alexametrics
24.2 C
Madiun
Friday, May 20, 2022

Pengerjaan Peningkatan Jalan Raya Ngawi–Mantingan Distop H-15 Lebaran

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Proses peningkatan Jalan Raya Ngawi–Mantingan sepanjang 2,2 kilometer menemui batu sandungan. Polisi meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jawa Timur–Bali untuk menyetop seluruh aktivitas pengerjaan 15 hari sebelum Lebaran.

Kepanjangan tangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu pun mengalihkan fokus pada pengerjaan ruas di kilometer (Km) 90 terlebih dahulu. ‘’Karena H-15 kemungkinan sudah ramai kendaraan pemudik,’’ kata Syaiful Fajar, pejabat pembuat komitmen (PPK) 2.2 BBPJN VIII Jatim–Bali.

Fajar mengungkapkan, peningkatan Jalan Raya Ngawi–Mantingan sepanjang 2,2 kilometer tersebar di beberapa titik. Salah satunya Km 90 masuk Desa Gemarang, Kedunggalar, dengan panjang 460 meter. Ruas itu menjadi titik pertama yang dikerjakan mulai akhir Maret lalu.

Karena aspal lama telanjur dikeruk, pihaknya akan menguruknya dengan tanah kelas A. Sedangkan kerusakan lubang lainnya ditutup dengan aspal. ‘’Masih ada sisa waktu untuk merampungkan titik pertama. Titik lainnya dikerjakan H+7 Lebaran,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Soal Menara Telekomunikasi Jadi Fokus Perhatian DPRD Ngawi

Fajar menerangkan, proyek rekonstruksi jalan dengan nilai anggaran Rp 12 miliar kali ini lebih maksimal. Pada lapisan kedua diperkuat dengan struktur besi dan semen. Lapisan pertama mengganti tanah lama dengan tanah kelas A. ‘’Agar tahan lama karena tanah di wilayah rekonstruksi termasuk ekspansif dan rawan retak,’’ ungkapnya.

Karena dana terbatas, proyek peningkatan ruas Jalan Raya Ngawi–Mantingan tahun ini hanya sepanjang 2,2 kilometer. Sementara, hasil pendataan tahun lalu, kerusakan beratnya mencapai 10 kilometer. ‘’Karena biayanya mahal, peningkatan jalan baru sekitar 22 persennya,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor/her)

NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Proses peningkatan Jalan Raya Ngawi–Mantingan sepanjang 2,2 kilometer menemui batu sandungan. Polisi meminta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jawa Timur–Bali untuk menyetop seluruh aktivitas pengerjaan 15 hari sebelum Lebaran.

Kepanjangan tangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu pun mengalihkan fokus pada pengerjaan ruas di kilometer (Km) 90 terlebih dahulu. ‘’Karena H-15 kemungkinan sudah ramai kendaraan pemudik,’’ kata Syaiful Fajar, pejabat pembuat komitmen (PPK) 2.2 BBPJN VIII Jatim–Bali.

Fajar mengungkapkan, peningkatan Jalan Raya Ngawi–Mantingan sepanjang 2,2 kilometer tersebar di beberapa titik. Salah satunya Km 90 masuk Desa Gemarang, Kedunggalar, dengan panjang 460 meter. Ruas itu menjadi titik pertama yang dikerjakan mulai akhir Maret lalu.

Karena aspal lama telanjur dikeruk, pihaknya akan menguruknya dengan tanah kelas A. Sedangkan kerusakan lubang lainnya ditutup dengan aspal. ‘’Masih ada sisa waktu untuk merampungkan titik pertama. Titik lainnya dikerjakan H+7 Lebaran,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pemkab Ngawi Tutup Akses Masuk Hewan Ternak dari 11 Daerah

Fajar menerangkan, proyek rekonstruksi jalan dengan nilai anggaran Rp 12 miliar kali ini lebih maksimal. Pada lapisan kedua diperkuat dengan struktur besi dan semen. Lapisan pertama mengganti tanah lama dengan tanah kelas A. ‘’Agar tahan lama karena tanah di wilayah rekonstruksi termasuk ekspansif dan rawan retak,’’ ungkapnya.

Karena dana terbatas, proyek peningkatan ruas Jalan Raya Ngawi–Mantingan tahun ini hanya sepanjang 2,2 kilometer. Sementara, hasil pendataan tahun lalu, kerusakan beratnya mencapai 10 kilometer. ‘’Karena biayanya mahal, peningkatan jalan baru sekitar 22 persennya,’’ pungkasnya. (sae/c1/cor/her)

Most Read

Artikel Terbaru

/