempat membatalkannya. Sejumlah warga penerima yang telanjur datang diminta kembali. ‘’Senin itu, banyak warga yang keberatan,’’ dalih Budi.

Alasannya, ada keberatan dari sejumlah warga. Mereka adalah penerima BLT DD 2021 yang tahun ini tidak dapat. Jadi, ada dua kelompok masyarakat yang membuat pemdes setempat pusing tujuh keliling. Rapat dadakan pun dilaksanakan dengan sejumlah pihak terkait. ‘’Akan dilakukan musdes (musyawarah desa) ulang. Maksimal Jumat (1/4) dibagikan,’’ janji Kades. (den/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/