alexametrics
28.7 C
Madiun
Sunday, August 14, 2022

Lewat Saksofon, Dika Malang Melintang di Berbagai Panggung

NGAWI – Wahyu Mahardika lebih dulu mengenal piano ketimbang saksofon. Mantap menekuni alat musik tiup tersebut, sepanggung dengan sejumlah penyanyi kenamaan kerap dia rasakan. Nada-nada saksofon altonya juga tak ketinggalan mengisi resepsi pernikahan Kahiyang Ayu.

Bibir Wahyu Mahardika mengatup di mouthpiece saksofon. Sesaat setelah ambil napas, bunyi-bunyi ritmis merambati indera pendengaran. Jari-jari tangannya bak menari-nari, memencet dan melepas deretan tombol kunci. Matanya terpejam menghayati lagu yang dimainkan.

Meresapi permainannya sendiri, dia tak kuasa menahan salah satu kakinya untuk tidak berjingkat-jingkat mengikuti irama. ‘’Ini video saat main acara wedding di Ngawi beberapa waktu lalu,’’ kata Dika, sapaan Wahyu Mahardika.

Dika seorang saksofonis alto. Dia sudah akrab dengan alat musik tiup berbahan logam itu sejak belasan tahun silam. Berkat kepiawaiannya memainkan saksofon, Dika kerap mendapat kesempatan manggung. Unjuk kebolehan bersama sejumlah penyanyi kenamaan.

Pun, undangan menghibur tamu acara resepsi pernikahan kerap mampir padanya. Hobi tersalurkan serta mendapat honor membuahkan kepuasan tersendiri bagi Dika. ‘’Saya freelance, bukan personel tetap semacam grup atau band,’’ terang pemuda 29 tahun ini.

Bersenjatakan alat musik serupa tumbuhan kantong semar itu, satu momen spesial diperoleh Dika akhir 2017 lalu. Dia mendapat tawaran main di resepsi pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. Alunan nada saksofon Dika mengisi iringan musik pernikahan putri kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut. ‘’Jadi pengalaman yang memorable banget,’’ ujarnya.

Tak sedikit kenalan Dika di dunia musik panggung kepincut dengan kepiawaiannya bermain saksofon. Tawaran dari sejumlah grup musik untuk ambil bagian pada sebuah acara kerap diterimanya. Mulai acara mantenan sampai event di berbagai daerah. Mulai Jogja, Solo, Malang, Bali, sampai Lombok. Berbagai cerita dan pengalaman didapat Dika selama berkiprah sebagai seorang saksofonis. Deretan artis maupun penyanyi kenamaan pernah sepanggung dengan iringan saksofon darinya. Sebut saja Terry, Iis Dahlia, Cita Citata, Natalie Sarah, Yeyen, Delon, dan Rio Febrian, saat bernyanyi di berbagai daerah. ‘’Kadang-kadang berpikir, kok bisa ya saya sampai dapat kesempatan seperti itu,’’ ucap warga Dusun Ngadirejo, Desa Cepoko, Kecamatan Ngrambe, Ngawi, ini.

Baca Juga :  Ajukan Gugatan Cerai ke PA, Belasan Pasangan di Ngawi Berhasil Didamaikan

Dika sudah suka dengan musik sedari kecil. Namun, bukan alat saksofon yang lebih dulu dikenalnya. Saat masih duduk di banguku sekolah dasar (SD), dia dekat dengan piano. Sepulang sekolah, Dika lebih memilih memenceti tuts hitam-putih ketimbang keluyuran bersama sebayanya. ‘’Pilih saksofon setelah masuk SMM (sekolah menengah musik, Red) Jogjakarta,’’ tuturnya.

Saat masuk SMM Jogjakarta pada 2005 silam, Dika tidak langsung memilih saksofon untuk ditekuni. Drum sempat menarik perhatiannya. Namun, belakangan dia menepisnya setelah kepikiran kalau alat musik pukul tersebut kurang mendukung untuk bersolo karir. ‘’Suka saja waktu itu alasannya. Wong pertama kali niup saksfon tidak bunyi,’’ ujar Dika terkekeh.

Dika lantas mantap dengan saksofon. Berangkat dari nol, tiada hari tanpa latihan baginya. Meski dengan alat sewaan di sekolah, semangatnya meniup pangkal saksofon tak terbendung. Lambat laun, nada-nada sarat harmoni berhasil dibunyikannya.

Seiring waktu, Dika pun semakin piawai memainkan saksofon. Hasilnya, dia sekarang sampai kewalahan memenuhi tawaran job manggung. ‘’Kali pertama dulu dapat honor Rp 50 ribu. Kalau sekarang, ya lumayan. Bisa sampai jutaan tergantung acaranya,’’ sebutnya.

Menahun berkecimpung di dunia musik panggung, banyak cerita yang didapat Dika. Saat mengiringi artis dan bisa ngobrol banyak tentang musik menjadi pengalaman tak terlupakan. Kendati demikian, dia lebih sering mendapat job di acara pernikahan. ‘’Yang paling terasa capek itu pas mantenan adat Tiongkok. Dari awal sampai acara selesai mesti diringi musik,’’ ujarnya. ***(isd)

NGAWI – Wahyu Mahardika lebih dulu mengenal piano ketimbang saksofon. Mantap menekuni alat musik tiup tersebut, sepanggung dengan sejumlah penyanyi kenamaan kerap dia rasakan. Nada-nada saksofon altonya juga tak ketinggalan mengisi resepsi pernikahan Kahiyang Ayu.

Bibir Wahyu Mahardika mengatup di mouthpiece saksofon. Sesaat setelah ambil napas, bunyi-bunyi ritmis merambati indera pendengaran. Jari-jari tangannya bak menari-nari, memencet dan melepas deretan tombol kunci. Matanya terpejam menghayati lagu yang dimainkan.

Meresapi permainannya sendiri, dia tak kuasa menahan salah satu kakinya untuk tidak berjingkat-jingkat mengikuti irama. ‘’Ini video saat main acara wedding di Ngawi beberapa waktu lalu,’’ kata Dika, sapaan Wahyu Mahardika.

Dika seorang saksofonis alto. Dia sudah akrab dengan alat musik tiup berbahan logam itu sejak belasan tahun silam. Berkat kepiawaiannya memainkan saksofon, Dika kerap mendapat kesempatan manggung. Unjuk kebolehan bersama sejumlah penyanyi kenamaan.

Pun, undangan menghibur tamu acara resepsi pernikahan kerap mampir padanya. Hobi tersalurkan serta mendapat honor membuahkan kepuasan tersendiri bagi Dika. ‘’Saya freelance, bukan personel tetap semacam grup atau band,’’ terang pemuda 29 tahun ini.

Bersenjatakan alat musik serupa tumbuhan kantong semar itu, satu momen spesial diperoleh Dika akhir 2017 lalu. Dia mendapat tawaran main di resepsi pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution. Alunan nada saksofon Dika mengisi iringan musik pernikahan putri kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut. ‘’Jadi pengalaman yang memorable banget,’’ ujarnya.

Tak sedikit kenalan Dika di dunia musik panggung kepincut dengan kepiawaiannya bermain saksofon. Tawaran dari sejumlah grup musik untuk ambil bagian pada sebuah acara kerap diterimanya. Mulai acara mantenan sampai event di berbagai daerah. Mulai Jogja, Solo, Malang, Bali, sampai Lombok. Berbagai cerita dan pengalaman didapat Dika selama berkiprah sebagai seorang saksofonis. Deretan artis maupun penyanyi kenamaan pernah sepanggung dengan iringan saksofon darinya. Sebut saja Terry, Iis Dahlia, Cita Citata, Natalie Sarah, Yeyen, Delon, dan Rio Febrian, saat bernyanyi di berbagai daerah. ‘’Kadang-kadang berpikir, kok bisa ya saya sampai dapat kesempatan seperti itu,’’ ucap warga Dusun Ngadirejo, Desa Cepoko, Kecamatan Ngrambe, Ngawi, ini.

Baca Juga :  Pemkab Ngawi Anggarkan Rp 260 Miliar Tangani 97 Kilometer Jalan Rusak

Dika sudah suka dengan musik sedari kecil. Namun, bukan alat saksofon yang lebih dulu dikenalnya. Saat masih duduk di banguku sekolah dasar (SD), dia dekat dengan piano. Sepulang sekolah, Dika lebih memilih memenceti tuts hitam-putih ketimbang keluyuran bersama sebayanya. ‘’Pilih saksofon setelah masuk SMM (sekolah menengah musik, Red) Jogjakarta,’’ tuturnya.

Saat masuk SMM Jogjakarta pada 2005 silam, Dika tidak langsung memilih saksofon untuk ditekuni. Drum sempat menarik perhatiannya. Namun, belakangan dia menepisnya setelah kepikiran kalau alat musik pukul tersebut kurang mendukung untuk bersolo karir. ‘’Suka saja waktu itu alasannya. Wong pertama kali niup saksfon tidak bunyi,’’ ujar Dika terkekeh.

Dika lantas mantap dengan saksofon. Berangkat dari nol, tiada hari tanpa latihan baginya. Meski dengan alat sewaan di sekolah, semangatnya meniup pangkal saksofon tak terbendung. Lambat laun, nada-nada sarat harmoni berhasil dibunyikannya.

Seiring waktu, Dika pun semakin piawai memainkan saksofon. Hasilnya, dia sekarang sampai kewalahan memenuhi tawaran job manggung. ‘’Kali pertama dulu dapat honor Rp 50 ribu. Kalau sekarang, ya lumayan. Bisa sampai jutaan tergantung acaranya,’’ sebutnya.

Menahun berkecimpung di dunia musik panggung, banyak cerita yang didapat Dika. Saat mengiringi artis dan bisa ngobrol banyak tentang musik menjadi pengalaman tak terlupakan. Kendati demikian, dia lebih sering mendapat job di acara pernikahan. ‘’Yang paling terasa capek itu pas mantenan adat Tiongkok. Dari awal sampai acara selesai mesti diringi musik,’’ ujarnya. ***(isd)

Most Read

Artikel Terbaru

/