alexametrics
24.8 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Terkait Rencana Penundaan Seleksi CPNS, Dewan Bakal Klarifikasi Bupati

‘’Jangan sampai nanti justru merugikan pemerintah daerah,’’ Dwi Rianto Jatmiko, Ketua DPRD Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Rencana Bupati Ngawi Budi ‘’Kanang’’ Sulistyono mengusulkan penundaan seleksi CPNS mengagetkan kalangan wakil rakyat. Pun, legislatif bakal segera mengklarifikasikan hal itu kepada bupati. ‘’Kami juga akan memerintahkan komisi terkait menemui BKPP (badan kepegawaian pendidikan dan pelatihan, Red),’’ ungkap Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko Kamis (31/10).

Antok –sapaan akrab Dwi Rianto Jatmiko- mengatakan, sebelum mengusulkan penundaan seleksi CPNS harus dipastikan hal itu tidak menyalahi mekanisme maupun peraturan yang berlaku. ‘’Jangan sampai nanti justru merugikan pemerintah daerah,’’ tuturnya.

Dia tidak ingin rencana penundaan itu kelak sia-sia. Pemkab memutuskan untuk ditunda. Namun, karena kewenangan sepenuhnya berada di Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB), pendaftaran secara online tetap berjalan. ‘’Harus disinkronkan dulu antara keinginan pemda dengan BKN dan Kementerian PAN-RB,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Perayaan Hari Jadi Ngawi Bakal Digelar Sederhana

Meski begitu, karena proses seleksi CPNS merupakan ranah eksekutif, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Termasuk terkait kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di Ngawi. ‘’Kami hanya ingin memastikan dari sisi mekanismenya sudah sesuai porsinya belum (jika ditunda),’’ tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Kanang sempat menyampaikan sejumlah alasan terkait rencana penundaan seleksi CPNS. Salah satunya mengenai alokasi formasi yang tidak sesuai dengan yang diusulkan. Yakni, tidak adanya pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). ‘’Mungkin itu memang jadi problem, karena seleksi PPPK yang dulu saja belum selesai tapi sudah ada rekrutmen lagi,’’ beber Antok. (tif/isd)

‘’Jangan sampai nanti justru merugikan pemerintah daerah,’’ Dwi Rianto Jatmiko, Ketua DPRD Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Rencana Bupati Ngawi Budi ‘’Kanang’’ Sulistyono mengusulkan penundaan seleksi CPNS mengagetkan kalangan wakil rakyat. Pun, legislatif bakal segera mengklarifikasikan hal itu kepada bupati. ‘’Kami juga akan memerintahkan komisi terkait menemui BKPP (badan kepegawaian pendidikan dan pelatihan, Red),’’ ungkap Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko Kamis (31/10).

Antok –sapaan akrab Dwi Rianto Jatmiko- mengatakan, sebelum mengusulkan penundaan seleksi CPNS harus dipastikan hal itu tidak menyalahi mekanisme maupun peraturan yang berlaku. ‘’Jangan sampai nanti justru merugikan pemerintah daerah,’’ tuturnya.

Dia tidak ingin rencana penundaan itu kelak sia-sia. Pemkab memutuskan untuk ditunda. Namun, karena kewenangan sepenuhnya berada di Badan Kepegawaian Nasional (BKN) dan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB), pendaftaran secara online tetap berjalan. ‘’Harus disinkronkan dulu antara keinginan pemda dengan BKN dan Kementerian PAN-RB,’’ tegasnya.

Baca Juga :  Geger! Pelajar SMP Tenggelam di Waduk

Meski begitu, karena proses seleksi CPNS merupakan ranah eksekutif, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Termasuk terkait kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di Ngawi. ‘’Kami hanya ingin memastikan dari sisi mekanismenya sudah sesuai porsinya belum (jika ditunda),’’ tuturnya.

Sebelumnya, Bupati Kanang sempat menyampaikan sejumlah alasan terkait rencana penundaan seleksi CPNS. Salah satunya mengenai alokasi formasi yang tidak sesuai dengan yang diusulkan. Yakni, tidak adanya pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). ‘’Mungkin itu memang jadi problem, karena seleksi PPPK yang dulu saja belum selesai tapi sudah ada rekrutmen lagi,’’ beber Antok. (tif/isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/