alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Herd Immunity Terbentuk, Bupati Ngawi Yakin Omicron Cuma Numpang Lewat

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono berkeyakinan gelombang ketiga penularan Covid-19 tidak berlarut-larut. Orang nomor satu di lingkup pemkab itu percaya diri hantaman varian Omicron sekadar numpang lewat.

Telah terbentuknya herd immunity (kekebalan komunal) di daerahnya menjadi salah satu alasan. Suntikan dosis pertama tercapai 87 persen dan dosis kedua lebih dari 53 persen per pekan ini. ‘’Jika melebihi 70 persen dari jumlah penduduk, kekebalan tubuh bersama atas Covid-19 telah terbentuk,’’ kata Ony, Kamis (3/2).

Ony mengatakan, berbagai upaya dilakukan demi membendung persebaran virus korona beserta mutasinya. Selain menciptakan herd immunity, juga menyiapkan tindakan kuratif. Antara lain, penyediaan intensive care unit (ICU) dan generator oksigen. Kedua fasilitas tersebut diyakini mampu mereduksi fatality rate (tingkat kematian). ‘’Sejauh ini belum ada pasien yang terpantau saturasinya turun,’’ ujarnya.

Baca Juga :  30 Anak di Ngawi Ngebet Nikah di Bawah Umur

Pemkab, lanjut dia, melacak penyandang kontak erat secara masif. Penderita virus korona tidak bergejala cukup isolasi mandiri di rumah. Tim surveilans puskesmas melakukan pemantauan secara ketat. Sedangkan pasien bergejala dan memiliki komorbid dirawat di tiga rumah sakit rujukan Covid-19. ‘’Covid-19 ini bisa menjadi endemi,’’ ucap bupati. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono berkeyakinan gelombang ketiga penularan Covid-19 tidak berlarut-larut. Orang nomor satu di lingkup pemkab itu percaya diri hantaman varian Omicron sekadar numpang lewat.

Telah terbentuknya herd immunity (kekebalan komunal) di daerahnya menjadi salah satu alasan. Suntikan dosis pertama tercapai 87 persen dan dosis kedua lebih dari 53 persen per pekan ini. ‘’Jika melebihi 70 persen dari jumlah penduduk, kekebalan tubuh bersama atas Covid-19 telah terbentuk,’’ kata Ony, Kamis (3/2).

Ony mengatakan, berbagai upaya dilakukan demi membendung persebaran virus korona beserta mutasinya. Selain menciptakan herd immunity, juga menyiapkan tindakan kuratif. Antara lain, penyediaan intensive care unit (ICU) dan generator oksigen. Kedua fasilitas tersebut diyakini mampu mereduksi fatality rate (tingkat kematian). ‘’Sejauh ini belum ada pasien yang terpantau saturasinya turun,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pedagang Taman Dungus Diminta Berkiblat Taman Candi

Pemkab, lanjut dia, melacak penyandang kontak erat secara masif. Penderita virus korona tidak bergejala cukup isolasi mandiri di rumah. Tim surveilans puskesmas melakukan pemantauan secara ketat. Sedangkan pasien bergejala dan memiliki komorbid dirawat di tiga rumah sakit rujukan Covid-19. ‘’Covid-19 ini bisa menjadi endemi,’’ ucap bupati. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/