alexametrics
23.6 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Beli Dua Set CCTV Baru, Pemkab Ngawi Anggarkan Rp 1 Miliar

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah kamera pengawas (CCTV) jalanan milik Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi rusak. Sebagai gantinya, dishub bakal mengganti sebagian dengan yang baru pada tahun ini.

Anggaran sekitar Rp 1 miliar telah disiapkan untuk pengadaan dua set kamera pengawas. Spesifikasi peralatan yang dibeli diklaim memenuhi standardisasi satlantas. Pihaknya bakal memanfaatkannya untuk uji coba sekaligus menyosialisasikan program electronic traffic law enforcement (ETLE).

‘’Supaya masyarakat tidak kaget dengan penerapan sistem tilang elektronik,’’ ucap Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi Tituk Prihatining Tyas pada Rabu (2/3).

Dia mengungkapan penerapan program ETLE sebetulnya telah direncanakan dua tahun lalu. Hanya saja tertunda karena pandemi Covid-19. Namun demikian, Tituk mengaku telah melakukan studi banding ke sejumlah daerah tetangga yang menerapkan sistem tilang elektronik.

Baca Juga :  Silpa DBHCHT Ngawi Tahun 2021 Tembus Rp 11,4 Miliar

Tujuannya, lanjut dia, untuk menggali informasi ihwal biaya pengadaan alat dan peranti pendukungnya. ‘’Karena harganya cukup mahal, pengadaannya dilakukan secara bertahap mulai tahun ini,’’ ungkap Tituk. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah kamera pengawas (CCTV) jalanan milik Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi rusak. Sebagai gantinya, dishub bakal mengganti sebagian dengan yang baru pada tahun ini.

Anggaran sekitar Rp 1 miliar telah disiapkan untuk pengadaan dua set kamera pengawas. Spesifikasi peralatan yang dibeli diklaim memenuhi standardisasi satlantas. Pihaknya bakal memanfaatkannya untuk uji coba sekaligus menyosialisasikan program electronic traffic law enforcement (ETLE).

‘’Supaya masyarakat tidak kaget dengan penerapan sistem tilang elektronik,’’ ucap Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Ngawi Tituk Prihatining Tyas pada Rabu (2/3).

Dia mengungkapan penerapan program ETLE sebetulnya telah direncanakan dua tahun lalu. Hanya saja tertunda karena pandemi Covid-19. Namun demikian, Tituk mengaku telah melakukan studi banding ke sejumlah daerah tetangga yang menerapkan sistem tilang elektronik.

Baca Juga :  Satpol PP Ngawi Amankan Dua Pasangan Mesum

Tujuannya, lanjut dia, untuk menggali informasi ihwal biaya pengadaan alat dan peranti pendukungnya. ‘’Karena harganya cukup mahal, pengadaannya dilakukan secara bertahap mulai tahun ini,’’ ungkap Tituk. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/