alexametrics
30.1 C
Madiun
Sunday, May 22, 2022

30 Raperdes APBDes Madiun Wajib Diperbaiki

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Evaluasi rancangan peraturan desa (raperdes) tentang anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) 2022 rampung. Puluhan raperdes mendapat catatan khusus Bupati Ahmad Dawami. Pemberdayaan masyarakat masih menjadi prioritas. ‘’Perlu digarisbawahi, pemberdayaan (masyarakat) juga pembangunan,’’ kata bupati, Jumat (31/12).

Di Kabupaten Madiun terdapat 198 desa. Kaji Mbing, sapaan bupati, membuat dua klasifikasi raperdes APBDes 2022. Yakni, 168 desa grade I (baik) dan 30 desa grade II (cukup baik). Menurut dia, 30 desa grade II perlu memperbaiki raperdes sebelum diteken. ‘’Karena ada beberapa poin yang kurang pas. Tapi, tidak apa-apa asalkan bukan kesalahan yang istiqamah (berulang-ulang, Red). Semua terkait APBDes didasari smart planning,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Awas! Kasus Positif Aktif Covid-19 di Kabupaten Madiun Kembali Naik

Kaji Mbing mengungkapkan, evaluasi bertujuan baik. Supaya penggunaan anggaran tepat sasaran. Anggaran dimanfaatkan menyesuaikan permasalahan masing-masing desa. APBDes tidak harus untuk pembangunan fisik. Pemberdayaan masyarakat juga penting sebab berkaitan erat dengan kesejahteraan. ‘’Salah satu hasil positifnya, Kabupaten Madiun terbebas dari status desa tertinggal maupun sangat tertinggal,’’ ungkapnya.

APBDes di Kabupaten Madiun tak hanya dikawal sejak perencanaan. Pemkab juga terus mendorong penyaluran dan penyerapan anggaran. Tujuannya agar rencana cepat dilaksanakan. ‘’Terkait pemberdayaan, pemkab juga men-support lewat ADD (alokasi dana desa, Red). Tahun depan tetap 20 persen,’’ tutur Kaji Mbing sembari berharap desa lebih mendiri menyelesaikan permasalahannya. (den/c1/sat/her)

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Evaluasi rancangan peraturan desa (raperdes) tentang anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) 2022 rampung. Puluhan raperdes mendapat catatan khusus Bupati Ahmad Dawami. Pemberdayaan masyarakat masih menjadi prioritas. ‘’Perlu digarisbawahi, pemberdayaan (masyarakat) juga pembangunan,’’ kata bupati, Jumat (31/12).

Di Kabupaten Madiun terdapat 198 desa. Kaji Mbing, sapaan bupati, membuat dua klasifikasi raperdes APBDes 2022. Yakni, 168 desa grade I (baik) dan 30 desa grade II (cukup baik). Menurut dia, 30 desa grade II perlu memperbaiki raperdes sebelum diteken. ‘’Karena ada beberapa poin yang kurang pas. Tapi, tidak apa-apa asalkan bukan kesalahan yang istiqamah (berulang-ulang, Red). Semua terkait APBDes didasari smart planning,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Hasil Panen Tanaman Kakao Turun Drastis

Kaji Mbing mengungkapkan, evaluasi bertujuan baik. Supaya penggunaan anggaran tepat sasaran. Anggaran dimanfaatkan menyesuaikan permasalahan masing-masing desa. APBDes tidak harus untuk pembangunan fisik. Pemberdayaan masyarakat juga penting sebab berkaitan erat dengan kesejahteraan. ‘’Salah satu hasil positifnya, Kabupaten Madiun terbebas dari status desa tertinggal maupun sangat tertinggal,’’ ungkapnya.

APBDes di Kabupaten Madiun tak hanya dikawal sejak perencanaan. Pemkab juga terus mendorong penyaluran dan penyerapan anggaran. Tujuannya agar rencana cepat dilaksanakan. ‘’Terkait pemberdayaan, pemkab juga men-support lewat ADD (alokasi dana desa, Red). Tahun depan tetap 20 persen,’’ tutur Kaji Mbing sembari berharap desa lebih mendiri menyelesaikan permasalahannya. (den/c1/sat/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/