alexametrics
23.3 C
Madiun
Thursday, May 26, 2022

Kacabdindik Ngawi: Orientasi Sekolah Kejuruan Juga Cetak Wirausahawan

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Ngawi Supardi menyebut lulusan SMK tidak sepenuhnya gagal bersaing di dunia kerja. ‘’Banyak lulusan SMK yang saat ini memilih menjadi wirausahawan, hanya saja mungkin tidak terdata,’’ kata Supardi, Kamis (3/3).

Supardi mengatakan, orientasi sekolah kejuruan bukan hanya mencetak siswa menjadi karyawan, namun juga mengarahkan menjadi entrepreneur. Dia lantas memberikan contoh seorang alumni SMK jurusan pengelasan. Setelah lulus tidak mendaftar kerja di perusahaan, melainkan membuka usaha bengkel las. ‘’Malah bagus karena penghasilannya lebih banyak dibandingkan menjadi karyawan,’’ ujarnya.

Menurut dia, pilihan studi seluruh SMK di kabupaten ini klop dengan kebutuhan kerja. Pemilihan jurusan mengacu kebutuhan industri di tingkat nasional dan regional. ‘’Setiap ada rencana pembukaan jurusan, kami mempertimbangkan matang supaya sesuai kebutuhan industri,’’ paparnya.

Baca Juga :  Diharamkan MUI, Jasa Penukaran Uang Tetap Marak

Disinggung momentum kawasan industri agropolitan, Supardi menilai belum perlu menambah jurusan agribisnis. Sebab, sudah ada vokasi pertanian di SMKN 1 Ngawi dan 1 Bringin. Hanya, minat calon siswa masuk jurusan itu masih rendah. ‘’Tugas kami mengedukasi anak-anak untuk melirik sektor pertanian,’’ tuturnya.

Supardi sepakat dengan Ketua MKK SMKN Parjono. Salah satu upaya mengurai tingkat pengangguran lulusan SMK lewat memaksimalkan BKK. ‘’Sekolah harus membangun kerja sama dengan perusahaan, baik dalam maupun luar negeri,’’ pungkasnya. (tr1/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Ngawi Supardi menyebut lulusan SMK tidak sepenuhnya gagal bersaing di dunia kerja. ‘’Banyak lulusan SMK yang saat ini memilih menjadi wirausahawan, hanya saja mungkin tidak terdata,’’ kata Supardi, Kamis (3/3).

Supardi mengatakan, orientasi sekolah kejuruan bukan hanya mencetak siswa menjadi karyawan, namun juga mengarahkan menjadi entrepreneur. Dia lantas memberikan contoh seorang alumni SMK jurusan pengelasan. Setelah lulus tidak mendaftar kerja di perusahaan, melainkan membuka usaha bengkel las. ‘’Malah bagus karena penghasilannya lebih banyak dibandingkan menjadi karyawan,’’ ujarnya.

Menurut dia, pilihan studi seluruh SMK di kabupaten ini klop dengan kebutuhan kerja. Pemilihan jurusan mengacu kebutuhan industri di tingkat nasional dan regional. ‘’Setiap ada rencana pembukaan jurusan, kami mempertimbangkan matang supaya sesuai kebutuhan industri,’’ paparnya.

Baca Juga :  Pelantikan Calon Kepala OPD Ngawi Tunggu Izin KASN

Disinggung momentum kawasan industri agropolitan, Supardi menilai belum perlu menambah jurusan agribisnis. Sebab, sudah ada vokasi pertanian di SMKN 1 Ngawi dan 1 Bringin. Hanya, minat calon siswa masuk jurusan itu masih rendah. ‘’Tugas kami mengedukasi anak-anak untuk melirik sektor pertanian,’’ tuturnya.

Supardi sepakat dengan Ketua MKK SMKN Parjono. Salah satu upaya mengurai tingkat pengangguran lulusan SMK lewat memaksimalkan BKK. ‘’Sekolah harus membangun kerja sama dengan perusahaan, baik dalam maupun luar negeri,’’ pungkasnya. (tr1/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/