alexametrics
21.8 C
Madiun
Tuesday, June 28, 2022

Pemkab Madiun Kecolongan, Dewan Desak Penertiban THM Bermasalah

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – DPRD Kabupaten Madiun mendesak pemkab segera menyegel tempat hiburan malam (THM) bermasalah. Menilik temuan berbagai pelanggaran izin hasil razia beberapa waktu lalu. Juga dampak kesehatan dan sosial yang ditimbulkan atas keberadaan pemandu lagu (PL) yang positif HIV/AIDS. ‘’Segera tindak tegas,’’ kata Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu Widayat Senin (30/12).

Menurut Wahyu, pemkab kecolongan. THM beroperasi tanpa mengantongi tanda daftar usaha pariwisata (TDUP). Pun menjual minuman alkohol (minol) tanpa memiliki surat izin usaha perdagangan minuman beralkohol (SIUP-MB). Selain itu, para pemandu lagu didominasi warga luar daerah. Termasuk tiga orang yang dinyatakan positif orang dengan HIV/AIDS (ODHA). ‘’Keberadaan THM jangan sampai memberikan dampak negatif bagi warga Kabupaten Madiun,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dua Tenaga Medis Tertular Rekan Kerja

Dinas kesehatan (dinkes) setempat mencatat ODHA terus meningkat sejak 2002. Tahun ini ada 92 temuan baru. Sebanyak 206 dari total 763 penderita sudah meninggal dunia. Ihwal sebaran HIV/AIDS, Wahyu menilai intensitas pemeriksaan dan pengecekan masih kurang. ”PL yang terdeteksi dan terjangkit HIV bebas bekerja di room karaoke,” tuturnya seraya menyebut dunia hiburan malam rentan menyebarkan virus mematikan itu.

Wahyu menekankan, tempat karaoke yang legal harus dirazia secara kontinu. ”Jangan hanya saat momen-momen tertentu,” tegas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut. (den/c1/cor)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – DPRD Kabupaten Madiun mendesak pemkab segera menyegel tempat hiburan malam (THM) bermasalah. Menilik temuan berbagai pelanggaran izin hasil razia beberapa waktu lalu. Juga dampak kesehatan dan sosial yang ditimbulkan atas keberadaan pemandu lagu (PL) yang positif HIV/AIDS. ‘’Segera tindak tegas,’’ kata Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Madiun Wahyu Widayat Senin (30/12).

Menurut Wahyu, pemkab kecolongan. THM beroperasi tanpa mengantongi tanda daftar usaha pariwisata (TDUP). Pun menjual minuman alkohol (minol) tanpa memiliki surat izin usaha perdagangan minuman beralkohol (SIUP-MB). Selain itu, para pemandu lagu didominasi warga luar daerah. Termasuk tiga orang yang dinyatakan positif orang dengan HIV/AIDS (ODHA). ‘’Keberadaan THM jangan sampai memberikan dampak negatif bagi warga Kabupaten Madiun,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Kesuksesan Hasan Tidak Diraih Secara Instan

Dinas kesehatan (dinkes) setempat mencatat ODHA terus meningkat sejak 2002. Tahun ini ada 92 temuan baru. Sebanyak 206 dari total 763 penderita sudah meninggal dunia. Ihwal sebaran HIV/AIDS, Wahyu menilai intensitas pemeriksaan dan pengecekan masih kurang. ”PL yang terdeteksi dan terjangkit HIV bebas bekerja di room karaoke,” tuturnya seraya menyebut dunia hiburan malam rentan menyebarkan virus mematikan itu.

Wahyu menekankan, tempat karaoke yang legal harus dirazia secara kontinu. ”Jangan hanya saat momen-momen tertentu,” tegas politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut. (den/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/