alexametrics
23.9 C
Madiun
Friday, August 19, 2022

Lobi Pemkab Ngawi Soal Pengembangan Kediaman Radjiman Macet

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya Pemerintah Desa Kauman, Widodaren, untuk mencoba membantu mengembangkan bekas kediaman dr Radjiman Wedyodiningrat masih bertepuk sebelah tangan. Pihak ahli waris dari ketua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) itu urung memberikan restu. ‘’Upaya lobi mandek,’’ kata Kepala Desa Kauman Sudarmanto, Kamis (2/6).

Sudarmanto mengungkapkan, pihaknya telah menghubungi ahli waris yang kini tinggal di Jakarta dua bulan lalu. Proses komunikasi melalui warganya yang juga merantau di Ibu Kota. Sayangnya, pihak ahli waris belum berkenan bertemu untuk membahas pengembangan kawasan rumah berusia 134 tahun itu. ‘’Kami hanya ingin membuat taman dan wahana bermain karena situs ini berguna untuk wisata edukasi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Lampu Hias di Jalan Merdeka Manjakan Mata Pengunjung Alun-Alun Ngawi

Menurut dia, bekas kediaman Radjiman punya potensi sebagai paket wisata yang menarik. Sebab lokasinya berjarak sekitar dua kilometer dari Stasiun Walikukun. Akses menuju objek wisata alam di lereng Gunung Lawu juga mudah. ‘’Konsep ini belum tersampaikan ke ahli waris,’’ ucapnya.

Sudarmanto mengaku telah menyampaikan buntunya komunikasi dengan ahli waris ke Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko Selasa lalu (31/5). Antok, sapaan akrabnya, memberikan saran agar pemdes fokus membenahi akses menuju situs. Persoalan komunikasi menjadi tanggung jawab pemkab. ‘’Sehingga ketika izin dikantongi, prasarana pendukungnya sudah tersedia,’’ pungkasnya. (sae/cor)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya Pemerintah Desa Kauman, Widodaren, untuk mencoba membantu mengembangkan bekas kediaman dr Radjiman Wedyodiningrat masih bertepuk sebelah tangan. Pihak ahli waris dari ketua Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) itu urung memberikan restu. ‘’Upaya lobi mandek,’’ kata Kepala Desa Kauman Sudarmanto, Kamis (2/6).

Sudarmanto mengungkapkan, pihaknya telah menghubungi ahli waris yang kini tinggal di Jakarta dua bulan lalu. Proses komunikasi melalui warganya yang juga merantau di Ibu Kota. Sayangnya, pihak ahli waris belum berkenan bertemu untuk membahas pengembangan kawasan rumah berusia 134 tahun itu. ‘’Kami hanya ingin membuat taman dan wahana bermain karena situs ini berguna untuk wisata edukasi,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Polisi Ingatkan SPBU Tol Ngawi Dilarang Kehabisan Stok BBM

Menurut dia, bekas kediaman Radjiman punya potensi sebagai paket wisata yang menarik. Sebab lokasinya berjarak sekitar dua kilometer dari Stasiun Walikukun. Akses menuju objek wisata alam di lereng Gunung Lawu juga mudah. ‘’Konsep ini belum tersampaikan ke ahli waris,’’ ucapnya.

Sudarmanto mengaku telah menyampaikan buntunya komunikasi dengan ahli waris ke Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko Selasa lalu (31/5). Antok, sapaan akrabnya, memberikan saran agar pemdes fokus membenahi akses menuju situs. Persoalan komunikasi menjadi tanggung jawab pemkab. ‘’Sehingga ketika izin dikantongi, prasarana pendukungnya sudah tersedia,’’ pungkasnya. (sae/cor)

Most Read

Artikel Terbaru

/