alexametrics
23.9 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Dewan Sarankan Hindari Regrouping Sekolah Minim Siswa di Kabupaten Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sebentar lagi memasuki tahun ajaran baru 2022-2023. Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kabupaten Madiun pun bakal segera dibuka. Kalangan legislatif meminta sejumlah sekolah minim siswa mendapat perhatian lebih. ‘’Kekurangan siswa di beberapa sekolah itu tanggung jawab bersama,’’ kata Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun Hari Puryadi, Selasa (31/5).

PPDB jenjang SD/SMP dilaksanakan Juni alias tinggal menghitung hari. Dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) setempat diminta segera mempersiapkan bunga rampainya. Mulai dari yang versifat makro hingga aspek yang spesifik. ‘’Itu (sekolah minim siswa, Red) perlu dievaluasi, permasalahan dicarikan solusi, kemudian ditangani,’’ ujarnya.

Diketahui, total terdapat 60 lembaga pendidikan di bawah naungan dikbud masuk kategori ini. Selain evaluasi hingga penanganan, Hari menekankan inovasi di bidang pendidikan tak kalah penting. Contoh, pendidikan karakter keagamaan. Itu merujuk kecenderungan orang tua saat ini yang memasukkan anaknya ke madrasah. ‘’Banyak hal yang bisa dilakukan agar pendidikan tetap jalan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  IPSI Madiun Berani Pasang Target Emas di Porprov Jatim, KONI Hanya Perak

Hari mengatakan, upaya dan penanganan terhadap puluhan sekolah itu harus serius. Sebab, bukan tidak mungkin bakal ada sekolah yang tutup pintu selamanya. Opsi terakhir adalah regrouping untuk mengatasi kekurangan siswa. ‘’Upaya-upaya itu diseriusi dulu, jangan sampai ada regrouping,’’ pintanya.

Penerapan regrouping, menurut Hari, secara instan memang mengatasi masalah kekurangan siswa. Namun, ke depan berpotensi memunculkan masalah-masalah lain. Seperti gedung sekolah menjadi tak termanfaatkan alias mangkrak. ‘’Yang jelas, puluhan sekolah kekurangan siswa itu perlu perhatian lebih,’’ tegasnya. (den/c1/sat)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sebentar lagi memasuki tahun ajaran baru 2022-2023. Penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kabupaten Madiun pun bakal segera dibuka. Kalangan legislatif meminta sejumlah sekolah minim siswa mendapat perhatian lebih. ‘’Kekurangan siswa di beberapa sekolah itu tanggung jawab bersama,’’ kata Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun Hari Puryadi, Selasa (31/5).

PPDB jenjang SD/SMP dilaksanakan Juni alias tinggal menghitung hari. Dinas pendidikan dan kebudayaan (dikbud) setempat diminta segera mempersiapkan bunga rampainya. Mulai dari yang versifat makro hingga aspek yang spesifik. ‘’Itu (sekolah minim siswa, Red) perlu dievaluasi, permasalahan dicarikan solusi, kemudian ditangani,’’ ujarnya.

Diketahui, total terdapat 60 lembaga pendidikan di bawah naungan dikbud masuk kategori ini. Selain evaluasi hingga penanganan, Hari menekankan inovasi di bidang pendidikan tak kalah penting. Contoh, pendidikan karakter keagamaan. Itu merujuk kecenderungan orang tua saat ini yang memasukkan anaknya ke madrasah. ‘’Banyak hal yang bisa dilakukan agar pendidikan tetap jalan,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Belasan Nakes RSUD Caruban Terpapar Covid-19

Hari mengatakan, upaya dan penanganan terhadap puluhan sekolah itu harus serius. Sebab, bukan tidak mungkin bakal ada sekolah yang tutup pintu selamanya. Opsi terakhir adalah regrouping untuk mengatasi kekurangan siswa. ‘’Upaya-upaya itu diseriusi dulu, jangan sampai ada regrouping,’’ pintanya.

Penerapan regrouping, menurut Hari, secara instan memang mengatasi masalah kekurangan siswa. Namun, ke depan berpotensi memunculkan masalah-masalah lain. Seperti gedung sekolah menjadi tak termanfaatkan alias mangkrak. ‘’Yang jelas, puluhan sekolah kekurangan siswa itu perlu perhatian lebih,’’ tegasnya. (den/c1/sat)

Most Read

Artikel Terbaru

/