alexametrics
24.8 C
Madiun
Saturday, May 21, 2022

Satu Siswa Positif Korona, SMAN 1 Ngawi Putuskan Gelar Pembelajaran Jarak Jauh

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Hasil tes cepat antigen puluhan siswa dan pengajar SMAN 1 Ngawi melegakan. Sebanyak 31 siswa dan 10 guru dinyatakan nonreaktif Covid-19. Namun, lembaga pendidikan itu memutuskan tetap menyetop sementara pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen hingga pekan depan.

Pemulihan psikologis siswa yang sempat terguncang menjadi alasan pengalihan pembelajaran jarak jauh (PJJ). ‘’Mempertimbangkan psikologis anak-anak setelah tahu satu temannya terkonfirmasi (terpapar virus korona, Red),’’ kata Kepala SMAN 1 Ngawi Sukamdi, Rabu (2/2).

Sukamdi segera berkoordinasi dengan dinas kesehatan (dinkes) usai menerima laporan salah seorang siswa kelas XI positif Covid-19. Siswa bersangkutan merupakan anak dari salah seorang guru SMPN 5 Ngawi yang lebih dulu terinfeksi.

Selain mengalihkan proses belajar-mengajar secara daring mulai Senin (31/1), tim surveilans melacak dan mengetes siswa serta guru berstatus kontak erat. ‘’Dengan hasil tes semuanya nonreaktif, penularan dari SMPN 5 Ngawi tidak meluas,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Hasil Swab 7 ASN Pemkab Magetan Tak Diuji Whole Genome Sequencing

Sukamdi mengklaim penerapan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan sekolah dilakukan secara ketat. Anak-anak diawasi dalam mengenakan masker dan menjaga jarak. Setiap siswa yang merasa tidak enak badan diimbau untuk tidak masuk sekolah. ‘’Tapi, realitanya penularan Covid-19 juga bisa berasal dari luar lingkungan sekolah,’’ ucap ketua musyawarah kerja kepala (MKK) SMAN itu.

Sukamdi mengatakan, pengawasan guru terhadap siswa terbatas di lingkungan sekolah. Ketika berada di luar, menjadi tanggung jawab orang tua. Hal itu tidak bisa dikesampingkan lantaran mobilitas anak cukup tinggi. ‘’Yang jelas kami selalu mengingatkan disiplin prokes, saat berada di dalam atau di luar sekolah,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Hasil tes cepat antigen puluhan siswa dan pengajar SMAN 1 Ngawi melegakan. Sebanyak 31 siswa dan 10 guru dinyatakan nonreaktif Covid-19. Namun, lembaga pendidikan itu memutuskan tetap menyetop sementara pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen hingga pekan depan.

Pemulihan psikologis siswa yang sempat terguncang menjadi alasan pengalihan pembelajaran jarak jauh (PJJ). ‘’Mempertimbangkan psikologis anak-anak setelah tahu satu temannya terkonfirmasi (terpapar virus korona, Red),’’ kata Kepala SMAN 1 Ngawi Sukamdi, Rabu (2/2).

Sukamdi segera berkoordinasi dengan dinas kesehatan (dinkes) usai menerima laporan salah seorang siswa kelas XI positif Covid-19. Siswa bersangkutan merupakan anak dari salah seorang guru SMPN 5 Ngawi yang lebih dulu terinfeksi.

Selain mengalihkan proses belajar-mengajar secara daring mulai Senin (31/1), tim surveilans melacak dan mengetes siswa serta guru berstatus kontak erat. ‘’Dengan hasil tes semuanya nonreaktif, penularan dari SMPN 5 Ngawi tidak meluas,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Gencar Testing-Tracing, Kasus Baru Covid-19 Terus Bertambah

Sukamdi mengklaim penerapan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan sekolah dilakukan secara ketat. Anak-anak diawasi dalam mengenakan masker dan menjaga jarak. Setiap siswa yang merasa tidak enak badan diimbau untuk tidak masuk sekolah. ‘’Tapi, realitanya penularan Covid-19 juga bisa berasal dari luar lingkungan sekolah,’’ ucap ketua musyawarah kerja kepala (MKK) SMAN itu.

Sukamdi mengatakan, pengawasan guru terhadap siswa terbatas di lingkungan sekolah. Ketika berada di luar, menjadi tanggung jawab orang tua. Hal itu tidak bisa dikesampingkan lantaran mobilitas anak cukup tinggi. ‘’Yang jelas kami selalu mengingatkan disiplin prokes, saat berada di dalam atau di luar sekolah,’’ tuturnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/