alexametrics
29.3 C
Madiun
Wednesday, May 18, 2022

Tahun Macan Air Diprediksi Penuh Keberuntungan

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak berbeda dengan tahun lalu. Pergantian tahun baru Imlek di Ngawi kali ini tanpa perayaan yang meriah. Ratusan jemaat Kelenteng Tri Dharma Sien Hien Kiong menyepakati sembahyang hari ini dilakukan secara terbatas. ”Karena masih pandemi Covid-19,” kata Jono Sudiarjo, pengurus yayasan TITD Sien Hiem, Selasa (1/2).

Jono mengungkapkan, sedikitnya 200 jemaat akan datang bergiliran ke kelenteng. Pelaksanaannya mulai pukul 07.00 hingga 21.00. Setelah berdoa, jemaat diimbau segera pulang. Tidak ada aktivitas berkumpul sebagaimana sebelum pandemi melanda. ”Kumpul dengan sanak famili di rumah masing-masing,” ujarnya.

Dia mengklaim kelenteng siap digunakan untuk sembahyang. Sebanyak 15 rupang dibersihkan sejak 26 Januari lalu. Ritual itu demi mendapatkan keberkahan serta terhindar dari musibah. ”Diberi kesehatan pada masa-masa yang akan datang,” tuturnya.

Baca Juga :  Tugu Soerjo Merana, Monumen Sepi

Jono memprediksi tahun Macan Air penuh keberuntungan. Sebab, macan melambangkan raja binatang di Tiongkok yang dinilai membawa hoki. Karakteristik hewan itu memiliki kekuatan besar, keberanian, dan pengusir kejahatan. ”Meninggalkan 2021 ke 2022 dengan harapan bisa lebih baik, keberuntungan dalam berusaha dan perbaikan ekonomi masyarakat,” ucapnya. (sae/c1/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Tidak berbeda dengan tahun lalu. Pergantian tahun baru Imlek di Ngawi kali ini tanpa perayaan yang meriah. Ratusan jemaat Kelenteng Tri Dharma Sien Hien Kiong menyepakati sembahyang hari ini dilakukan secara terbatas. ”Karena masih pandemi Covid-19,” kata Jono Sudiarjo, pengurus yayasan TITD Sien Hiem, Selasa (1/2).

Jono mengungkapkan, sedikitnya 200 jemaat akan datang bergiliran ke kelenteng. Pelaksanaannya mulai pukul 07.00 hingga 21.00. Setelah berdoa, jemaat diimbau segera pulang. Tidak ada aktivitas berkumpul sebagaimana sebelum pandemi melanda. ”Kumpul dengan sanak famili di rumah masing-masing,” ujarnya.

Dia mengklaim kelenteng siap digunakan untuk sembahyang. Sebanyak 15 rupang dibersihkan sejak 26 Januari lalu. Ritual itu demi mendapatkan keberkahan serta terhindar dari musibah. ”Diberi kesehatan pada masa-masa yang akan datang,” tuturnya.

Baca Juga :  Belum Berubah dari Risiko Rendah, Bupati Sebut Ngawi Masih Zona Kuning

Jono memprediksi tahun Macan Air penuh keberuntungan. Sebab, macan melambangkan raja binatang di Tiongkok yang dinilai membawa hoki. Karakteristik hewan itu memiliki kekuatan besar, keberanian, dan pengusir kejahatan. ”Meninggalkan 2021 ke 2022 dengan harapan bisa lebih baik, keberuntungan dalam berusaha dan perbaikan ekonomi masyarakat,” ucapnya. (sae/c1/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/